
Tatapan mata Riyu sangat tajam. Ucapan kasar dari si pria tubuh besar tersebut tidak terlalu dianggap Riyu sebagai ancaman. Dia hanya menyunggingkan sebuah senyuman.
Dalam dua dan tiga serangan Riyu telah menjatuhkan si pria tubuh besar. Pria tubuh besar jatuh tersungkur. Si pirang kekasihnya segera membantu prianya bangun. Mereka pun berlari meninggalkan Riyu dan lainnya.
Hana kagum melihatnya. Aura para gangster memang berbeda ya. Mereka pun segera pulang. Rihito membantu Hana yang terluka dan Riyu menatap Keyko apa ada yang luka atau tidak. Syukurlah Keyko baik saja. Mereka semua pun pulang kembali ke Villa.
Namun, satu hal yang tidak mereka ketahui. Si pirang dan pria tubuh besar tersebut bukanlah orang sembarangan. Mereka berdua adalah anggota sindikat pengedar narkoba di Miami tersebut. Mereka berdua dendam terhadap Riyu dan yang lainnya, dan berniat membalas dendam.
***
Malam harinya, mereka pesta makan barbeque dan ditemani oleh beberapa bir minuman. Keyko dan Hana di bawah umur sehingga hanya Riyu dan Rihito yang minum. Puas makan-makan, mereka pun minum-minum.
Riyu dan Rihito terlalu banyak minum. Hana membantu Rihito masuk ke dalam. Dia membawa Rihito ke kamar milik Rihito.
Sedangkan Keyko dan Riyu masih di balkon menikmati pemandangan alam yang sungguh indah. Bintang berkelap-kelip dan cahaya bulan yang indah. Sambil minum Riyu menatap langit.
"Riyu, sudah larut malam. Kau juga mabuk, kembali ke kamar dan istirahatlah." Saran Keyko.
Riyu menatap Keyko.
"Key, saat kita kembali ke tubuh masing-masing dan jiwa kita tidak tertukar lagi, apa kau ada memikirkan aku?" tatap Riyu dengan serius.
"Aku ...."
Keyko tidak melanjutkan perkataannya.
"Jujur, beberapa hari kemudian setelah kita sudah kembali ke kehidupan masing-masing, aku merasa kehilangan sesuatu. Aku terus memikirkan mu." Wajahnya memerah mungkin akibat minuman yang diminum. Keyko masih diam
"Key, kau suka aku tidak?"
"Aku ...."
Keyko tidak meneruskan perkataannya. Dia menggigit bibir bawahnya. Hal tersebut dilihat oleh Riyu. Riyu tidak tahan, dia menarik tubuh Keyko ke dalam pelukannya. Keyko kaget dan tertegun. Apalagi Riyu tidak berhenti sampai disitu saja.
"Riyu! hentikan! ini tidak benar!"
Keyko mau melepaskan pelukan Riyu, tetapi Riyu tidak mau melepaskan.
"Aku bilang lepa ...."
__ADS_1
Keyko mau mengatakan lepaskan, tetapi Riyu malah mengecup bibir manis milik Keyko. Mata Keyko membulat sempurna. Dia tertegun dan kaget. Namun, Riyu begitu mendominasi sehingga Keyko malah hanyut dan matanya terpejam menikmati kecupan mesra tersebut.
Di sisi lain.
Hana mengantarkan Rihito masuk ke dalam kamar. Dia baringkan tubuh Rihito, tetapi Rihito malah kembali duduk. Rihito memeluk Hana.
"Eh, Kak Rihito!"
Hana kaget. Namun, Rihito tidak melepaskan. Dia benar-benar mabuk dan lepas kendali. Dia menarik tubuh Hana hingga keduanya jatuh di atas ranjang dengan saling berpelukan. Rihito hilap, dia mengecup bibir milik Hana dengan rakus, dan memaksakan kehendaknya kepada Hana.
***
Pagi harinya. Rihito bangun. Saat bangun Rihito kaget melihat Hana ada di sebelahnya. Bahkan mereka tidur tanpa busana. Rihito segera menarik selimut menutupi tubuh keduanya.
Hana terbangun, dia juga melihat ke arah Rihito.
"Apa yang terjadi, Hana? kenapa kau tidur di kamarku dan seranjang denganku?" Rihito sudah kelihatan pucat. Dia tidak bisa membayangkan kalau benar telah terjadi sesuatu antara dirinya dan Hana. Tidak! itu tidak boleh!
Rihito menggelengkan kepalanya. Hana bisa melihat wajah panik dan menyesal dari Rihito. Iya, memang benar. Hana dan Rihito telah tidur bersama. Itu dikarenakan Rihito mabuk. Bisa terlihat jelas dari pakaian yang berserakan di lantai dan mereka berdua dalam satu ranjang tanpa busana. Kini hanya ada selimut yang menutupi tubuh keduanya.
"Apa Kak Rihito lupa yang terjadi tadi malam?"
Hana nampak kecewa. Padahal itu ciuman pertama dan malam pertama dirinya di sentuh laki-laki. Bahkan yang berharga baginya telah diberikan ke Rihito.
Hana menganggukkan kepalanya. Rihito merasa lemas. Dia mengutuk dirinya sendiri dan mengatai dirinya sendiri bodoh. Bagaimana bisa dia tidur dengan Hana yang masih di bawah umur? bahkan masa depan Hana bagaimana? kini telah dia rusak. Rihito menyesal karena telah mabuk. Dia menyalahkan dirinya sendiri.
Hana melihat Rihito terlihat pucat, panik dan menyesalinya. Hana pun berujar, "Tidak apa-apa, Kak. Lupakan saja. Aku tidak apa-apa."
Hana berusaha tersenyum walaupun dia merasakan nyeri sakit dihatinya. Rihito semakin bersalah melihat Hana.
Di sisi lain.
Dikamar Riyu, Riyu dan Keyko juga tidur seranjang. Mereka malah berpelukan. Keyko terbangun, dia kaget karena saat bangun malah melihat Riyu di sampingnya dan memeluk Keyko dengan posisi masih tidur.
Keyko panik, dia segera melepaskan pelukan Riyu dan melihat kondisi dirinya. Ternyata pakaian Keyko masih lengkap. Syukurlah, Keyko bernapas lega. Berarti tidak terjadi apa-apa. Aman.
Dia kembali melihat ke arah Riyu yang masih tidur. Keyko mendekati dan memandang wajah Riyu secara dekat.
"Dia sangat tampan." Gumam Keyko.
__ADS_1
Keyko melihat Riyu mengenakan pakaian kemeja dan kancing baju di buka hingga dari atas sampai tengah memperlihatkan dada bidang serta kekar milik Riyu. Keyko meneguk salivanya. Riyu terlihat begitu menggoda. Matanya yang terpejam, alis mata Riyu dan hidung mancung milik Riyu di sentuh perlahan oleh Keyko.
Bahkan Keyko mulai menyentuh dada kekar milik Riyu. Keyko kaget karena tangannya telah dipegang oleh Riyu. Mata Riyu terbuka. Dia sudah bangun. Keyko kaget dan mau menjerit. Segera Riyu menutup mulut Keyko sambil mengisyaratkan diam.
"Jangan menjerit. Nanti Hana dan Rihito dengar dan mereka bisa kemari." Bisik Riyu di telinga Keyko. Keyko bisa merasakan napas hangat milik Riyu. Wajah Keyko memerah, apalagi dia teringat kecupan mesra mereka tadi malam yang sangat hot.
Riyu melepaskan Keyko. Dia melihat wajah memerah milik Keyko. Riyu tersenyum lembut ke arah Keyko. Keyko terkesima melihat Riyu. Jantung Keyko berdebar tidak karuan karena Riyu.
"Kenapa masih bengong, apa kau mau kita mengulangi kejadian tadi malam?" tatap mata Riyu dengan tajam. Keyko malah merasa malu.
Keyko segera menggeleng. Riyu tersenyum. Dia mendekati Keyko. Keyko malah seakan sulit bernapas. Riyu lalu cup, dia mengecup kening Keyko. Keyko tertegun karena puncak kepalanya telah dicium Riyu.
"Jangan banyak bengong, sana pergi mandi lalu kita sarapan!"
Keyko malah melihat kalung Riyu. Dia tertegun. Keyko seakan pernah melihat kalung tersebut.
"Ada apa? apa kau mau ciuman di bibir?" Riyu hanya bercanda. Keyko mendorong tubuh Riyu dan dia menjauh dari Riyu.
"No!"
"Kalau begitu ayo mandi! atau kau mau kita mandi bersama?"
"Kau gila, ya!"
Keyko segera berlari keluar kamar dan langsung menuju kamarnya sendiri. Riyu malah terkekeh, dia senang melihat Keyko yang begitu menggemaskan. Riyu suka menggoda Keyko.
Kini ke empatnya, Riyu, Keyko, Rihito dan Hana makan sarapan bersama. Mereka semua sudah mandi dan rapi.
Mereka masing-masing tidak tahu apa yang terjadi diantara masing-masing pasangan. Riyu dan Keyko tidak tahu apa yang terjadi kepada Rihito dan Hana. Begitu juga sebaliknya. Hana dan Rihito juga tidak tahu apa saja yang terjadi di antara Keyko dan Riyu.
Bedanya adalah Keyko dan Riyu tidak melakukan sesuatu diluar batas, sedangkan Hana dan Rihito malah sudah melakukan hal tersebut.
"Kenapa semua diam dan tenang, ya?" tatap Keyko satu persatu sambil bergumam.
"Hana dan Rihito tadi malam apa yang terjadi?" tanya Keyko menatap ke arah Hana dan Rihito.
Kedua orang tersebut malah terdiam saja dan nampak syok sekali. Tubuh mereka menegang karena ditanya Keyko seperti itu.
Bersambung....
__ADS_1
Like dan komentar ya kak. Yuk dukung ya karya ini.
Thanks. By : Author Libra.