Gangster Dalam Diriku

Gangster Dalam Diriku
Bab 58.


__ADS_3

Beberapa waktu kemudian. Keyko dan Hana sudah kembali ke sekolah. Mereka kembali ke rutinitas mereka yang dahulu. Namun kini Keyko dan Hana sudah tingkat akhir. Artinya mereka para senior.


Seto yang sudah lulus, kini melanjutkan kuliah ke luar negeri dan kini kabarnya sudah tidak diketahui lagi. Hanya mengetahui kalau dia sekarang kuliah diluar negeri.


Ayumi sendiri, karena tidak memiliki teman lagi seperti Minami, akhirnya dia pun pindah sekolah ke tempat daerah lain.


Hari-hari di sekolah sekarang lebih tenang dan damai. Keyko dan Hana tersenyum.


Masalah kematian Minami dan Sano tidak ada yang mengetahui. Riyu sudah menyapu bersih dengan membakar semua bukti. Kini kekuasaan daerah dipegang oleh kelompok naga terbang sepenuhnya. Riyu dan Rihito yang berkuasa kini.


Saat ini Hana sedang menatap ponselnya. Dia sedang mengechat pacarnya yaitu Rihito. Keyko melihat Hana.


"Sibuk sekali, ya!"


"Hehe, aku hanya menanyakan kabar kekasihku! kau chat saja Kak Riyu juga."


"Gak lah. Malas. Mau belajar aja. Kita sekarang kelas 3 harus banyak belajar."


"Sejak kapan kau gemar belajar?" Hana menggeleng serasa tak percaya.


Keyko hanya menghela napas dan membuka buku serta mulai belajar.


Di tempat lain.


Riyu dan Rihito baru saja sampai di ruang kantor di tempat kasinonya. Tadi mereka berkeliling melihat sekitar tempat. Karena setelah beberapa waktu mereka terus berkeliling dan sudah dipastikan kalau anggota burung Phoenix sudah tidak ada lagi. Kini memang hanya tinggal kelompok naga terbang yang berkuasa.


Riyu dan Rihito melihat ponsel masing-masing. Namun hanya ponsel Rihito yang terus berbunyi notifikasinya. Sedangkan ponsel Riyu sama sekali tidak. Riyu menjadi bosan. Apalagi dia melihat Rihito terus sibuk dengan ponselnya.


"Kenapa Keyko sekarang jarang chat aku, ya? hhmm." Riyu nampak berpikir.


"Apa sebaiknya aku cari saja dia di rumahnya?" Riyu bergumam sendirian.


Rihito melihat ke arah Bosnya.


"Bos, kalau kangen kakak ipar datangi saja dia." Usul Rihito.


"Kakak ipar?"


"Bukankah Keyko pacar Bos, artinya kakak ipar kami semua di kelompok naga terbang, Bos."


"Hem, oke. Aku mengerti." Riyu mengangguk.


***


Malam hari, setelah makan malam dan bersantai di ruang tv bersamaan Kakek Yamada, Keyko akhirnya pergi mau tidur. Namun, baru saja dia membaringkan tubuhnya, suara dari jendela terdengar. Seperti ada batu kerikil kecil di lemparkan ke arah jendelanya.

__ADS_1


Keyko bangun dan membuka jendela. Dia melihat ada Riyu di jalan menunggu dirinya.


"Riyu? kau?"


"Kemarilah! turun dan temui aku!"


Keyko akhirnya keluar dan menemui Riyu.


"Ada apa? aku baru saja mau tidur. Lihat aku hanya memakai piyama tidur." Keyko menatap Riyu dengan berkerut.


"Aku merindukanmu, sayang!" Riyu memeluk kekasihnya. Keyko tersenyum hangat bahkan pelukan Riyu sangat lah hangat dan nyaman.


"Benarkah?"


"Iya sayang! kenapa kau tidak menghubungi ku akhir-akhir ini? chat pun tidak?" Riyu nampak sedih. Dia begitu merindukan Keyko.


"Maaf. Aku kira kau sibuk. Lagian aku kan belajar di sekolah, hehe."


Mereka masih saling berpelukan sambil bicara.


"Tapi aku tetap ingin mengetahui kabarmu, sayang. Dan kenapa masih saja memanggil ku nama. Panggil yang benar!" tatap Riyu tajam ke arah Keyko tanpa melepaskan pelukannya. Kedua wajah pun sangat dekat.


"Hey, ini di pinggir jalan!"


"Tidak akan ada yang lihat, kan sudah sangat malam."


"Apa?" wajah mereka semakin dekat saja.


"Kak Riyu ... bergeser jauh sedikit, ya!" tatap Keyko dengan menyebut kata Kak kepada Riyu.


Riyu tersenyum, dan cup.


Sebuah kecupan hangat mendarat, tetapi di kening Keyko. Keyko tertegun.


"Terima kasih, sayang!"


Riyu tersenyum dan Keyko pun tersenyum.


Riyu mengajak Keyko berjalan sekitar daerah rumah Keyko. Sambil melihat pemandangan langit yang malam ini begitu terang bulan.


Riyu menggenggam erat tangan Keyko.


"Key! kita akan selamanya bersama, kan?"


"Tentu saja. Kenapa tiba-tiba bertanya?"

__ADS_1


"Karena aku lebih tua dan kau masih muda Key, jadi aku pikir kau akan bosen dengan ku." wajah Riyu terlihat sedih.


Mungkin karena Keyko masih SMA masa-masa yang masih pubertas. Sehingga masih mau main-main. Sedangkan Riyu sudah masuk ke fase berhubungan serius.


"Kak Riyu, kita sudah mengalami banyak hal, kan. Apa hal tersebut tidak bisa menyakinkan, Kakaka?"


Keyko bertanya gantian.


Riyu tertegun. Benar juga. Selama on sudah banyak hal yang terjadi di antara Keyko dan Riyu. Hubungan mereka pun dipenuhi berbagai masalah dan hampir juga kematian. Jadi seharusnya Riyu tidak perlu cemas.


Keyko pasti serius dalam hubungan mereka berdua.


"Jika kau sudah lulus sekolah, kita menikah saja bagaimana?"


"Eh, tidak bisa. Aku harus kuliah kemudian berkerja."


"Berkerja bersama ku saja, ya."


"Kerja dengan mu? Kerja apa? menjadi seorang gangster bukanlah pekerjaan. Atau maksudnya di kasino mu begitu? tidak lah, masalah di kasino." Keyko cemberut.


"Hahaha, tentu bukan seperti itu." Riyu terkekeh.


"Jadi apa dong?"


"Jadi Nyonya dari Riyu Himura, sayang." Riyu mengecup punggung tangan Keyko.


Keyko tersipu wajahnya memerah.


"Aku masih terlalu muda. Nanti saja masalah begitu."


Keyko kemudian mengalihkan pembicaraan.


"Kak Riyu?"


"Hem."


"Apa kalung Kakak itu ada fungsinya gak, ya? dan juga apa Kakak tidak mencari tahu siapa pembunuh yang menghabisi orang tuanya kakak." Keyko menceplos.


Riyu terdiam. Dia sebenarnya tidak mau mengungkitnya, karena itu dia tidak mencari tahu. Soalnya semua itu adalah kenangan buruk. Riyu merasa tidak nyaman.


Keyko melihat raut wajah Riyu. Sekarang Keyko sadar kalau dia mungkin menanyakan hal yang kurang nyaman. Riyu seperti tidak mau mengingat para pembunuh itu.


"Kau marah ya, Kak," begitulah ucap Keyko kemudian. Keyko merasa tidak enak hati. Riyu menoleh ke arah Keyko.


Bersambung.

__ADS_1


Yuk klik like dan kasih komentar nya ya. Thanks ya.


__ADS_2