Gangster Dalam Diriku

Gangster Dalam Diriku
Bab 52.


__ADS_3

Malam hari, Keyko tidur di kamar sendirian dan Riyu sedang memandang langit sendirian. Keduanya dalam suasana hati yang tidak enak. Bahkan Keyko tidur dengan tidak nyenyak di malam hari.


Esoknya, mereka kembali ke rumah besar yang ada di tengah pulau. Riyu dan Keyko sarapan bersama dengan dilayani oleh para pelayan. Mereka makan dengan tenang. Keyko sesekali melirik ke arah Riyu, tetapi Riyu hanya diam tanpa ekspresi. Keyko ingin bertanya, tetapi takut. Dia takut Riyu marah.


Sarapan selesai dan Riyu pergi. Keyko sendirian. Siang hari Keyko tidak melihat di mana Riyu berada. Keyko merasa sendirian di tempat tersebut. Bahkan dia makan siang sendirian. Keyko bertanya kepada pelayan yang ada dimana Riyu sekarang, tetapi tidak ada satu pun pelayan yang tahu.


Keyko hanya bisa termenung sendirian di rumah besar tersebut.


"Kau dimana, Riyu? apa kau marah kepadaku?" gumam Keyko sendirian. Keyko menatap langit yang cerah, tetapi hatinya tidak secerah langit saat ini.


Sebenarnya Riyu masih berada di sekitar pulau. Dia sedang memanjat tebing. Dia sedang menghukum dirinya sendiri. Karena teringat kejadian malam di kapal pesiar tersebut. Dia hampir saja tidur dengan Keyko. Padahal mereka sudah dikasih pesan agar tidak kebablasan. Hampir saja. Syukur saja segera sadar dan menghentikan kejadian tersebut.


Riyu merasa bersalah. Dia mau menjaga jarak dahulu dengan Keyko. Sedangkan Keyko malah merasa kalau Riyu marah.


Malam hari Keyko pun makan malam sendirian. Dia merasa sedih karena Riyu tidak ada. Riyu tidak bersama dengannya. Hingga waktu tidur pun Riyu belum kembali juga. Keyko tidur dengan gelisah sambil terus memikirkan Riyu.


Tengah malam, Riyu baru kembali. Dia pun segera mandi dan berendam di bathtub. Riyu merasa lebih rileks dan nyaman sekarang. Usai berendam cukup lama, Riyu segera membersihkan dirinya dan segera berpakaian. Dia bersiap mau tidur.


Keyko menyadari kalau Riyu telah kembali. Dia segera menghampiri kamar Riyu. Keyko mengetuk pintu kamar Riyu. Riyu yang baru saja berbaring sekarang menatap arah pintu kamar. Dia pun segera membuka pintu. Terlihat wajah Keyko yang nampak cemas.


"Keyko?"


"Riyu! Syukurlah kau kembali." Keyko memeluk Riyu dan menangis. Riyu tertegun.


"Kau kenapa?"


"Maaf. Maafkan aku. Hiks."


"Maaf kenapa?"


"Kau pasti marah kepadaku, kan? karena itu kau menjauhiku dan pergi entah kemana."


Riyu tersenyum. Ternyata Keyko salah paham. Dia mengajak Keyko masuk dan duduk di tepi ranjang dengan masih berpelukan serta Keyko yang masih menangis.


Riyu biarkan dahulu Keyko menangis. Setelah lebih tenang, barulah Riyu menjelaskan.


"Aku tidak marah, sayang. Aku hanya pergi berkeliling pulau dan memanjat tebing saja. Aku merasa perlu membiarkan kau dan aku sendirian. Aku yang minta maaf karena hampir melakukan hal itu kepada mu. Lain kali tidak akan. Kita harus ingat pesan kakek." Riyu menjelaskan.


Keyko melihat Riyu dengan mata yang sudah sembab karena menangis. Dia menghapus bekas air matanya.


"Serius kau tidak marah kepadaku?"


"Iya. Aku tidak marah. Aku yang minta maaf, sayang."


"Tidak perlu minta maaf." Keyko menggeleng dan kembali memeluk Riyu.


Mereka berdua tersenyum hangat. Kini keduanya kembali membaik. Keyko kembali ke kamarnya dan Riyu mengecup puncak kening Keyko. Mereka pun tidur di kamarnya masing-masing.


***


Esok hari, Riyu mengajak Keyko bermain banana boat. Mereka bersenang-senang bersama. Menghabiskan waktu bersama. Keduanya terlihat bahagia.

__ADS_1


Sebuah pesawat pribadi telah sampai, ternyata Hana dan Rihito yang tiba. Keyko menyambut temannya dengan gembira. Rihito dan Hana bergabung bersama-sama dengan Keyko dan Riyu. Mereka bergembira bersama.


Malam hari mereka mengadakan pesta bersama. Keyko dan Hana berdandan. Kali ini malah Keyko membantu Hana berdandan. Hana terlihat cantik.


Keyko dan Hana tampil di depan Riyu dan Rihito. Rihito sendiri malah pangling dengan Hana yang cantik malam ini. Riyu meraih tangan Keyko dan mengajaknya berdansa. Alunan musik menemani. Rihito masih menatap Hana dengan terpana.


"Apa aku jelek, ya?"


"Bukan. Malah cantik. Aku baru sadar kalau kau ternyata cantik." Rihito meraih tangan Hana dan mencium punggung tangan Hana. Mereka juga berdansa berdua.


Sambil makan, minum dan berdansa. Mereka berempat terlihat bahagia dengan pasangan masing-masing. Keyko ikut bahagia melihat Hana dan Rihito ternyata lebih baik sekarang hubungannya.


Keyko sedang makan berbagai hidangan. Riyu berdiri di sampingnya.


"Key, jangan makan terlalu banyak makan. Nanti gendut." Riyu mengingatkan.


"Kenapa? kalau aku gendut, kau tidak suka begitu, ya?" Keyko cemberut, tetapi mulutnya terus melahap makanan tersebut.


"Bukan begitu. Aku akan tetap menyukai mu."


"Iya kah?" Keyko sedang menstruasi jadi dia lebih sensitif saat ini.


"Lihat, ada cake menempel di pipi mu, sayang." Bukan menghapuskan dengan tangan, tetapi Riyu malah mengecup pipi Keyko dan menjilati sisa cake di pipi Keyko. Keyko tentu kaget.


"Riyu! kau membuat ku malu." Keyko mendorong Riyu dan Riyu hanya tersenyum. Wajah Keyko sampai memerah hingga ke telinga. Riyu malah semakin senang menggodanya.


"Sayang, jangan malu-malu. Apa mau yang lain juga?" mata Riyu mengedipkan dengan nakal. Dia berbisik di telinga Keyko. Senyuman nakal terlukis di wajahnya.


"Hah? Yang lain? maksudnya?" Keyko melirik ke Riyu.


Dari kejauhan Hana dan Rihito melihat keduanya.


"Wah, Kak Riyu sangat romantis ya. Apa dia selalu seperti itu?" Hana melihat Keyko dan Riyu yang saling mengecup.


"Mungkin." Rihito tidak terlalu peduli. Dia malah hanya terkagum melihat Hana yang cantik malam ini.


"Aduh, virus merah jambu." Hana berbinar menatap. Rihito segera meraih wajahnya Hana.


"Tidak perlu memperhatikan orang lain. Fokus kepada kita berdua saja."


"Ah, iya." Hana malu-malu menatap Rihito. Wajahnya dengan wajah Rihito sangat dekat.


Rihito mengajak Hana duduk diluar sambil menikmati pemandangan malam hari. Hana melihat malam yang indah dipenuhi bintang di langit.


"Indahnya," ujar Hana.


"Kau cantik, Hana." Rihito memuji Hana. Baru kali ini dia melihat Hana berdandan dan nyatanya cantik serta manis.


Hana tersipu malu di puji oleh pria yang dia sukai. Baru kali ini dia di puji cantik, dan yang memuji adalah Rihito. Hana begitu senang.


"Benarkah?"

__ADS_1


"Iya. Sering lah berdandan seperti ini. Kau terlihat cantik."


"Kak Rihito menyukainya."


"Iya. Aku suka."


Rihito mendekat kan dirinya ke Hana. Wajah keduanya sangat dekat dan cup. Rihito mengecup bibir milik Hana. Rihito mengecup dengan lembut. Hana terpejam matanya menikmati kecupan tersebut.


Malam yang indah bagi Hana bersama Rihito dan Keyko bersama Riyu.


****


Di lain tempat.


Sano dan Minami sudah bersiap. Mereka sudah tahu lokasi Riyu dan Keyko. Sano sudah mengumpulkan para anak buahnya yang masih ada dan setia, mereka mau menyerang Riyu.


Begitu juga Minami menghubungi sekretaris Mamanya agar mengumpulkan para pengawal untuk dipekerjakan untuk menjalankan semua perintahnya. Sedangkan Sekretaris mamanya disuruh selalu menjaga Mamanya di rumah sakit serta mengawasi perusahaan.


"Mereka ada di pulau milik Riyu, aku sudah mengumpulkan anak buah ku, kita akan menyerang mereka tiba-tiba. Sekarang kita bersiap dan menyelinap ke sana," ucap Sano kepada Minami.


Minami tersenyum jahat, "Baiklah. Aku sudah tidak sabar ingin menghancurkan Keyko!" Minami begitu membenci Keyko.


Dan mana jauh di tempat lain juga. Seorang pria menemui pria lainnya yang memakai setelan jas hitam. Keduanya sedang melakukan pertemuan privat.


"Ada apa kau tiba-tiba ingin bertemu dengan ku?"


"Kau masih ingat keluarga Himura?"


"Yang kita bantai bertahun-tahun lalu?"


"Iya. Masih ingat bocah pemuda yang lolos waktu itu?"


"Kenapa dengan anak itu?"


"Sekarang dia sudah dewasa dan menjadi bos dari kelompok naga terbang di kota Tokyo. Aku sudah menyelidikinya dan sudah pasti kebenarannya." Pria tersebut menyerahkan beberapa dokumen dan foto waktu Riyu muda bersama Kek Kitaro dan Foto Riyu yang dewasa sekarang.


"Bagaimana bocah itu sekarang menjadi bos gangster? menarik. Seharusnya kita bunuh saja dia sewaktu masih muda."


"Waktu itu dia dilindungi Kitaro. Aku mendapatkan info sekarang Kitaro sudah meninggal. Bocah itu sekarang sudah dewasa dan mengambil alih menjadi penerus Kitaro."


"Hem."


"Lalu apa selanjutnya? kita biarkan saja atau bagaimana?"


"Kita biarkan cepat atau lambat dia akan mengetahui tentang kita. Sebaiknya kita ke Tokyo dan menghabisi dia. Kali ini jangan sampai lolos."


"Baiklah. Aku akan menjadwalkan tujuan kita ke Tokyo sekalian melihat bisnis di Tokyo."


Si pria rambut panjang undur diri dan meninggal si pria berambut perak. Mereka berniat mau menemui Riyu dengan maksud menghabisi nyawa Riyu.


Mereka lah para pembunuh orang tuanya Riyu.

__ADS_1


Bersambung.


Yuk di dukung ya kak, dengan cara Like dan komentari ya kak. Thanks.


__ADS_2