
Keyko yang menyadari segera menghindar. Dia menendang Minami dan menghajar Sano. Minami jatuh tersungkur, sedangkan Sano bibirnya sedikit sobek. Mereka baku hantam.
"Dasar licik, menyerang dari belakang begitu!" tatap Keyko dengan sinis.
"Jangan banyak cerita, mati saja kau sekarang!" teriak Minami mengarah sebuah pistol ke Keyko.
Keyko segera mengeluarkan pedang samurai dan menangkis serangan Minami. Tembakan tersebut segera dihalangi dengan samurai tersebut. Keyko memutar pedangnya dan menebas beberapa peluru yang melesat. Semua dia lumpuhkan.
Minami menggigit sudut bawah bibirnya.
Sano bergerak mulai menghajar Keyko kembali dan Keyko mulai mengayunkan pedangnya, tetapi segera Sano elakkan. Mereka baku hantam berdua.
Di sisi lain, Rihito yang mengalihkan perhatian kini menghajar para anak buah Sano dan para pengawal Minami. Saling pukul, tendang dan tinju. Namun, jumlah musuh terlalu banyak, Rihito kewalahan juga.
Tepat di saat itulah, Riyu datang juga menghajar para musuh. Rihito menatap Riyu.
"Bos? kau kok disini?"
"Kalian pikir aku tidak tahu yang terjadi, aku menyusul kalian berdua."
Masih saling bertarung dengan musuh, Riyu dan Rihito saling berbicara sambil menghajar musuhnya.
"Tapi Bos kan sedang memulihkan diri, karena itu kami tidak mengatakan apa pun."
"Sudahlah, aku tidak apa-apa. Aku sudah membaik. Kita hancurkan dan kalahkan sekarang mereka semua!" mata Riyu berkilat seperti ada aliran listrik dan bara api panas.
"Baik, Bos!" Rihito pun bersemangat karena melihat Riyu yang juga bersemangat.
Riyu dan Rihito tersenyum bersama sambil menghajar para musuh. Tidak lama kemudian, semua musuh pun dihabisi oleh Riyu dan Rihito.
__ADS_1
"Di mana Keyko sekarang?"
"Di dalam Bos, menolong Hana, tetapi sampai sekarang belum juga keluar, ya."
"Mungkin Sano dan Minami yang menghadap. Ayo cepat kita bantu Keyko!"
"Baik!"
Riyu dan Rihito segera mencari Keyko dan Hana.
Di dalam masih ada pertarungan antara Keyko dan Sano. Sano disaat ada ke sempatan, dia memukul titik rawan yang membuat Keyko jatuh. Minami dari samping hanya menonton saja.
Riyu dan Rihito pun tiba, mereka segera membantu Keyko menghadapi Sano. Tiga lawan satu. Sano pun kewalahan. Keyko mengkode kepada Rihito agar segera menolong Hana saja. Rihito pun mengerti dan segera berlari ke arah Hana untuk melepaskan ikatannya.
Kini Keyko dan Riyu bertarung melawan Sano. Minami tidak bisa tinggal diam lagi melihat Sano tersudut, dia pun segera ikut membantu walaupun sebenarnya dia tidak bisa bertarung. Minami mulai menyerang Keyko.
"Hah, kau masih bisa melawan kah Sano?"
"Aku tidak akan mau kalah lagi dari mu Riyu. Jika kau mati maka kekuasaan di Tokyo menjadi milikku!"
"Terus lah kau berkhayal, Sano! kau tidak akan bisa menguasainya!"
Riyu dan Sano saling berhadapan dan saling adu kekuatan. Baku hantam terjadi diantara mereka.
Keyko dan Minami pun masih saling berhadapan, tetapi tentu saja Minami kalah kekuatan dengan Keyko yang pandai bela diri. Minami jika tidak ada para pengawalnya maka dia bukanlah lawan Keyko. Dengan mudah Keyko bisa mengalahkan Minami.
"Sialan kau, Keyko! kenapa kau tidak mati saja di jurang waktu itu!" umpat Minami dengan amarahnya.
"Kau yang pergi ke neraka saja!" ucap Keyko dan menghajar Minami bahkan Minami beberapa kali mendapatkan tonjokan di wajahnya.
__ADS_1
Keyko menendang lututnya Minami. Minami kesakitan dan akhirnya jatuh di tangan Keyko. Keyko tonjok kembali Minami hingga dia akhirnya jatuh tidak berdaya lagi. Keyko tersenyum puas karena telah mengalahkan Minami.
Sedangkan Riyu dan Sano masih bertarung. Kedua pria tersebut masih saja bertahan. Riyu kondisinya baru saja pulih, tetapi belum full sehat. Sano yang sudah kelelahan bertarung. Mereka sama-sama mulai kewalahan. Namun tidak ada yang mau mengalah. Masih saling menghajar.
Keyko melihat ke arah Riyu dan Sano. Dia ingin membiarkan Riyu menyelesaikan semua, tetapi melihat kondisi Riyu yang masih perlu memulihkan diri, akhirnya Keyko pun maju. Keyko mengayunkan pedangnya ke arah Sano.
Dia menebas dari belakang punggung Sano. Sano merasakan kesakitan dan kaget disaat bersamaan.
"Kau?" tunjuk Sano terhadap Keyko. Dia jatuh berlutut.
Riyu mengambil pedang samurai Keyko.
"Jangan, Key! biarkan aku saja." Tatap Riyu dengan serius. Keyko pun membiarkan Riyu.
Kini Riyu mengarahkan pedangnya kepada Sano. Sano sudah pasrah. Tiba-tiba Minami datang dan menghadang pedang tersebut. Dan sebuah suara menembus badan pun terdengar.
Riyu menusuk ke arah Sano, tetapi malah Sano dan Minami yang akhirnya kena. Keduanya terkena pedang yang menembus ke tubuh mereka. Keduanya terluka parah.
"Minami!" Sano menyebutkan nama Minami sambil dia juga muntah darah. Bahkan darah segar juga merembes dari perutnya yang tertembus pedang samurai tersebut.
"Sa-sano!" Minami menatap Sano untuk terakhir kalinya. Akhirnya keduanya tewas di tangan Riyu.
Keyko melihat kejadian mengerikan tersebut, tetapi kini dia sudah kebal. Karena kematian yang pernah menghampiri dirinya membuat dia sekarang kebal melihat adegan tersebut.
Hana selamat dan digendong oleh Rihito. Semua musuh sudah dikalahkan dan dihabisi. Keyko dan Riyu berpelukan. Mereka semua kini kembali pulang bersama.
Bersambung...
Klik like dan Komentarnya ya kak. Thanks ya 🤗
__ADS_1