Gangster Dalam Diriku

Gangster Dalam Diriku
Bab 42.


__ADS_3

Minami menganggukkan kepalanya. Mereka berdua berjalan perlahan. Sano melihat beberapa orang yang mencurigakan. Bahkan dia melihat anak buahnya telah dihabisi mereka. Sano segera berjalan dan menarik tangan Minami.


"Gawat!!! ini pasti tidak benar." Keluh Sano dalam hatinya.


Dia harus segera pergi. Minami melihat ekspresi aneh dari Sano. Minami menebak pasti ada bahaya. Jika tidak, mana mungkin Sano terlihat tegang dan cemas.


"Ikuti aku," ucap Sano dan Minami menuruti Sano.


Beberapa orang di luar sudah menyelesaikan misinya. Mereka membunuh beberapa anak buah Sano yang kebetulan melintas atau melihat mereka. Dengan cepat mereka bergerak. Setelah di luar zona, anak buah Riyu pun segera memencet tombol dan duar, suara ledakan bom yang sangat dahsyat.


Menghantam serta menghancurkan semuanya.


Mereka tersenyum puas kemudian pergi.


****


Riyu sedang duduk di kursi kebesarannya. Dia duduk sambil meminum minumannya. Rihito datang mengetuk pintu dan dia datang mendekat ke arah Riyu.


"Ada apa?"


"Semua sudah beres, Bos."

__ADS_1


"Lalu?"


"Sapu bersih, Bos. Sudah tidak bersisa."


Rihito melaporkan dan Riyu tersenyum puas. Sebenarnya dia mau menghadapi Sano sendirian, tetapi dia baru keluar dari rumah sakit. Sehingga dia menyerahkan prihal tersebut kepada Rihito dan anak buahnya.


"Bos, masalah sudah kelar. Anda juga sudah kembali ke tubuh asli. Jadi sudah tidak ada urusan apa pun lagi kan Bos dengan Keyko?" Rihito bertanya dengan hati-hati.


Riyu menatap tajam ke arah Rihito.


Benar juga, balas dendam Keyko sudah dilakukan, Sano dan Minami juga sudah diberikan pelajaran. Semua sudah selesai. Jiwa mereka sudah kembali ke tubuh masing-masing. Jadi semua sudah selesai.


Seketika Riyu merasa sedih. Dia sudah merasa nyaman dengan keluarga dari Keyko. Berkat hal tersebut dia bisa merasakan kehangatan keluarga kembali.


Rihito melihat ke arah wajah Riyu. Terlihat kebimbangan dan kesedihan.


"Bos ...."


Riyu tidak mendengar dan tidak melihat ke arah Rihito. Dia hanya diam dan tenggelam dengan pikirannya sendiri.


Rihito pun akhirnya hanya diam saja.

__ADS_1


***


Keyko makan malam bersama kakeknya. Mereka tertawa dan bahagia bersama. Suasana makan malam yang sudah lama Keyko rindukan. Walaupun dia sering berkunjung ke rumah kakek dengan tubuh Riyu, tetapi itu berbeda karena dia tidak bisa leluasa atau pun tidak bisa setiap malam berkunjung. Jadi momen saat ini begitu membuat Keyko bahagia.


Usai makan malam, Keyko membersihkan meja makan dan piring kotor. Dia kemudian memeluk Kakeknya. Yamada heran sekali dengan sikap Keyko. Namun, dia tidak banyak berpikir.


Yamada masuk kamar dan beristirahat. Keyko pun sama. membersihkan diri berganti baju tidur dan berbaring di ranjangnya.


"Akhirnya aku kembali ke kehidupanku. Senangnya. Tapi, apa kabarnya dia, ya?" Keyko teringat Riyu. Sama halnya Riyu yang teringat Keyko juga.


Keyko melihat ponselnya. Dia melihat nomer hape Riyu. Ingin sekali Keyko chat atau menelpon Riyu. Dia mau tahu kabarnya Riyu.


Namun, Keyko bingung harus bagaimana. Rasanya akan malu jika tiba-tiba tanya kabar begitu saja. Ah, Keyko pusing sekali.


Keyko seketika menjadi sedih saat mengingat Riyu. Apa sekarang mereka tidak bisa bertemu lagi? kenapa hati Keyko menjadi sedih? seakan ada sesuatu yang kurang. Keyko dalam kebimbangan.


"Telepon atau enggak? Chat atau enggak? Hem, pusing." Keyko menghela napas panjang.


Tiba-tiba ponselnya berdering dan tertera nama Riyu.


Bersambung....

__ADS_1


Yuk di like dan dikomentari kakak. Dukung karya Author ya.


Terima kasih 🙏 by Author Libra.


__ADS_2