Gangster Dalam Diriku

Gangster Dalam Diriku
Bab 41.


__ADS_3

Riyu dan Keyko sudah sehat dan dinyatakan sudah bisa kembali beraktivitas. Setelah tiga hari di rumah sakit, mereka kini kembali ke rumah masing-masing.


Riyu menawarkan mengantar Keyko pulang dan Keyko mengiyakan. Kini saat mereka keduanya sudah kembali ke tubuh masing-masing, malah merasa agak canggung rasanya.


Keyko tidak banyak bicara, dia diam saja. Sesekali Keyko melirik ke arah Riyu. Riyu terlihat tenang saja.


"Aku, mau ucapkan terima kasih, Riyu." Keyko memulai pembicaraan.


Riyu menoleh.


"Untuk?"


"Kecelakaan sewaktu kita bertemu pertama kali dan kecelakaan yang akhirnya mengembalikan kita ke tubuh kita masing-masing. Terima kasih karena kau berniat baik menolongku."


"Tidak masalah."


Keduanya kembali diam. Setelah cukup lama, akhirnya sampai di rumah kakek Yamada. Sewaktu di rumah sakit, Rihito memberikan alasan ke Kakek Yamada kalau Riyu dan Keyko pergi berlibur bersama dan anehnya sang kakek percaya saja. Maka karena itu, sang kakek tidak cemas dan tidak kecarian Keyko. Mereka merahasiakan kejadian tersebut dari kakek dan dari siapa pun.


Kini Keyko sudah sampai rumah. Keyko turun dari mobil mewah milik Riyu. Dia membungkukkan badan dan kemudian masuk ke rumah. Riyu menatap Keyko dari dalam mobil hingga Keyko hilang dari pandangannya.


Rihito yang melihat dari kemudi setir bertanya ke bosnya.


"Bos, bagaimana sekarang?"


"Kita kembali ke kasino. Selanjutnya susun rencana membalas Sano dan antek-anteknya tersebut." Mata Riyu seakan seperti bara api 🔥 yang panas siap membakar siapa pun. Dia mau membalas Sano dan Minami.


Rihito menganggukkan kepalanya. Mereka pun melajukan mobilnya dan pergi.


Di lain tempat.


Saat ini Minami dan Sano sedang bersembunyi. Sano membawa Minami ke tempat vila miliknya yang sangat jauh dari kota. Mereka beberapa hari sudah bersembunyi di tempat tersebut. Bahkan Minami tidak masuk sekolah.


Sano sedang menonton televisi. Sedangkan Minami mulai merasa bosen karena terus di kurung di tempat tersebut. Minami menatap ke arah Sano.


"Aku tidak perlu kau ajak kemari, kan? aku mau pergi saja dan kembali pulang. Sudah berhari-hari aku disini." Minami melipat kedua tangannya didepan dada.


Sano melirik ke arah Minami, "Nona Minami, kita tidak bisa kemana-mana untuk saat ini. Apa kau tidak paham kalau saat ini, pasti Riyu akan membalas kita." Sano menatap tajam ke arah Minami.


"Aku tidak mau tahu. Aku lebih baik pergi keluar negeri atau ke tempat mansion ku. Bukan disini terus." Minami mulai kesal.


"Apa kau tidak sadar kah siapa kelompok naga terbang itu!!!" Sano terlihat marah. Dia juga mulai kesal dengan Minami.


Minami kaget bukan main. Dia tidak tahu kalau Sano bisa nampak mengerikan jika sudah marah. Terlihat saat ini Sano sedang marah.

__ADS_1


"Anak buah kami melapor kalau anggota naga terbang sedang mencari kita kemana-mana. Mereka mau membalas dendam. Rihito tertembak, Riyu dan gadis itu kau tabrak, pihak gangster dari kelompok naga terbang pasti akan membalas dendam. Apa kau tidak paham situasi kita saat ini?! Kita dalam bahaya saat ini!!!"


Sano terlihat mengamuk, Minami terdiam. Sano pergi meninggalkan Minami dan Dia masuk ke dalam kamar. Sedangkan Minami terduduk di sofa dengan tubuh lemas.


***


Di sekolah.


Keyko kini bahagia bisa kembali ke sekolah dengan tubuh aslinya. Keyko melihat Hana, dia langsung memeluk Hana. Hana tentu kaget karena Keyko memeluknya tiba-tiba.


"Kau kenapa, Key?"


"Aku kangen denganmu, Hana."


Hana mengerutkan keningnya.


"Kita setiap hari bertemu di sekolah, kau hanya beberapa hari saja tidak masuk. Aku dengar dari kak Rihito, kalau kak Riyu mengajak mu liburan. Enaknya."


"Eh ....." Keyko baru sadar kalau pihak Rihito memberikan alasan tersebut yang sama kepada Kakeknya dan sekolah juga.


"Kemana saja kalian berdua? enak banget bisa berdua terus dengan kekasih ... terus diurus ijin oleh kekasihmu. Pihak sekolah tentu tidak berani melawan." Mata Hana berbinar.


"Emm, itu ... agak berlebihan. Tapi, apa aku bisa bertemu lagi dengannya, ya?" Keyko kini sadar apa bisa dia bertemu lagi dengan Riyu.


Dulu karena mereka saling terikat akibat tubuh dan jiwa tertukar, tetapi kini mereka sudah kembali ke tubuh masing-masing. Balas dendam Keyko juga sudah dibantu oleh Riyu. Jadi tidak ada yang mengikat mereka lagi.


Atau sebaiknya, dia ikut campur karena mau menghadapi Minami saja. Namun, sekarang dimana Minami pun tidak tahu? entahlah.


Keyko menggelengkan kepalanya. Hana menatap aneh.


"Kau kenapa?" Hana menatap ke arah Keyko.


"Tidak ada. Ayo ke kelas bersama!" Keyko mengajak Hana.


Keyko dan Hana masuk ke kelas bersama untuk belajar.


***


Riyu di kantor, di tempat kasino miliknya. Saat ingin dia memeriksa semua pekerjaan yang dia tinggalkan atau ditangani oleh Rihito.


Riyu melihat ke arah Rihito.


"Rihito ....."

__ADS_1


"Iya Bos."


"Bagaimana keadaan mu saat ini? luka tembak mu bagaimana?"


"Sudah lebih baik, Bos. Aku sudah tidak apa-apa."


"Baguslah. Semua pekerjaan disini tidak ada masalah dan pembukuan keuangan juga aman. Kau sangat bagus dalam menangani semua yang ada disini." Riyu memuji Rihito. Rihito terlihat senang.


"Kerja bagus, Rihito," ucap Riyu kembali.


"Terima kasih Bos." Rihito senang dan tersenyum.


Kemudian mata Riyu berubah jadi tajam dan serius.


"Apa sudah dapat kabar dimana Sano dan gadis itu?"


"Info yang ku dapatkan, kalau mereka bersembunyi di tempat vila Sano yang jauh dari kota Tokyo ini."


"Lalu?"


"Penjagaan mereka sangat ketat di sana, Bos. Jadwal sebaiknya kita harus bagaimana, Bos?"


"Kirim beberapa anak buah kita ke tempat mereka, lalu bunuh mereka. Jika perlu bom saja tempat tersebut!"


Glek, Rihito menelan salivanya. Terlihat jelas mata Riyu yang menakutkan. Akan tetapi, itu wajar karena Rihito sendiri juga kesal terhadap Sano. Dia juga ingin balas dendam karena Sano sudah berani menggangu dan mencelakakan bosnya lagi.


***


Tepat di tengah malam, beberapa orang menyelinap ke tempat Sano dan Minami berada. Mereka adalah anggota dari Riyu dan Rihito. Mereka menyelinap dan menyerang beberapa anak buah Sano. Mereka lumpuhkan dan dihabisi.


Kemudian mereka meletakkan beberapa bom di titik-titik yang dianggap strategis untuk menghancurkan Vila tersebut beserta orang-orang yang ada di vila tersebut.


Sano terbangun di tengah malam. Dia berjalan ke arah dapur dan mau minum. Namun, dia merasakan gerakan dan suara-suara aneh. Sano curiga. Dia mencoba memeriksa keadaan sekitar.


Minami juga terbangun dan melihat gerakan aneh Sano. Dia mendekati Sano.


"Ada apa?"


Bukan dijawab tapi mulut Minami malah ditutup oleh tangan Sano. Sano mengisyaratkan agar tidak bersuara.


"Diam!" Sano berbisik.


Bersambung....

__ADS_1


Like dan komen ya kak.


Thanks by Author Libra.


__ADS_2