Gangster Dalam Diriku

Gangster Dalam Diriku
Bab 51.


__ADS_3

Semenjak mereka mengetahui kebenarannya tersebut, bahwa mereka berdua saling mengenal dari kecil, kini setelah mengetahui hal tersebut membuat Keyko dan Riyu semakin dekat saja.


Riyu kini percaya kalung tersebut memang membawa kebahagiaan untuk diri seperti pesan kakek kitaro di akhir hayatnya. Mungkin saja roh kitaro ada di kalung tersebut untuk menjaga Riyu dan membawa kebahagiaan untuknya. Riyu semakin bahagia kini karena ada Keyko di sampingnya.


Namun, kebahagiaan tersebut tidak bisa selamanya tenang, damai dan mulus. Ada saja batu-batu kerikil dan masalah yang datang. Seperti Sano dan Minami. Mereka yang bersiap untuk menghancurkan Keyko dan Riyu.


Di sisi lain. Rihito masih pusing antara masalah dirinya sendiri dengan Hana. Mereka kini melakukan janjian ketemuan di sebuah restoran diruangan privat.


Hana menatap Rihito. Rihito masih diam. Minuman mereka berdua pun belum disentuh mereka.


"Hana, aku tahu aku bukan laki-laki baik." Rihito memulai pembicaraan. Hana hanya diam mendengarkan.


"Namun, jika kau memerlukan aku untuk bertanggung jawab, katakan saja. Aku sudah berpikir dalam waktu lama. Aku bersedia bertanggung jawab. Tapi aku hanya seorang pria jahat dari kelompok naga terbang. Aku ...."


"Aku tidak masalah." Hana memotong perkataan Rihito. Dia menyukai Rihito dan Rihito berniat bertanggung jawab. Hana merasa senang. Mata Hana berkaca-kaca. Bukan karena kacamata Hana. Itu karena air matanya menggenang ditahan oleh Hana.


Rihito menatap ke arah Hana.


"Kau tetap mau dan tidak masalah."


"Dari awal sudah ku katakan, aku menyukai mu. Jadi seperti apa pun dirimu aku tetap menyukai mu."


Hana tersenyum lembut bisa disertai air matanya mengalir. Rihito tersentuh. Dia segera bergeser duduk di sebelah Hana dan memeluk Hana dengan erat.


"Maaf dan terima kasih, " ucap Rihito.


"Tidak. Aku yang berterima kasih, Kak Rihito."


Kedua berpelukan dengan hangat.


***


Liburan telah tiba. Mereka sudah menerima rapot dan nilai Keyko bagus semua. Hana nilainya biasa saja. Namun, dia terlihat bahagia selalu. Keyko dan Hana naik ke kelas 3 dan sekarang waktunya liburan panjang.


Hana kini kembali bersemangat. Karena hubungan dirinya dengan Rihito jauh lebih baik sekarang. Dia selalu tersenyum dengan ceria. Keyko saja bisa melihat kegembiraan Hana.


"Hana, kau lebih bahagia sekarang. Syukurlah."


"Tentu saja." Hana begitu bersemangat.


"Jadi kau dan Rihito baik-baik saja sekarang?"


"Tentu saja."


Keduanya tersenyum.


Mereka sedang pulang bersama. Ditengah jalan malah bertemu dengan sekelompok preman. Para preman malah mau mengganggu kedua gadis tersebut. Hana jelas terlihat ketakutan, tetapi Keyko tentu saja dia lebih tenang. Karena dia sekarang jago berkelahi.


"Hey cewek. Cakep juga nih."


"Yuk kita godain. Hehehe."


Hana berlindung dibalik belakang Keyko, dia menarik baju Keyko mengajak kabur saja.


"Kita kabur saja, Key." Hana terlihat takut.


"Tenang saja Hana. Berlindung lah."


Para preman mendekat dan mau menyentuh, tetapi segera dicegah Keyko. Dia menendang preman tersebut. Preman lain kaget dan segera menyerbu Keyko. Keyko pun menunjukkan keahlian dalam bertarungnya.

__ADS_1


Dengan secepat kilat dan dengan gerakan gesit Keyko menghajar para preman. Dia meninju, menendang, memukul dan membuat para preman babak belur. Semua akhirnya bertekuk lutut dihadapan Keyko.


"Ampun! ampuni kami!"


Mereka semua berlutut.


"Baik. Pergi sana. Jangan muncul lagi di hadapan kami berdua. Paham kalian!" bentak Keyko bersikap sok kejam.


Mereka semua mengangguk dan para preman pun akhirnya kabur.


Keyko tersenyum dan Hana mengacungkan jempolnya.


"Hebat, Key!"


"Hehehe." Keyko malah terkekeh.


Tidak jauh malah ada suara tepuk tangan. Ternyata dari kejauhan Riyu dan Rihito telah menyaksikan sepak terjang dari Keyko.


Keyko tersipu malu. Sedangkan Hana malah berlari ke arah Rihito dan memeluknya. Keyko dan Riyu malah tercengang.


"Eh?" Keyko melirik Hana dan Rihito.


"Sejak kapan kalian makin lengket? sudah resmi nampaknya ya." Goda Riyu kepada Rihito.


Rihito cuek saja. Dia hanya tersenyum melihat Hana yang memeluknya. Hana ternyata begitu menyukainya.


Riyu dan Keyko merasa dicuekin. Riyu akhirnya menarik tangan kekasihnya dan membawanya pergi. Mereka membiarkan Hana dan Rihito berdua saja.


Keyko dan Riyu kini ada dalam mobilnya Riyu. Riyu mau mengantarkan Keyko pulang.


"Tidak apa-apa kita tinggalkan mereka?"


"Ah, baiklah." Keyko mengerti sekarang.


"Liburan ini mau ngapain saja dan kemana?"


"Tidak tahu. Di rumah saja mungkin."


"Kita berlibur bagaimana?"


"Lagi? Mau kemana?" Keyko mengerutkan keningnya.


Riyu malah tersenyum manis. "Nanti juga kan tahu." Riyu mengedipkan sebelah matanya.


***


Dan benar saja, mereka berlibur bersama. Keyko dibawa Riyu ke sebuah pulau pribadi milik Riyu. Entah di mana pulau tersebut, yang jelas pemandangannya sangat indah. Mereka menggunakan pesawat pribadi ke tempat tersebut.


Kali ini Hana dan Rihito tidak ikut serta. Katanya Rihito harus mengurus kasino milik Riyu di pusat kota Tokyo. Jika sudah selesai, mungkin saja Rihito dan Hana akan menyusul.


Keyko dan Riyu sampai di sebuah rumah besar dan megah. Mereka masuk dan membawa barangnya. Keyko mendapatkan kamar yang pemandangan menghadap ke arah lautan. Sungguh indah. Jika pagi bisa melihat pemandangan yang indah dan jika malam bisa melihat bulan dan bintang. Udara segar pun bisa terhirup dari kamar keyko.


Riyu memilih kamar sebelahnya. Dia tidak mau jauh dari kekasihnya. Setelah berberes barang di kamar, Riyu mengajak Keyko berkeliling pulau. Menggunakan sepeda motor mereka berboncengan berdua. Keyko berpegangan dengan erut pada Riyu, Keyko melingkarkan tangannya di pinggang Riyu dengan memeluk erat.


Kebersamaan tersebut terasa sangat hangat. Keyko dan Riyu tersenyum bersama.


Sampai di atas puncak, mereka berhenti. Keyko di genggam tangannya oleh Riyu. Mereka melihat pemandangan di atas puncak bersama.


"Indahnya," ujar Keyko sambil mengagumi keindahan pemandangan tersebut.

__ADS_1


"Kau suka, Key?" Riyu menatap lembut kekasihnya.


"Suka."


Riyu memeluk Keyko dari belakang Keyko. Keyko merasakan kehangatan dari pelukan Riyu. Keduanya berpelukan sambil menikmati pemandangan yang ada.


Usai menikmati kebersamaan dan pemandangan tersebut, Riyu kembali mengajak Keyko ke tempat lain. Mereka berkendara sepeda motor kembali. Kemudian menuruni jalan. Setelah cukup lama sampai di tepi pantai ada sebuah kapal pesiar. Riyu membawa Keyko menaiki kapal pesiar tersebut. Keyko merasakan udara laut yang segar dan menikmati pemandangan laut.


Di tengah lautan, Riyu menghentikan kapal pesiar tersebut. Dia mengajak Keyko memancing bersama. Mereka tertawa bersama dan bersenang-senang bersama.


"Andai bisa terus begini, ya," ucap Keyko sambil menyandarkan kepalanya di bahu Riyu.


"Kalau kau mau maka kita akan sering kemari."


" Tapi pulau ini begitu sunyi, ya. Kita seperti hidup berdua saja."


"Sebenarnya banyak anak buahku. Namun, mereka berjaga di sekitar pulau dan rumah besar. Tidak terlihat, tetapi ada."


"Oh, begitu rupanya."


"Iya. Jika tidak bagaimana ada semua fasilitas ini jika tidak disediakan dan dijaga anak buah ku." Riyu mengacak-acak rambut Keyko dengan lembut.


Keyko merapikan kembali rambutnya. Pancingan Riyu bergerak.


"Eh, ikan. Ikan terpancing!" seru Keyko.


Riyu segera menarik pancingan tersebut dan seekor ikan besar telah terpancing oleh Riyu. Keduanya tersenyum bahagia.


Malam hari mereka masih di kapal pesiar tersebut. Ikan hasil pancingan Riyu telah dimasak Riyu. Di kapal pesiar tersebut begitu banyak alat tersedia. Sehingga mereka dengan gampang memakainya.


Riyu membakar Ikan tersebut dengan bara api yang ada beserta tempatnya. Setelah matang mereka makan bersama. Sungguh enak makan ditambah lagi pemandangan laut di malam hari yang indah.


Usai makan, Keyko dan Riyu menikmati pemandangan laut dan langit.


"Lihat bintang indah sekali." Keyko tersenyum bahagia menatap langit.


'Hem, seindah senyuman diri mu, Key," ucap Riyu sambil memandang Keyko.


Keyko menoleh ke arah Riyu. Keduanya saling memandang. Riyu mendekatkan wajahnya dan cup. Terjadilah kecupan mesra dari Riyu. Dia, mengulum, mengusai dan mendominasi bibir manis milik Keyko. Keyko memejamkan kedua matanya mengikuti gerakan lidah dan bibir milik Riyu.


Suasana malam yang romantis di tambah adegan mereka berdua yang romantis.


Riyu masih mengecup Keyko dengan mesra, bahkan mengangkat tubuh Keyko dan menggendong ala style bridal tanpa melepaskan kecupannya.


Riyu membawa Keyko masuk ke ruang yang ada, kamar utama di kapal pesiar tersebut. Dia masih mengecup Keyko. Sampai di kamar, mereka memasuki sebuah tempat tidur. Riyu baringkan tubuh Keyko sambil masih mengecup bibir nya.


Keduanya bahkan berpelukan mesra dan saling menempel. Hawa tubuh Riyu dan Keyko memanas. Tidak puas mengecup, Riyu mulai meraba daerah lain, hal tersebut menyadarkan Keyko.


"Tidak! jangan!" ucap Keyko dengan bergetar dan menahan gejolak jantung yang sudah bagian deburan ombak.


Riyu pun tersadar dan menghentikan aksinya. Dia melepaskan kecupan mesra mereka. Riyu bergeser dan duduk di tepi ranjang. Keyko menjaga seru napasnya agar kembali stabil.


"Maafkan aku." Riyu memandang Keyko dengan perasaan bersalah. Riyu bangkit dan membiarkan Keyko di dalam kamar sendirian.


"Riyu!" gumam Keyko menatap Riyu yang keluar dari kamar.


Bersambung.


Klik like dan kasih komentar ya kak. Thanks.

__ADS_1


__ADS_2