Gangster Dalam Diriku

Gangster Dalam Diriku
Bab 61.


__ADS_3

Ken dan Riyu saling bertatapan. Riyu menghampiri Ken. Dia menatap tajam ke arah Ken. Ken hanya tersenyum dan terlihat santai serta tenang. Riyu kini ada dihadapan Ken.


"Oh kau? kebetulan sekali bertemu disini?" Ken tersenyum.


"Benarkah kebetulan? apa kau sengaja melakukannya?" tatap Riyu tajam.


"Maksudnya?"


"Kau datang ke kasino ku, sekarang mendekati Keyko. Apa maksud dan tujuan mu?"


"Oh, itu hanya kebetulan saja."


"Ini bukan kebetulan, tetapi kau sengaja!"


Ken tersenyum, ternyata Riyu pintar juga.


"Jika aku menyinggung mu, maafkan. Aku hanya mau berteman saja."


"Tidak perlu. Jangan kau dekati Keyko lagi saja. Dan jangan menyentuhnya!" ancam Riyu.


Ken hanya tersenyum dan dia langsung pamit. Kemudian mobil Ken melaju dan hilang dari pandangan Riyu.


Riyu kemudian menatap jendela kamar Keyko.


Keyko baru saja masuk ke kamarnya. Dia lalu berganti pakaian dengan pakaian rumah. Tak lama kemudian ponselnya berbunyi. Keyko melihat dan tertera nama Riyu di layar ponsel.


"Riyu?"


Keyko segera menjawab panggilan tersebut.


"Iya. Halo."


"Key, keluar lah. Aku ada di depan pintu rumah mu."


"Kenapa tidak memencet tombol pintu rumah saja. Kenapa menelepon."


"Aku mau mendengar suaramu juga sekalian. Kini aku mau melihat mu, sayang."


Ucapan kata sayang seketika membuat hati Keyko menghangat. Dia segera turun dan keluar membukakan pintu untuk Riyu.


Setelah pintu terbuka, Riyu masuk ke dalam rumah. Keyko mengajaknya duduk di sofa. Riyu langsung memeluk Keyko. Dia merindukan Keyko.


Keyko kira Riyu melupakannya, tetapi tidak rupanya. Mungkin saja selama ini Riyu sangat sibuk sehingga lupa memberikan kabar. Kini setelah keduanya bertemu serasa hangat sekali.


"Riyu? eh Kak Riyu, mau minum apa?" Keyko melepaskan pelukan mereka.


"Nanti saja. Aku masih merindukanmu." Riyu langsung memeluk lagi Keyko dan mengecup bibir Keyko dengan rakus. Dia mengulum dan menikmati kebersamaan tersebut. Keyko membiarkan saja. Karena dia juga merindukan kekasihnya tersebut.


Namun, kecupan tersebut semakin menuntut. Keyko sampai kehabisan napas. Keyko menepuk pelan pundak Riyu. Riyu segera melepaskan pelukan dan kecupan tersebut.


"Maaf, Key!"


"Tidak apa-apa. Aku hanya kehabisan napas saja. Kau sangat berbeda kali ini."


"Aku cemburu." Riyu tersenyum.

__ADS_1


Keyko menoleh. "Hah? cemburu?"


Keyko kemudian teringat sesuatu.


"Apa kau tadi melihat hal itu?" Keyko mulai menebak. Jangan-jangan Riyu melihat Ken mencium Keyko.


Riyu hanya mengangguk. Keyko langsung memeluk Riyu. "Maafkan aku. Aku tidak sengaja melakukannya. Dia tiba-tiba saja melakukan itu. Aku pun marah." Keyko berusaha menjelaskan.


"Aku tahu. Aku percaya."


"Benarkah?"


"Iya."


Keduanya tersenyum hangat.


Keyko mengambil minuman dingin untuk mereka berdua. Kemudian mereka duduk kembali di sofa bersebelahan.


"Key, dari mana kau mengenal Ken?"


"Oh, waktu itu kebetulan saja anak buahnya menolong aku dan Hana. Kemudian hari ini di acara sekolah, dia juga muncul sebagai tamu kepala sekolah. Maka itu kami jadi kenal."


"Hem, menjauh lah darinya ya, Key. Aku merasa sesuatu bahaya pada diri Ken."


"Apa itu?"


"Entahlah, aku belum tahu. Tapi berhati-hati ya , sayang!" Riyu mengecup kening Keyko.


Keyko mengangguk.


"Emm, Kakek kali ini pergi agak lama. Dia akan menginap di rumah temannya katanya."


"Hem, kalau begitu aku temani kau saja malam ini ya, bagaimana?" Riyu menaikkan alis matanya sebelah. Keyko merasa tanda-tanda aneh.


"Jangan berpikir aneh, ya. Tidak! berdua saja di rumah tidak baik."


Keyko segera menggeleng dan Riyu tersenyum.


Keduanya saling berbincang dan menghabiskan waktu. Bahkan Riyu makan malam di rumah Keyko. Keyko bahagia ternyata dia dan Riyu masih baik-baik saja hubungannya. Mereka berdua nampak bahagia.


Karena sudah semakin larut malam, Riyu pun pamit pulang. Dia sebenarnya ingin tinggal, tetapi Keyko bilang sebaiknya pulang saja. Dia baik-baik saja. Riyu akhirnya pulang.


Diperjalanan pulang, Riyu menelepon beberapa anak buahnya mengatakan lakukan penjagaan ketat di sekitar rumah Keyko dan jaga Keyko dari jarak jauh. Jika ada bahaya bisa segera di tolong. Para anak buah Riyu pun segera melaksanakan perintah.


Riyu kembali ke Kasino. Rihito menyambut dirinya.


"Ada apa, Bos?"


"Rihito, coba kau selidiki Ken dan Jason sekarang juga!"


"Eh, kenapa tiba-tiba sekali? apa mereka dua tamu yang pernah main ke kasino kita ini?"


"Iya."


"Baiklah, Bos. Akan segera aku lakukan. Aku akan cari informasi tentang mereka berdua."

__ADS_1


Rihito pamit dan segera menjalankan perintah. Kini Riyu sendirian di ruangan kantornya.


Riyu terus merasa aneh dengan Ken dan Jason. Dia merasa harus waspada kepada mereka berdua. Entah siapa mereka sesungguhnya dan apa motif mereka, Riyu juga belum tahu. Dia merasa harus waspada saja.


***


Keesokan harinya.


Ken dan Jason sudah menunggu Keyko pulang kembali dari sekolah. Kali ini Keyko sendirian karena Hana sudah duluan dari tadi.


Saat di jalan, Keyko kembali melihat Ken. Keyko sudah tidak mau tahu tentang Ken lagi. Sehingga dia pun menghindar, tetapi Ken terus mengikuti.


"Kau mau apa, sih?"


"Hanya mau berteman. Aku juga mau minta maaf." Ken tersenyum.


Senyuman tersebut seperti hal aneh bagi Keyko.


"Tidak perlu. Jangan cari aku lagi!"


"Apa kekasihmu marah, ya?"


"Eh? kau tahu kekasihku?"


"Iya. Aku juga mengenalnya. Bagaimana kalau kita berbincang di dekat toko es krim saja? pasti lebih menyenangkan."


Keyko melihat ke arah Ken. Hati Keyko meragu, tetapi Ken terus membujuk sekalian ada hal penting yang mau dia sampaikan. Akhirnya Keyko mengiyakan saja.


Di toko es krim. Keyko dan Ken memesan dua cangkir es krim ukuran besar dengan varian rasa. Keyko terpukau melihat es krim tersebut. Rasanya pasti enak. Ken tersenyum. Gadis SMA ternyata sama dimana-mana. Pasti menyukai es krim.


Jason hanya menunggu di sisi lain, sedangkan Keyko dan Ken menikmati es krim mereka.


"Wah, enak sekali!" seru Keyko sambil melahap es krimnya.


"Syukurlah kau suka." Ken tersenyum.


"Eh, apa yang mau kau bicarakan."


"Habiskan saja dulu es krimnya. Sayang kalau mencair."


Akhirnya Keyko menikmati es krimnya dahulu. Ken hanya diam memperhatikan.


Di tempat lain.


Rihito dengan susah payah, akhirnya menemukan informasi tersebut. Dia segera menemui Riyu dan melaporkan informasi tersebut.


Riyu membaca dokumen informasi dari Rihito. Dia begitu kaget, ternyata Ken dan Jason bukanlah orang sembarangan. Mereka dari sindikat mafia di Italia. Bahkan dahulu mereka pernah beroperasi di Jepang dengan sembunyi-sembunyi. Hingga kini juga masih beroperasi di Jepang secara rahasia.


Dan sebuah perusahaan juga menjadi pusat mereka di Jepang. Perusahaan Hi Corp. Saat Riyu membaca data perusahaan tersebut, dia teringat itu bukannya dahulu adalah perusahaan Papanya.


"Jangan-jangan ...." Riyu tertegun cukup lama. Dia meremas dokumen yang dia baca saat ini.


Bersambung....


Yuk di klik like dan kasih komentar ya kak. Thanks.

__ADS_1


Semua revisi sudah selesai ya kak. Selamat menikmati membaca kembali ya. Sebelumnya ada revisi dari bab 54 hingga bab akhir, sekarang revisi sudah selesai semua. Selamat membaca ya. 🤗


__ADS_2