
"Iya kak. Inilah hadiah kejutan ku. Kau suka kan?" Keyko alias Riyu menatap tajam dan tersenyum sinis.
Seto mengepalkan tangannya. Dia merasakan hawa panas di hatinya.
Seto tidak menyangka kalau Keyko akan melakukan hal tersebut di acara pestanya. Dia menatap kesal dan marah sekaligus malu. Tapi baik Keyko dan Riyu hanya tersenyum serta bersikap santai.
"Kalau begitu kami pergi dahulu. Enjoy your time." Keyko alias Riyu memegang tangannya Keyko asli yang dianggap sebagai Riyu dimata semua orang.
Semua para gadis dan anak cowok mulai kasak kusuk melihat Keyko terlihat memegang mesra tangannya Riyu. Seto menjadi kesal. Dia mulai hendak melayangkan tinju ke arah Riyu. Padahal itu adalah Keyko.
"Beraninya kau mengacaukan pesta ku. Awas kau!"
Seto melayangkan sebuah tinjauan. Tapi dengan sigap Riyu alias Keyko menghindari tinju tersebut. Bahkan dia menangkap tangan Seto lalu membantingnya di depan hadapan semua orang. Seto terkapar di lantai dengan tubuh yang merasakan sakit.
"Lain kali berhati-hati lah." tatap Riyu (Keyko) dengan dingin.
Semua yang melihat malah tertawa. Seto merasakan malu. Keyko (Riyu) berjongkok dan memandang ke arah Seto.
"Lain kali berhati-hati lah, makanya jangan asal mempermainkan perasaan orang. Sekarang terkena diri sendiri baru tahu rasanya kan." dia tersenyum dan alis matanya naik sebelah.
Seto tertegun. Sekarang dia baru menyadari, ternyata dia telah dipermainkan selama ini. Kepalanya Seto tertunduk.
"Maaf. Aku tidak menerima cinta mu. Karena aku sudah punya pacar. Kami pergi, dan lanjutkan saja pesta kalian. Bye." Keyko (Riyu) bangkit berdiri dan menarik tangannya Riyu (Keyko) di hadapan semua orang. Mereka berdua pergi meninggalkan rumah Seto, pergi dari acara pesta tersebut.
Saki mendekati Seto, dia hendak membantu Seto berdiri serta mengulurkan tangan, tapi Seto bangkit berdiri sendiri dan menepis tangan Saki. Seto terlihat kesal sekali.
Untuk membuat suasana kembali membaik, Saki mengalihkan perhatian semua orang dan mengajak mereka kembali berpesta. Musik yang sempat berhenti karena keributan tadi, tapi sekarang kembali dimainkan musiknya. Acara pesta pun kembali dilanjutkan, tapi Seto sudah tidak enak hati. Dia pergi menyendiri dan memberikan semua yang ada pesta menikmati acara tersebut tanpa dirinya.
Di sisi lain.
Keyko dan Riyu sudah di dalam mobil mewah. Mereka sudah ada di jalan. Keyko asli menatap ke arah Riyu asli. Dia melihat Riyu terlihat santai dan sangat keren tadi. Keyko tersipu. Riyu pun menyadari tatapan Keyko.
"Jangan terus melihat ku. Nanti kau jatuh cinta." Riyu asli memandang ke arah Keyko asli.
Keyko asli membuang muka. Dia menatap ke arah yang lain.
"Terima kasih." ucap Keyko asli.
__ADS_1
"Tak masalah. Santai saja."
Suasana keduanya kemudian kembali hening. Supir di depan terus menyetir tanpa memedulikan bosnya di belakang dengan Keyko. Si supir saat ini adalah Rihito. Dia diminta untuk menemani dan sementara ini menjadi supir.
"Hem. Yang di belakang lagi ngapain ya? Mau mengintip tapi nanti dimarah bos pula. Lagian juga sedang menyetir. Hadeh. Jadi kepo aku." keluh Rihito dalam hatinya.
Sekarang Rihito sudah mengetahui rahasia bosnya yaitu jiwa Bosnya yang tertukar dengan jiwa gadis yang bernama Keyko tersebut. Tapi masalah hubungan cinta di antara Bosnya dan gadis tersebut, dia tidak tahu pasti kebenarannya.
Walaupun awalnya Rihito susah mengerti tapi setelah dijelaskan dia akhirnya memahami situasi bosnya. Kini dia hanya bisa geleng-geleng kepala saja. Tak dapat dipercaya rasanya kalau bosnya bisa bertukar jiwa dan raga dengan seorang gadis SMA. Tapi itulah kenyataannya. Rihito kembali fokus menyetir mobil.
Riyu asli menatap ke arah Keyko kembali.
"Tadi kau sangat hebat ya."
"Aku?"
"Iya. Dengan sigap kau membanting Seto di hadapan semua orang. Bagus. Ada gunanya juga kau belajar bela diri." Riyu tersenyum.
"Ah ... itu. Pria brengsek itu, biar dia tahu rasa. Dan terima kasih, ini berkat kau juga." Keyko bersungguh-sungguh berterima kasih.
"Setelah ini mau kemana kita? kalau pulang masih terlalu awal. Jadi mau kemana?"
"Iya. Kemana? kalau kita jalan-jalan bersama, kau mau kan?"
"Hah? jalan-jalan?"
"Iya."
"Kita berdua? tapi kemana?"
Keyko menatap lurus ke arah Riyu. Riyu hanya tersenyum dan lirikan matanya mengandung sebuah arti. Keyko malah menatap bingung.
Beberapa saat kemudian sampailah mereka di tempat yang dituju, ternyata Riyu mengajak Keyko pergi jalan-jalan ke Taman Yoyogi. Kini keduanya berjalan-jalan santai berdua. Hanya Rihito sendirian saja menjauh dari keduanya. Dia hanya melihat dari kejauhan.
Riyu dan Keyko berjalan santai sambil menikmati pemandangan alam di sekitar mereka. Walaupun keduanya saat ini hanya diam sambil menikmati alam di sekitar tapi pikiran keduanya entah apa saja yang terlintas. Tapi tentu saja terasa nyaman dan damai berjalan santai di tempat tersebut sambil menikmati pemandangan alam yang sungguh sangat terlihat bagus dan menciptakan suasana yang luar biasa di taman Yoyogi tersebut.
Udaranya begitu sejuk dan nyaman. Riyu dan Keyko begitu menikmati suasana tersebut. Keduanya kemudian saling pandang dan tersenyum. Dari kejauhan Rihito sampai menggosok-gosok kedua matanya. Serasa tak percaya Rihito, benarkah itu bosnya. Bosnya tersenyum dengan orang lain yang belum lama di kenalnya.
__ADS_1
"Bos tersenyum dan terlihat bahagia ...." gumam Rihito sendirian.
Bosnya yang biasa dingin dan tanpa emosi kini terlihat tersenyum dan lebih bahagia. Rihito ikut senang sambil melihat dari kejauhan. Walau rasanya tak percaya tapi nyatanya memang Bosnya terlihat bahagia.
"Syukurlah bos terlihat bahagia." ucap Rihito sendirian. Dia pun senang.
Namun di tempat tersebut lama kelamaan begitu banyak pasangan muda mudi berdatangan. bahkan ada yang piknik di tempat tersebut. Ada yang menjalin kasih karena berpacaran. Mereka terlihat mesra. Seketika Riyu dan Keyko juga ikut melihat hal tersebut. Dimana beberapa pasangan begitu saja mengumbar kemesraan.
Keyko dan Riyu nampak sedikit mulai agak canggung. Keduanya saling menatap.
"Kita duduk di sana bagaimana?" ajak Riyu.
"Baiklah." Keyko menurut.
Keduanya duduk di kursi panjang sambil menghadap menatap sebuah danau. Niatnya Riyu agar mereka melihat dan menatap danau agar tidak terganggu oleh beberapa pasangan muda mudi tersebut. Tapi ternyata tepat di dekat kursi panjang di sebelah mereka juga ada sepasang kekasih yang sedang berpelukan mesra lalu saling melakukan kiss.
Seketika wajah Keyko asli memerah. Dia melihat ke atas langit. Dan Riyu asli hanya menatap ke arah danau saja.
Hening terasa, tak ada obrolan. Yang terdengar hanya suara sepasang kekasih yang di dekat mereka saling umbar kemesraan. Keyko lama-lama merasa risih. Dia kemudian menatap ke arah Riyu, bagaimana keadaan Riyu di saat keadaan seperti ini.
Namun begitu kagetnya Keyko saat melihat mata Keyko dan Riyu saling beradu pandang. Ternyata Riyu menatap ke arah Keyko.
"Aku ...." Keyko terhenti berucap melihat kedua mata Riyu.
"Apa kau merasa canggung? aku kira ini tempat yang bagus untuk berjalan-jalan. Ternyata banyak pasangan yang kemari. Maaf."
"Tak apa-apa. Kau kan tidak tahu. Lagian sebenarnya tempat ini juga bagus. Pemandangannya sangat bagus." Keyko mengalihkan pandangannya.
"Apa kau merasa canggung?" Riyu mendekati Keyko dan hendak melihat wajahnya Keyko yang saat ini menggunakan tubuh dan wajahnya.
"Ah itu ...." Keyko melihat kembali ke Riyu tapi ucapannya terhenti karena saat melihat Riyu, wajah Keyko dan Riyu begitu sangat dekat. Dia terdiam seketika.
Keduanya diam dan saling bertatapan.
Bersambung....
Klik like dan kasi komentarnya ya kak untuk mendukung karya ini.
__ADS_1
Thanks by Author Libra.