Gangster Dalam Diriku

Gangster Dalam Diriku
Bab 28.


__ADS_3

Tindakan Keyko membuat Riyu tertegun dan diam. Tapi pelukan tersebut terasa hangat dirasakan oleh Riyu. Tangan Riyu hendak terulur memeluk juga tapi tak jadi karena pihak suster datang hendak melihat kondisi pasien. Keyko pun segera melepaskan pelukannya.


Keyko baru sadar kalau dia telah memeluk Riyu barusan saja.


Karena ada suster, maka Keyko keluar dan membiarkan suster yang merawat Riyu.


Untuk sementara Riyu yang sebagai Keyko tidak masuk sekolah dahulu. Dia harus di rawat di rumah sakit. Kakek Yamada juga masih di rumah sakit, walaupun keadaannya sudah lebih baik tapi Keyko yang sebagai Riyu tetap meminta kakeknya agar tetap di rawat di rumah sakit.


Untuk masalah Hana, Riyu sudah bercerita maka Keyko dan Rihito mendatangi rumah Hana. Keyko yang terlihat sebagai Riyu mendatangi rumah Hana dan membantu sebisanya.


Biaya pengobatan ayahnya Hana di tanggung, toko kedai mie nya di rehab dan memberikan uang yang cukup banyak untuk pengobatan selajutnya hingga benar-benar sembuh. Sekalian biaya hidup karena tidak bisa berjualan sementara kedai mie direhab.


Hana awalnya menolak, tapi karena dikatakan ini permintaan Keyko maka akhirnya Hana menerima bantuan tersebut.


Untuk kepala sekolah, walaupun Keyko dan Riyu tak mau menolong tapi Kepala sekolah kecelakaan karena dirinya juga. Sehingga diberikan biaya pengobatan dan biaya rumah sakit selama di rawat di rumah sakit.


Setelah semua beres di urus, selanjutnya Keyko fokus ke Kakeknya dan Riyu. Setiap hari Keyko mendatangi kakek Yamada dan menjenguk Riyu juga di rumah sakit.


Hari-hari Keyko dan Riyu nampak tentram, damai dan tenang. Riyu bahkan senang bisa bersama Keyko dan Kakeknya. Dia merasakan hangatnya kebersamaan keluarga.


Kakek Yamada yang masih mengira Keyko dan Riyu pacaran, sama sekali tidak curiga sekalipun. Kakek Yamada malah tertawa senang melihat kedekatan Riyu dan Keyko.


Hari dimana Kakek Yamada harus pulang akhirnya tiba. Keyko yang sebagai Riyu mengantar Kakek sampai ke rumah. Dia juga meminta agar kakek menghubungi dirinya jika memerlukan sesuatu ataupun bantuan. Yamada juga di minta agar istirahat di rumah saja.


Yamada mempunyai toko kecil-kecilan yang menjual kain-kain bakal yang akan dijadikan bahan pakaian. Jadi selama tutup maka dia istirahat di rumah saja. Bahkan Keyko yang sebagai Riyu dari pagi hingga siang akan menemani kakeknya. Sedangkan dari siang ke sore dia akan menemani Riyu di rumah sakit


Malam harinya, dia baru pulang bersama Rihito. Untuk masalah kasino dipercayakan sepenuhnya ke Rihito.


Suatu siang di rumah sakit saat di ruangan kamar pasien.


"Key ... sudah setiap hari kau berkunjung, apa tak apa-apa?" Riyu menatap Keyko.


"Tidak apa-apa. Aku kan menjenguk mu sekalian merawat serta menjagamu."


"Masalah itu kan sudah ada dokter dan suster di sini."


"Tapi orang-orang tahunya aku pacar mu kan, maka aku harus setiap hari datang. Ijin di sekolah sudah ku urus kok. Masalah yang lain juga sudah di urus." Keyko tersenyum.


"Hem. Baiklah."


"Mau makan? aku membawa bekal untuk mu. Walaupun tidak pandai masak tapi rasanya lumayan kok."


"Baiklah."


Keyko langsung mengambil bekal kotak nasi dan membukanya. Hidangan bento pun terlihat oleh Riyu. Keyko bahkan menyuapkan makanan tersebut ke Riyu. Riyu tertegun dan diam.


"Ayo buka mulut mu?"

__ADS_1


Riyu pun akhirnya membuka mulutnya dan memakan makanannya. Suasana tersebut terasa hangat bagi Riyu.


Flashback.


Riyu yang masih muda pingsan. Sebelumnya beberapa orang ada yang mengejarnya tapi malah tak jadi menangkap Riyu dikarenakan mobil yang melintas tersebut berhenti. Karena mobil tersebut hampir saja menabrak anak kecil. Syukurlah tidak kena, Riyu hanya kaget dan pingsan.


Seorang pria paruh baya yang sudah tua, keluar dari mobil mewahnya. Dia berjalan ke arah Riyu yang sudah pingsan. Sang supir pun ikut turun.


Supir memeriksa keadaan Riyu. Pria tua tersebut melihat ke arah supirnya.


"Bagaimana keadaan anak itu?"


"Dia pingsan bos." jawab supir ke bosnya.


"Bawa dia ke mobil cepat. Kita bawa pulang ke rumah."


"Baik."


Mereka pun membawa Riyu dan memasukkan ke dalam mobil. Mobil pun melaju meninggalkan tempat tersebut.


Para pengejar pun tak bisa mengejar pasalnya mereka tahu siapa pria tua tersebut. Mereka tak mau cari masalah akhirnya membiarkan Riyu pergi.


Keesokan Riyu sadar. Begitu sadar dia melihat sebuah kamar yang bagus furniturenya. Banyak barang mewah dan mahal.


Riyu berusaha bangkit dan duduk, seorang pria tua masuk ke dalam kamar dan melihat Riyu sudah sadar. Dia datang mendekat dan duduk di dekat Riyu.


"Kau sudah sadar nak?"


"Kau si rumah ku."


"Kakek siapa?"


Iya benar. Pria tua tersebut sudah seperti seorang kakek-kakek maka karena itu Riyu memanggilnya kakek.


"Aku? namaku Kitaro Matsumoto. Ketua dari kelompok naga terbang."


"Aku Riyu Himura."


Semenjak itulah Kakek Kitaro merawat Riyu. Riyu tinggal menetap dengan Kitaro. Kitaro sendiri lama-lama merasa dekat dengan Riyu dan menganggap Riyu adalah cucunya sendiri.


Kitaro tidak mempunyai anak dan penerus. Dahulu dia mempunyai istri tapi istrinya berkhianat. Sejak saat pengkhianatan itu, Kitaro tidak mempercayai cinta. Dia gila dengan kelompok gangster miliknya.


Berkat keberadaan Riyu membuat Kitaro Memiliki harapan ke Riyu. Riyu pun dilatih menjadi gangster seperti dirinya. Dan setelah dia meninggal maka Riyu yang menjadi penerusnya.


Riyu juga di sekolah sampai selesai. Jadi baik pendidikan dan ilmu bela diri telah di kuasai Riyu. Kitaro begitu sayang ke Riyu. Riyu pun sayang ke Kakek Kitaro. Bahkan dia sampai melupakan kematian kedua orang tuanya.


Kitaro juga membantu Riyu mengubur jenazah kedua orang tua Riyu. Semenjak itulah Riyu dan Kitaro menjadi keluarga. Hingga akhirnya Kitaro meninggal dan semuanya diwariskan ke Riyu. Karena itulah Riyu menjadi bos gangster dari kelompok naga terbang.

__ADS_1


Selang beberapa waktu kemudian, Riyu mengenal Rihito. Rihito awalnya hanya anak buah biasa yang coba-coba ikutan masuk ke kelompok naga terbang. Tapi berkat kegigihan dan kesetiaannya, Riyu pun akhirnya menjadikan Rihito sebagai tangan kanan kepercayaannya.


Flashback off.


Keyko menatap Riyu sambil terus menyuapinya. Keyko berpikir apa yang dipikirkan oleh Riyu ya.


Keyko akhirnya selesai memberi makan Riyu, dia kemudian memberikan segelas air putih dan Riyu meminumnya.


"Dari tadi apa yang kau pikirkan?"


"Tidak ada. Hanya mengenang masa lalu. Aku merindukan keluarga ku."


"Oh." Keyko sekarang begitu sadar kalau Riyu terlihat dingin tapi sebenarnya kesepian.


"Hem. Makanan mu terasa masih hambar. Tidak ada rasa. Latihan lagi ya masaknya." komentar Riyu berikutnya.


Keyko awalnya simpati tapi setelah di komentari begitu dia jadi cemberut.


"Iya ... iya. Aku kan masih belajar. Tapi itupun kau tetap makan."


"Itu karena menghargai usahamu. Kau sudah memasak jadi aku harus hargai orang yang membuatnya dengan memakannya."


"Oh. Eh. Keadaan mu sudah lebih baik kan sekarang? kapan keluar dari rumah sakit?"


"Tunggu instruksi dokter saja. Kalau dokter sudah membolehkan aku akan pulang. Lagian enak di sini. Dari pada ke sekolah menggantikan dirimu." ucap Riyu.


Keyko asli mencibir. "Huh ... dasar."


"Eh. Kau harus lebih sopan karena bagaimanapun aku lebih tua darimu Key."


"Ah iya. Jadi mau ku panggil Kakak." tatap Keyko.


"Kakak ...." gumam Riyu.


"Kenapa? apa mau ku panggil Om atau Paman begitu. Kau tidak setua itu kan?"


Riyu terkekeh. Keyko malah bingung.


"Aku jadi ingat seseorang."


"Siapa?"


"Gadis kecil. Seorang gadis kecil yang dulu pernah ku temui di rumah sakit juga. Kejadian beberapa tahun lalu."


Bersambung....


Mari dukung karya ini ya kak. Klik like dan kasih komentar ya kak.

__ADS_1


Makasih.


By : Author Libra.


__ADS_2