Gangster Dalam Diriku

Gangster Dalam Diriku
Bab 56.


__ADS_3

Kini Riyu selamat dan sudah dirawat di rumah sakit. Keyko dan Rihito bernapas lega. Namun, Keyko masih kesal karena Minami dan Sano berhasil kabur. Dia meminta Rihito mencari keberadaan mereka.


Rihito paham akan yang dirasakan Keyko, seseorang yang sudah pernah diambang kematian pasti mengetahui jelas rasa tersebut. Dia pasti ingin membalas mereka semua. Apalagi mereka menyekap Riyu ternyata selama ini. Rihito segera mengiyakan permintaan Keyko.


Keyko berjalan menuju arah ranjang Riyu. Dilihatnya kalau Riyu tidur dengan tenang. Luka-luka Riyu pun sudah diobati dokter. Kini dia sedang istirahat. Keyko duduk di samping ranjang Riyu dan memeluk lengannya. Lama kelamaan dia pun tertidur di samping Riyu.


***


Sano dan Minami berlari dan bersembunyi kini. Minami telah diobati dan Sano juga sudah diobati lukanya. Sekretaris Minami terlihat cemas.


"Nona, ini gawat! mereka pasti sedang mencari kita!"


"Kau tenanglah! fokus saja menjaga Mamaku. Dan biarkan kami memulihkan diri dahulu," ujar Minami kepada Sekretaris tersebut. Sekretaris hanya bisa diam dan patuh.


Saat ini mereka hanya bisa diam dan bersembunyi terlebih dahulu. Minami kemudian mempunyai suatu ide. Dia berbisik kepada Sano. Sano langsung mengiyakan. Kemudian dia meminta Sekretaris untuk menjalankan perintah dari Minami. Mereka semua tersenyum.


***


Dari jauh, dua orang pria baru saja mendarat ke bandara Tokyo. Mereka dari Italia. Pria berambut panjang dan berambut perak.


"Akhirnya kita kembali ke Tokyo." Si rambut perak tersenyum puas.


"Iya," jawab si rambut panjang.


"Sudah kau temukan target kita?"


"Dia mendapatkan serangan dan menghilang. Tapi sekarang berada di rumah sakit."


"Intel kita sangat akurat, ya. Bagus! awasi dia sebelum kita bertindak."


"Baik."

__ADS_1


Keduanya menaiki sebuah mobil mewah yang baru saja tiba menjemput mereka berdua.


***


Riyu sadar dan melihat Keyko di sampingnya. Keyko terlelap. Riyu tersenyum, akhirnya dia bisa kembali bertemu dan melihat Keyko.


Keyko terbangun karena sentuhan tangan Riyu di wajahnya.


"Sudah bangun? mau minum? biar ku ambilkan."


"Tidak perlu. Aku hanya memerlukanmu." Riyu tersenyum hangat, Keyko juga tersenyum. Sudah lama rasanya Keyko tidak melihat senyuman hangat Riyu tersebut. Dia langsung memeluk Riyu. Riyu mengecup kening Keyko.


Suasana tersebut dilihat oleh Rihito dari pintu kamar. Dia juga senang melihat Riyu dan Keyko kembali bersatu.


Namun, sebuah panggilan telah membuat Rihito risau. Setelah ponselnya berdering dan diangkat, dia begitu kaget. Rihito bingung harus bagaimana. Dia masuk ke dalam ruangan kamar pasien di mana Riyu di rawat. Rihito menatap Keyko dan Riyu yang juga menatap dirinya.


"Ada apa?" tanya Keyko dan Riyu bersamaan.


Ekspresi wajah Rihito nampak panik. Namun, dia tidak mau mengganggu istirahat Riyu. Keyko mengerti dia akhirnya membawa Rihito bicara diluar. Riyu nampak aneh. Dia mencoba mendengarkan percakapan Keyko dan Rihito.


"Hana! Hana diculik!"


"Apa!! siapa pelakunya?"


"Menurut laporan anak buahku, pelaku penculikan anak buah Minami dan Sano!"


"Kurang ajar! mereka mencari perkara. Kita harus selamatkan Hana!"


"Tapi Bos saat ini sedang di rawat, sebaiknya kau menjaga Bos saja. Biar aku yang menyelamatkan Hana."


"Tidak bisa. Mereka pasti berbuat licik, Rihito. Kau harus hati-hati. Sementara Riyu biar dijaga oleh para anak buah kalian, kita selamatkan Hana segera!"

__ADS_1


"Tapi ...."


"Tidak ada tapi-tapi lagi, kita harus bergegas. Hana dalam bahaya!"


Akhirnya Rihito setuju. Keyko dan Rihito segera bergerak. Riyu kembali ke posisi semula berbaring di atas ranjang. Keyko dan Rihito pamitan kepada Riyu dengan alasan mau keluar sebentar dan sekalian berganti pakaian. Riyu tahu mereka hanya berbohong karena mau pergi. Riyu mengiyakan saja.


Pergilah Keyko bersama Rihito.


Riyu sendiri sekarang pura-pura tidur dahulu. Setelahnya itu, dia juga menyelinap keluar dari penjagaan semua anak buahnya. Dia mau menyusul Keyko dan Rihito.


***


Sano dan Minami bersiap. Kali ini Hana menjadi target mereka untuk dijadikan sandera. Mereka kini di sebuah gudang lama di sebuah gedung yang terbengkalai.


Tidak lama kemudian, Keyko dan Rihito sampai. Mereka menyelinap dan datang dengan diam-diam. Walaupun kedatangan mereka pasti sudah diprediksi musuh. Akan tetapi, Keyko dan Rihito harus selalu siaga dan berhati-hati.


Mereka melihat Hana terikat di tengah tiang. Beberapa penjaga begitu banyak dikerahkan. Ke sekeliling tempat banyak penjaga. Namun, Sano dan Minami tidak terlihat. Sepertinya mereka tidak langsung menampakan dirinya.


"Key, Hana diikat sedangkan Sano dan Minami tidak terlihat." Bisik Rihito sambil dia mengawasi sekitar.


"Hati-hati saja. Mereka pasti sedang bersiap untuk kita!"


"Aku akan menarik perhatian, kau selamatkan Hana."


"Baik."


Rihito memulai aksinya. Dia mengalihkan perhatian dengan membuat suara gerakan dan akhirnya muncul dan berlari. Para penjaga mengejar dirinya.


Keyko langsung masuk dan membuka ikatan Hana. Hana terlihat sedang pingsan. Tiba-tiba Sano dan Minami muncul di dekat Keyko.


Mereka langsung hendak menyerang Keyko!

__ADS_1


Bersambung.


Yuk dukung kak, klik like dan komentari ya. Thanks.


__ADS_2