
"Apa maksud mu?" kening Minami berkerut. Dia tak memahami perkataan Keyko.
Keyko hanya diam saja tapi menunjukkan tatapan yang dingin. Minami melihat tatapan tajam Keyko, Minami pun mundur beberapa langkah. Ada hawa dingin yang dirasakan olehnya dan bulu kudunya serasa berdiri merinding.
Minami pun pergi setelah melihat tatapan tajam yang dingin dari Keyko. Ayumi juga mengikuti Minami yang telah pergi. Hana menatap ke arah Keyko. Dia bertanya kenapa Keyko sekarang nampak berbeda seakan orang lain yang bersamanya saat ini.
"Key ... kau terlihat sangat berbeda. Seakan orang lain saja. Aku merasa bersama bukan dirimu Key." Hana menatap serius ke arah Keyko.
Keyko melirik Hana, dia heran menatap Hana. Gadis berkacamata tersebut ternyata mulai menyadarinya. Dia tersenyum dan mengatakan agar Hana tak perlu banyak berpikir.
"Tenang lah Hana. Ini aku. Jangan terlalu banyak berpikir." Keyko kembali duduk bersama Hana.
Hana tak banyak berkata lagi. Dia pun diam. Walaupun sebenarnya dia masih agak curiga tapi dia memilih diam.
Di lain sisi, Minami berjalan semakin jauh dan di ikuti oleh Ayumi. Ayumi dan Minami pun berhenti di belakang gedung sekolah. Ayumi melihat Minami dan nampak heran.
"Kenapa Minami? bukannya kau hendak berbicara dengan Keyko, tapi kenapa sekarang malah pergi?"
"Kau tak lihat kah tadi? tatapan matanya yang tajam dan dingin tersebut sangat menakutkan. Seketika aku merasakan hawa dingin yang mencekam dan aku ketakutan."
"Jadi karena itu kau pergi?"
"Iya. Dia mengatakan hal aneh yang tak dapat ku mengerti. sorot matanya sangat menakutkan. Dia bukan Keyko yang kita kenal selama ini."
"Lalu siapa dia? Dia kan Keyko." Ayumi semakin tak mengerti.
"Entahlah." Minami menggeleng, dia pun tak tahu.
***
Seto mendengar kalau Minami pergi mencari Keyko, dia pun kemudian mendatangi Keyko dan dia juga berniat mengajak Keyko kencan.
"Keyko, kau tak apa-apa kan? Aku dengar dari anak-anak di sekolah ini kalau Minami pergi mencari mu lagi ya?" tatap Seto dengan cemas.
Hana dan Keyko yang sedang bersama menoleh ke arah Seto. Hana pun pamit masuk kelas duluan. Kini tinggal hanya Seto dan Keyko berdua yang ada di sekitar koridor sekolah.
"Aku tak apa-apa. Tadi Minami dan aku hanya berbincang sebentar." Keyko melihat ke arah Seto. Seto awalnya nampak cemas dan kini setelah mendengar dari Keyko terlihat lebih lega.
__ADS_1
"Ikut aku sebentar bisa Key? ada yang mau ku katakan padamu."
"Apa itu? katanya saja disini, kita kan hanya berdua saja di sini."
"Ehem ... baiklah. Aku katakan saja disini. Hari weekend ini kau tak ada acara, kan? Pergi keluar bersama ku mau tidak?" walaupun nampak ragu-ragu tapi Seto utarakan juga di hadapan Keyko.
"Kencan?"
"Iya. Kalau kau bersedia?"
"Baiklah." Keyko langsung mengiyakan Saja.
"Serius Key?" Seto begitu senang mendengarnya.
"Hem."
"Oke. Sampai jumpa weekend nanti. Aku akan menjemputmu."
Seto pun kemudian kembali ke kelasnya dengan hati gembira. Sedangkan Keyko hanya menyunggingkan sebuah senyuman. Rencananya berjalan mulus.
***
Riyu yang jadi Keyko heran apa yang harus dia lakukan saat berkencan. Dia sama sekali belum pernah pacaran. Dia menelepon Keyko asli dan mereka pun berbincang membahas masalah kencan dengan Seto. Saat telepon telah tersambung, Riyu langsung masuk to the point menanyakan ke Keyko.
"Key, cara orang berkencan bagaimana? Weekend aku mau kencan dengan Seto. Dan aku baru sadar, kalau aku tak pernah kencan sebelumnya." ucap Riyu asli.
"Hah! Apa!!" Keyko asli yang saat ini ada di ruangan kantor Riyu berdiri dari tempat duduknya.
Keyko asli tentu saja kaget mendengar kalau Riyu akan berkencan dengan Seto. Dia tak bisa membayangkan kalau pria dan pria akan berkencan. Walaupun sebenarnya Riyu memakai tubuh Keyko menemui Seto. Tapi tetap saja rasanya pasti agak aneh.
Riyu asli bertanya apa saja yang dilakukan orang berkencan. Keyko asli berkata kalau dia juga tak pernah berkencan jadi tak tahu. Dulu pacaran dengan Seto pun hanya dalam waktu seminggu. Dan itu pun ternyata hanya mengerjai dirinya. Apa bisa dikatakan pacaran sesungguhnya? Dan selama itu Keyko hanya di suruh-suruh oleh Seto yang sebenarnya di suruh Minami juga.
"Keyko, apa saja yang dilakukan orang yang berkencan?" Riyu kembali bertanya.
"Aku pun tak tahu. Karena sebelumnya dulu itu aku hanya dikerjain oleh Seto dan Minami. Pacaran sesungguhnya aku juga belum pernah dan tidak tahu." Keyko menundukkan kepalanya.
Riyu asli terdiam mendengarnya.
__ADS_1
"Baiklah, tak perlu risau. Serahkan semuanya padaku." begitulah kata Riyu. Riyu menutup teleponnya.
Riyu pun mulai searching di internet masalah kencan dengan seorang pria. Dai sampai geleng-geleng kepala karena harus searching hal tersebut di internet melalui hapenya.
Esoknya di hari Minggu, Keyko alias Riyu berpakaian dengan manis. Seumur hidupnya baru kali ini Riyu harus berkelakuan seperti seorang gadis. Hadeh. Dia harus berdandan dan berpakaian perempuan.
"Aku sudah cantik kan?" Riyu menatap pantulan dirinya di cermin setelah dia selesai berpakaian dan berdandan. Dilihatnya sudah cantik dan manis maka dia telah siap.
Seto pun datang untuk menjemput Keyko dan pergi lah mereka berdua ke wahana bermain. Di sana begitu ramai orang bermain halilintar, Rollercoaster, komedi putar dan biang lala serta Bom bom car. Dan masih banyak permainan yang lainnya.
Seto meraih tangannya Keyko. Riyu yang menjadi Keyko tentu merasa jijik di perlakukan mesra oleh seorang pemuda. Dia kan juga pria, masak pria sama pria sama-sama mesra.
Riyu hendak muntah rasanya membayangkannya. Dia segera melepaskan tangannya Seto. Mereka bermain beberapa wahana. Dan bersenang-senang. Selesai bermain, Seto mengajaknya untuk istirahat dan duduk bersama. Dia menawarkan minuman.
Kemudian Seto menyatakan cintanya pada Keyko. Kali ini dia berharap Keyko menjawabnya. Keyko tentu saja tak langsung mengiyakan. Seto bertanya kenapa? Karena kesalahannya dahulu kah? Jika iya, Seto benar-benar minta maaf. Dia menyesali dan memohon maaf Keyko.
"Key, terima kasih ya karena mau ku ajak kencan hari ini. Aku ingin kau tahu, kalau aku menyukai mu, Key. Jadi mau kah kau jadi pacarku?" Seto menatap lekat-lekat ke arah Keyko.
"Aku pikir-pikir dulu ya Kak." Keyko tak langsung mengiyakan. Dia meminum minumannya yang tadi diberikan oleh Seto. Saat ini keduanya sedang duduk berdua.
"Kenapa Key? Apa begitu sulit kah menjawabnya? Apa karena kesalahan ku dahulu kepada mu? Jika memang benar karena itu maka aku benar-benar minta maaf, aku menyesal dan aku mohon maafkan aku ya Key." Seto menatap Keyko dengan wajah penuh penyesalan dan terlihat mengiba.
Namun Keyko tak merasa kasian sedikit pun.
"Sudah sore. Aku lelah dan mau pulang, Kak." ucap Keyko alias Riyu. Dia merasa lelah dan hari juga sudah sore jadi dia ingin pulang.
Seto pun mengalah, dia mengangguk kepalanya dan akhirnya mengantarkan Keyko pulang.
Saat sampai di rumah, Seto turun dan Keyko hendak masuk ke dalam rumah. Tapi kali ini Seto kembali meraih tangannya Keyko. Dia berkata benaran menyesali perbuatannya dahulu dan meminta maaf kepada Keyko dan berkata kalau dia benar-benar suka pada Keyko.
"Tunggu Key. Aku menyesal dan benar-benar minta maaf. Aku sungguh menyukai mu Keyko." Seto meraih tangannya Keyko sebelum Keyko masuk ke rumahnya.
Keyko hanya diam dan tak berkata apapun dihadapan Seto. Melihat Keyko diam saja, Seto semakin mendekati Keyko dan hendak mencium bibir Keyko. Sontak saja Riyu yang jadi Keyko menjadi kaget. Dia segera menghindar.
"Hey! Apa yang mau kau lakukan?" Keyko alias Riyu mendorong dada bidang milik Seto.
Bersambung....
__ADS_1
Klik like, vote, favorit dan kasi dukungannya dengan kasi hadiah dan bintang rate 5 nya ya kak. Plus komentar yang positif. No plagiat ya kak. Makasih semuanya 🤗🙏🙏🙏