
Riyu (Keyko) setelah mendengar kabar tentang Kakek Yamada masuk rumah sakit, segera pamitan pulang kepada Hana. Hana pun mendoakan keselamatan untuk kakek Keyko.
Dalam perjalanan, Riyu menaiki sebuah taksi menuju rumah sakit dimana sang kakek di bawa. Tadi yang menelepon adalah pihak rumah sakit. Diduga ada yang menyebabkan kebakaran pada rumah mereka. Walaupun tidak diketahui apa penyebab utamanya tapi syukurlah Kakek Yamada sempat ditolong tetangga sekitar rumah mereka.
Kini Riyu dalam perjalanan ke rumah sakit. Di dalam taksi, Riyu terus berpikir sepertinya ada sesuatu yang salah. Kecelakaan tiba-tiba kepala sekolah, musibah yang menimpa keluarga Hana, kakek Yamada masuk rumah sakit akibat kebakaran di rumah, dan yang paling aneh adalah orang suruhan Riyu. Dia tak pernah menyuruh anak buahnya mengganggu Hana dan keluarganya.
"Sepertinya ada sesuatu yang salah sedang terjadi." gumam Riyu sendirian.
Riyu berniat memberitahukan kepada Keyko tentang kondisi kakek Yamada. Tapi dia cemas dan takut kalau Keyko akan syok.
Namun Keyko wajib mengetahuinya.
Akhirnya dengan pertimbangan beberapa kali, Riyu menelepon Keyko juga. Tentu saja Keyko kaget mendengarnya. Keyko segera menyusul ke rumah sakit.
Beberapa saat kemudian, Keyko dan Riyu sudah di rumah sakit. Kini sang kakek sedang terbaring di ranjang pasien. Syukurlah kata dokter sang kakek telah melewati masa kritisnya. Keyko duduk di samping Kakeknya dengan tatapan sedih. Riyu hendak menghibur tapi akhirnya dia membiarkan Keyko berduaan dengan Kakeknya di ruangan tersebut.
Riyu keluar ruangan, diluar ada Rihito yang dari tadi juga ikut serta dan menunggu terus di depan pintu kamar pasien. Rihito duduk di kursi tunggu. Saat melihat Riyu keluar, Rihito bangkit dan mendekati Riyu.
"Bos ...." Rihito menatap gadis SMA yang saat ini di hadapannya, gadis itu adalah Keyko tapi jiwa Riyu yang ada di tubuh tersebut. Rihito sudah mengetahui hal tersebut jadi dia sudah terbiasa.
Riyu menatap Rihito.
"Rihito ... apa kau tahu ada anak buah kita yang menggangu sebuah kedai mie dan pemiliknya?" Riyu menatap tajam ke arah Rihito.
Rihito diam dan bingung. Lalu dia menggeleng.
"Tidak ada bos."
"Kalau begitu kau cari tahu apa penyebab kebakaran yang terjadi di rumah Keyko, yang membuat cidera kakek Yamada. Selidik segera."
"Baik Bos."
Tepat di saat Riyu memberikan perintah sebuah panggilan berbunyi dari ponselnya. Riyu menatap heran. Nomer tidak di kenal. Riyu memandang ke arah Rihito. Rihito pun sama. Tapi akhirnya Riyu menjawab juga panggilan tersebut.
"Halo ...."
"Bagaimana? sudah putuskan?" suara wanita paruh baya dan nampak angkuh berucap di seberang saja. Dia menampilkan sebuah smirk di wajahnya.
"Kau siapa? apa mau mu?" Kedua mata Riyu mulai seperti elang menatap tajam.
"Kau sudah lupa kah? Kau sudah mengganggu putri ku, ini hanya peringatan bagimu. Kecelakaan, Kedai mie dan Kakek mu. Seharusnya sudah jelas kan?" Kazumi tersenyum puas. Iya benar. Kazumi lah pelakunya.
__ADS_1
Kazumi sengaja membuat kepala sekolah terkena kecelakaan, merusak kedai mie Hana dan membuat Ayah Hana terkena pukulan hingga sakit, serta juga membuat kebakaran di rumah yang membuat Kakek Keyko masuk rumah sakit.
Pikiran Riyu langsung memikirkan sebuah nama, ya pasti orang itu.
"Lalu mau mu apa? Jika sasarannya adalah aku maka lepaskan mereka semua." ucap Riyu yang membuat Rihito mengerutkan keningnya menatap heran ke Riyu.
Rihito bingung bosnya bicara dengan siapa di telepon. "Bos, bicara dengan siapa ya" Rihito berujar dalam hatinya.
Suara wanita terdapat hanya terdengar suara terkekeh meremehkan.
"Jika hanya permintaan maaf dan keluar dari sekolah, itu terlalu mudah untuk mu sekarang. Kau harus merasakan yang lebih dari yang kau lakukan kepada putri ku."
"Langsung saja katakan."
"Jangan bawa-bawa kelompok naga terbang dan Riyu si bos gangster itu dalam urusan kita. Kenapa? kau heran bagaimana aku tahu. Aku tahu kalau dia ada dibalik belakang mu kan selama ini, maka kau tidak dikeluarkan dari sekolah. Jadi jangan bawa dia ke urusan kita. Paham!"
Riyu mengerutkan keningnya. Sepertinya lawannya bicaranya ini sudah tahu kalau Keyko dan dirinya berhubungan. Walaupun mungkin dia tak tahu jiwa mereka tertukar tapi sepertinya Kazumi sudah menyelidiki kedekatan dirinya dengan Keyko.
"Baiklah. Kalau begitu, mari kita bertemu sekarang!"
***
Rihito sebenarnya melarang Riyu pergi sendirian, dia yakin ini pasti jebakan. Tapi Riyu berkata tidak apa-apa. Dia akan baik-baik saja. Malahan Riyu meminta Rihito menjaga Keyko dan Kakeknya di rumah sakit.
Oleh sebab itulah maka Riyu pergi sendirian.
Vila tersebut cukup besar dan pemandangan yang masih asri dan sejuk. Riyu pun masuk ke dalam setelah beberapa orang menunjukan arah ke dirinya.
Di ruang tengah yang menghadap ke sebuah taman dan ada kolam kecilnya, sehingga beberapa ekor ikan pun terlihat. Bahkan ada suara gemericik air yang mengalir melalui bambu-bambu kecil, yang menghasilkan suara khas.
Riyu duduk di dekat ruangan terdapat, teh hijau disuguhkan oleh pelayan untuk dia nikmati.
Kemudian Kazumi datang dan ikut di alas tempat duduk di ruangan itu. Keduanya kini saling menatap tajam satu sama lain.
"Sekarang aku ada di hadapan mu, lalu kau mau apa sekarang?" Keyko alias Riyu langsung berbicara langsung.
"Aku mau kau merasakan sakit dan rasa malu yang di alami oleh putri ku Minami." Kazumi menatap marah ke Keyko.
"Dia benar-benar putri yang manja ya, sampai harus orang tuanya ikut campur. Urusan anak muda sebaiknya tidak perlu ikut campur nyonya."
Kazumi kesal dan mendekati Keyko, tangannya terulur dan menampar wajah putih mulus milik Keyko. Sebuah tamparan keras mendarat ke wajahnya Keyko. Keyko hanya diam sambil menatap tajam.
__ADS_1
"Putri dan Mamanya sama saja ya."
"Banyak cerita kau! Kalian semua keluar, hajar dia!"
Kazumi memberikan perintah, seketika beberapa orang datang dan mengelilingi Keyko. Keyko hanya menatap sinis dan bersikap santai.
Mereka mulai memukul Keyko, dengan gerakan gesit, Keyko alias Riyu segera mengelak. Bahkan dia pun membalas. Terjadilah baku hantam di ruangan tersebut.
Suasana menjadi kacau dan barang-barang berserakan serta hancur.
Kazumi mengerutkan keningnya. Ternyata dia bukan gadis biasa. Begitulah pikir Kazumi.
Masih saling pukul dan tendang. Sampai mereka berkelahi ke halaman rumah. Riyu tak segan-segan, dia menghajar semuanya yang dianggapnya sebagai pengganggu.
Mereka saling adu jotos.
Di rumah sakit, beberapa saat sebelumnya setelah tak lama Riyu pergi, Keyko keluar ruangan kamar pasien. Keyko hanya melihat Rihito. Dia pun bertanya dimana Riyu.
"Riyu dimana?"
"Lagi ...." Rihito bingung mau jawab apa.
"Katakan Rihito."
"Dia pergi menemui orang yang membuat semua masalah ini."
"Hah? Dimana? Cepat katakan!"
Akhirnya Rihito mengatakan, sebelumnya dia sempat curi dengar jadi dia tahu lokasinya. Keyko pun berpesan ke Rihito untuk menjaga Kakeknya. Keyko pun segera menyusul Riyu.
"Tunggu aku Riyu ...."
Keyko melajukan mobilnya menuju ke tempat yang hendak ditujunya.
Bersambung ....
Mari dukung karya ini ya kak, klik like sebanyak dan kasih komentarnya ya.
Thanks.
By : Author Libra
__ADS_1