
Keyko alias Riyu masih baku hantam dengan para anak buahnya/suruhan dari Kazumi. Riyu dengan beberapa kali tendangan dan pukulan berhasil menghajar semua pria-pria bertubuh besar dan tegap tersebut. Penampilannya yang seperti gadis lemah ternyata malah sangat tangguh.
Riyu kembali melayangkan tinjunya ke semua orang yang menyerangnya. Bahkan Kazumi sendiri tak sangka kalau Riyu yang dianggapnya sebagai Keyko gadis lemah ternyata malah sangat hebat dan kuat. Dia tak tahu kalau itu adalah Riyu si bos gangster dari kelompok naga terbang.
Setelah pertarungan yang cukup sengit yaitu baku hantam di antara mereka, akhirnya yang menang adalah Keyko (Riyu). Riyu pun berjalan ke arah Kazumi. Kazumi mengerutkan keningnya.
"Bagaimana? masih kurang atau mau di sambung lagi?" tatap Riyu meremehkan.
Kedua alis mata Kazumi tertaut menjadi satu. Dia mengepalkan tangannya. Dia terlihat marah.
"Dasar sombong ... gadis kecil, permainan belum berakhir." Kazumi tersenyum sinis.
Riyu mengerutkan keningnya. Tepat setelah Kazumi berucap, sebuah pistol mengarah ke Riyu dan dia pun terkena tembakan. Dor ... suara tembakan serasa menggema. Riyu pun tumbang.
"Tidak!!!" Keyko baru saja tiba dan melihat kalau Riyu tertembak.
Kazumi melihat orang yang baru saja tiba, terlihat oleh Kazumi kalau seorang pria tampan datang. mendekati ke arah Keyko.
"Siapa dia?" gumam Kazumi.
Keyko langsung mendekati tubuh Riyu yang tergeletak di tanah. Keyko memeluknya dan kemudian menggoyangkan tubuh Riyu.
"Jangan begini ... bangunlah!!"
Keyko nampak sangat cemas. Dan Keyko lalu menatap Kazumi. Kazumi melihat tatapan tajam dari mata si pria tersebut.
"Kau siapa? Apa hubungan mu dengan gadis tengik itu? Sebaiknya kau pergi dan jangan ikut campur." Kazumi memberikan saran agar Keyko yang terlihat sebagai Riyu untuk pergi saja.
Namun Keyko berdiri dan mendekati Kazumi. Dia terlihat sangat tidak terima karena Kazumi berani melukai Riyu. Kazumi bisa merasakan tatapan tajam yang menusuk dari matanya.
"Kau si Riyu itukah? ini tak ada hubungannya dengan mu sebaiknya pergi."
"Kau menembaknya Nyonya? apa kau kira bisa begitu saja melukai orang dan mengambil nyawanya begitu?"
"Bukan urusanmu. Dia mengganggu dan memperlakukan serta menyakiti putri ku."
"Minami??? apa kau tahu seperti apa Minami itu di sekolah??? dia bukan putri mu yang manja dan seperti tak punya dosa. Di sekolah dia bagaikan iblis, menindas orang, membuli, ngerjain orang, menyakiti orang, memperlakukan orang lain seperti sampah, mempermainkan perasaan orang serta mempermalukan orang lain. Itu semua yang dirasakan oleh Keyko!!!"
Keyko terlihat marah besar.
"Bagi ku Minami adalah putri kecil ku yang tanpa dosa dan seperti seorang princess yang harus selalu di sayang. Gadis tengik itu sudah merebut kekasih putri ku dan mengganggu Minami, maka inilah balasan setimpal untuk dirinya."
"Hah! lucu sekali. Kalian yang selalu merasa paling benar di atas segalanya dan mengatasnamakan uang serta kekuasaan jadi kalian yang benar, begitu?"
__ADS_1
"Tentu saja kami yang benar."
"Padahal Minami duluan yang berulah, kau terlalu memanjakan putri mu dengan cara yang salah. Sehingga putri mu sama jahatnya seperti kau Nyonya."
"Banyak bacot kau, susul saja kekasih mu." Kazumi sudah hendak mengarahkan pistol ke arah Keyko.
"Kau berani melawan ku, maka seluruh kelompok naga terbang akan mencari mu. Para anak buah ku pasti tidak akan tinggal diam." mata Keyko nyalang menatap tajam.
Kazumi nampak berpikir, dia menjadi ragu. Saat seperti inilah maka Keyko segera maju, dia menendang dan menjatuhkan pistol milik Kazumi. Kazumi tersentak kaget. Dan saat dia sadar, pistolnya telah terlempar jauh.
Kazumi kemudian menatap ke arah Riyu yang sebenarnya adalah Keyko. Keyko menerjang Kazumi dan meninju tepat mengenai wajahnya Kazumi.
"Rasakan!!" seru Keyko saat meninju Kazumi.
Tinju yang diberikan oleh Keyko sangat kuat, sehingga Kazumi pun terpental jatuh ke belakang dengan sangat kuat. Keyko tertegun, ternyata tinjunya sangat hebat dan kuat. Kazumi sendiri bahkan pingsan. Keyko mendekati dan hendak menyerang Kazumi lagi, tapi dia hentikan. Karena Kazumi sudah tidak sadarkan diri.
Keyko kembali berlari ke arah Riyu. Dia segera memapah tubuh Keyko. Tapi karena saat ini tubuh Riyu yang dipakai Keyko maka dia berganti dengan menggendong Riyu secara ala bridal.
Kemudian dia berlari dan masuk ke mobil. Mobilnya langsung dihidupkan dan dia segera menuju rumah sakit. Keyko sangat mencemaskan Riyu.
"Bertahanlah Riyu!" keluh Keyko dan berseru dalam hatinya.
***
Riyu begitu bangun, dia tersadar sedang berada di ruangan serba putih. Riyu melihat sekelilingnya, tidak terlihat siapa pun di dekatnya.
Terdengar suara dan langkah kaki mendekat, ternyata Keyko dan Rihito yang masuk ke dalam ruangan kamar pasien. Saat ini Riyu dirawat di rumah sakit. Syukurlah Keyko telah menolongnya tepat waktu dan segera membawanya ke rumah sakit sehingga Riyu terselamatkan.
Saat Keyko membawanya ke rumah sakit, Keyko begitu panik dan segera memanggil dokter. Dokter pun segera menolong pasien dengan sigap hingga akhirnya Riyu selamat.
Rihito yang mengetahui keadaan Riyu begitu cemas. Dia bahkan sempat menitikkan air matanya karena takut bosnya akan pergi untuk selamanya. Syukurlah tidak seperti itu. Kini Rihito dan Keyko menjadi lebih lega karena Riyu sudah selamat.
Rihito dan Keyko mendekati Riyu. Mereka senang melihat Riyu sudah sadar. Sekitar tiga hari dia tak sadarkan diri di rumah sakit.
"Bos!!" seru ucap Rihito. Dia segera menghampiri Riyu.
"Kau sudah sadar kah? syukurlah." Keyko tersenyum bahagia.
Rihito memperhatikan kedua orang tersebut. "Ah ... aku masih hidup rupanya." Riyu baru menyadarinya.
"Bos ...." Rihito langsung memeluk bosnya.
Riyu tertegun, Rihito kenapa kali ini sangat baperan.
__ADS_1
"Kau kenapa?" Riyu melihat ke Rihito.
"Aku senang bos selamat." Rihito merasa lebih lega.
Riyu menatap ke arah Keyko. Keduanya tersenyum hangat. Rihito menatap keduanya.
"Ahem ... aku masih disini ya." Rihito menunjukkan wajah tanpa ekspresi. Seketika Riyu dan Keyko malah terkekeh.
Rihito sampai terpelongo melihat bosnya yang dulu dingin sekarang begitu hangat dan bisa tertawa gembira.
"Kau tahu Riyu, beberapa hari lalu ada orang yang begitu cemas sampai memarahi dokter kalau bosnya tak selamat maka akan di sapu ratakan rumah sakit ini, begitu katanya." Keyko terkekeh sambil mengatakan momen saat Riyu kritis dan sedang di operasi oleh dokter untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di tubuh Riyu.
Riyu melirik ke arah Rihito.
Rihito diam membeku.
"Aku hanya mencemaskan bos saja. Sudah ku bilang kan kalau itu jebakan tapi bos tetap datang." Rihito sedikit menyesal kenapa tidak melarang bosnya tersebut sebelumnya.
"Aku tak apa-apa. Terima kasih Rihito."
"Apa? bos bilang terima kasih? sulit dipercaya."
Rihito geleng-geleng kepala. Keyko menatap ke arah Riyu dan Rihito bergantian.
"Kenapa?" tanya Keyko.
"Sebelumnya bos itu tanpa ekspresi dan dingin. Dia dulu juga nampak kejam serta tegas. Tapi sekarang kenapa begitu banyak ekspresi." Rihito serasa tak percaya.
"Oh iya. Kejam?" Keyko melirik ke arah Riyu.
Riyu diam dan bersikap tenang serta santai.
"Rihito!" Riyu dalam mode seperti singa yang hendak menerkam. Rihito meneguk salivanya. Dia merasakan hawa dingin dari tatapan Riyu.
"Eh ... bos tahu, sebelumnya ada yang begitu cemas hingga sampai menangis. Bos tahu tidak siapa?"
Rihito mengalihkan pembicaraan, Keyko terdiam membisu. Sedangkan Riyu mengerutkan keningnya.
"Siapa?"
Bersambung....
Klik like dan kasih komentar serta dukungannya.
__ADS_1
Makasih.
By Author Libra.