Gangster Dalam Diriku

Gangster Dalam Diriku
Bab 27.


__ADS_3

Rihito mengalihkan pembicaraan, Keyko terdiam membisu. Sedangkan Riyu mengerutkan keningnya.


"Siapa?"


Riyu bertanya sambil melirik ke arah Rihito dan Rihito memberikan isyarat menunjuk ke arah Keyko. Sontak saja Keyko langsung memerah malu.


"Siapa? aku? enggak kok. Mana ada." Keyko membantahnya.


Padahal memang benar dia begitu panik dan cemas sampai menitikkan air mata karena cemas dengan kondisi Riyu. Dan sekarang hatinya telah lega melihat Riyu selamat.


Rihito merasa harus undur diri. Dia pun diam-diam keluar. Kini hanya ada Keyko dan Riyu berduaan. Riyu menatap ke arah Keyko dengan tatapan tajam dan masih terlihat santai.


Keyko merasa bingung jadi hanya diam saja.


"Key ...."


"Ah iya."


"Bagaimana keadaan kakek mu?"


"Kakek? oh kakekku baik-baik saja. Sekarang beliau lebih baik. Terima kasih sudah mencemaskan kakekku."


"Aku yang berterima kasih. Kau yang membawaku ke rumah sakit sehingga nyawaku dapat ditolong. Terima kasih ya Key."


Suasana keduanya menjadi hangat.


"Lalu bagaimana dengan wanita itu?" Riyu teringat tentang Kazumi Mamanya Minami.


"Wanita itu? oh ... mamanya Minami ya. Aku tidak begitu tahu, terakhir kali aku meninjunya dan membuatnya pingsan. Selanjutnya ku tinggalkan dia karena mau menyelamatkan mu." Keyko mencoba mengingat kejadian waktu itu.


Riyu pun menganggukkan kepalanya. Keyko berdiri dan mengambilkan minum untuk Riyu. Riyu pun meminumnya.


"Jika ada yang diperlukan, katakan saja kepada ku ya. Mau makan, minum atau hendak ngapain, katakan saja. Aku akan membantumu." Keyko tersenyum tulus.


Riyu tertegun, kenapa gadis di depannya ini begitu baik? bahkan pada dirinya yang hanya seorang gangster. Biasanya orang-orang hanya akan takut kepadanya tapi Keyko malah baik kepadanya.


"Kenapa kau begitu baik?" Riyu akhirnya mengutarakan apa yang dia pikirkan.


"Karena kau juga baik kepada ku. Kau sudah banyak membantu ku. Membuat diriku menjadi kurus dan cantik, ditambah juga bisa bela diri sekarang. Membantu aku membalas Seto dan Minami. Kau selalu ada membantu ku dan baik juga kepada ku. Jadi aku juga membalas kebaikan mu." tutur kata Keyko dengan panjang lebar.


Riyu menghela napas panjang. Keyko malah heran menatap ke arah Riyu.


"Kenapa?" Keyko bertanya karena heran.


"Tidak apa-apa. Hanya saja semua yang ku lakukan karena kita itu terhubung. Jiwa kita kan tertukar. Aku ada di tubuh mu dan kau ada di tubuhku. Oleh karena itu kita terhubung. Apa yang menimpa mu pasti lah aku ikut terhubung." Riyu menjelaskan.


Namun bagi Keyko kalau hal yang dikatakan Riyu seperti seolah dirinya terpaksa.


"Jadi apa kau terpaksa baik dan terpaksa menolong ku?" gumam Keyko dengan kepalanya tertunduk ke bawah. Dia menatap lantai rumah sakit yang putih bersih.

__ADS_1


Riyu tak begitu mendengar karena suara Keyko yang terlalu pelan. Riyu melihat ke arah Keyko dengan kedua alis yang mengerut.


"Kenapa Key?"


Keyko pun menoleh ke arah Riyu.


"Tidak apa-apa." Keyko merasa agak lesu dan tak semangat.


Keyko lalu kembali bertanya.


"Oh iya. Ada yang mengganjal ku selama ini."


"Apa itu? katakan saja" ujar Riyu.


"Kenapa jiwa kita berdua bisa tertukar? bukan kah aneh sekali? kita tak saling mengenal, dan kenapa tiba-tiba bisa begini?" tatap Keyko penuh harap. Dia bingung sebenarnya selama ini, kok bisa jiwa mereka tertukar.


Riyu pun mulai berpikir. Dia juga heran kenapa dan bagaimana bisa. Setiap dipikirkan, dia pun tak mengerti.


"Aku pun tak begitu tahu, kenapa bisa. Mungkin saja ini namanya takdir. Karena setelah kita bertemu bukan kah takdir kita berubah."


Keyko tertegun.


"Takdir?"


"Iya. Takdir."


"Aku? aku mendapatkan mu ...."


"Hah? aku? maksudnya?"


Keyko nampak bingung.


"Iya. Dapat mengenal mu membuat ku menjadi lebih baik. Dulu hanya uang dan kekuasaan saja yang ku pikirkan, tapi sekarang lebih berwarna. Dulu aku sangat dingin dan tak banyak bicara. Tapi semenjak mengenalmu, aku juga mengenal Kakek Yamada dan sekolah serta teman-teman mu. Apalagi di rumah mu, aku merasakan arti keluarga sesungguhnya." Riyu jadi mengingat masa kecilnya yang tak terlalu baik.


"Kau hanya sendiri saja kah? Tak ada keluarga dan sanak saudara."


"Hem. Aku hanya punya gang ku dan Rihito. Dulu aku punya ayah dan ibu serta kakek tapi mereka semua sudah meninggal dunia."


Keyko terdiam, dia baru tahu kalau Riyu begitu kesepian. Riyu pun mulai membicarakan tentang keluarga nya kepada Keyko. Dia mengenang kejadian masa lalu.


Flashback.


Keluarga besar Himura, terdiri ayah Riyu yaitu Akira Himura dan ibunya Riyu yaitu Yuri Himura, ditambah kan dirinya Riyu sendiri, mereka jadi bertiga dalam satu keluarga.


Keluarga yang begitu bahagia dan harmonis. Tapi sayang, ayahnya memiliki musuh. Perusahaan ayahnya dibuat jatuh dan kekuasaan ayahnya segera direbut, bahkan ayah dan ibunya Riyu dikejar-kejar oleh musuhnya hingga akhirnya mati terbunuh.


Suatu malam pintu rumah mereka dibuka paksa. Sekelompok orang masuk dan mengagetkan Riyu dan keluarganya.


"Siapa kalian? pergi dan jangan mengganggu keluarga ku!" Akira Himura membentak dengan kuat.

__ADS_1


Ayahnya berbicara dengan kelompok tersebut.


Yuri Himura membawa Riyu kecil ke belakang rumah dibagian dapur. Yuri memeluk putra satu-satunya.


"Riyu ... jika saatnya kabur maka pergilah sayang." Yuri berujar sambil menitikkan air mata.


"Mama ... mereka siapa? kenapa kita ke dapur? kenapa Riyu harus pergi? dan kenapa hanya Papa yang berbicara dengan kelompok tersebut?" Riyu masih terlalu muda. Saat itu dia berumur sekitar 9 tahun.


"Mereka orang jahat sayang, kabur lah dari pintu belakang dari dapur ya. Jaga dirimu sayang. Mama dan Papa menyayangi mu. Sekarang kau sembunyi dahulu disini. Mama akan melihat Papamu. Jika ada terdengar suara Mama mengucapkan kata lari, maka kau harus segera pergi menjauh dan menyelamatkan diri. Kau harus kuat Riyu." ucap Yuri memeluk Riyu dengan erat dan mengecup puncak kepalanya Riyu.


Usai berkata hal tersebut, Yuri meninggal Riyu. Dia sempat menitikkan air matanya. Riyu merasakan ada hawa perpisahan antara Riyu dengan kedua orang tuanya.


Riyu hanya bisa menuruti perkataan Ibunya. Yuri kembali ke suaminya. Akira menatap istrinya. Dia di paksa tanda tangan.


"Tanda tangan sekarang, maka semua aset kekayaan mu akan diambil alih. Jika tidak istri mu yang cantik ini akan kami lukai."


"Jangan! lepaskan istri ku." Akira akhirnya hanya menurut saja. Dia melihat istrinya dengan cemas dan Yuri pun nampak cemas.


"Bagus. Bunuh mereka berdua!" perintah salah satu diantaranya.


Akira dan Yuri berpandangan.


"Kau sudah janji melepaskan tapi kenapa?" Akira begitu kesal melihat mereka yang mengingkari janjinya.


Namun mereka tak memedulikan protes Akira. Akira berusaha melawan dan berkelahi tapi dia kalah jumlah. Akhirnya Akira kalah dan tertembak mati.


Yuri berteriak memanggil suaminya. Tapi sayang nyawa suaminya sudah lenyap. Kini Yuri menjadi sasaran mereka. Yuri berlari sambil berteriak-teriak kata "Lari!"


Riyu mendengar dari dapur segera berlari ke pintu belakang. Dia pergi melarikan dirinya. Tapi Riyu sempat melihat Ibunya berlari-lari hingga akhirnya tertangkap mereka dan ditikam hingga tewas.


Riyu begitu syok. Apalagi dia juga sempat melihat mayat ayahnya yang sudah tergeletak di lantai dengan berlumuran darah. Sontak membuatnya berlari makin kencang. Dia terus berlari dan tak tentu arah.


Dibenak Riyu saat ini hanya lari. Dia melihat kematian yang mengenaskan dari kedua orangtuanya. Air matanya terus mengalir membasahi pipinya. Dan langkahnya terus berlari menjauh dari rumahnya.


Hingga akhirnya sebuah mobil melintas dan Riyu begitu kaget, dia pun pingsan.


Flashback off.


Keyko terdiam membisu mendengar kisah Riyu. Riyu bersedih hati mengingat kejadian tersebut. Tanpa terasa Keyko mendekat dan memeluk Riyu. Riyu menjadi tertegun.


"Kau pasti sedih ya." ujar Keyko berbisik di telinga Riyu sambil memeluknya.


Bersambung....


Dukung selalu karya ini ya kak, klik like dan kasih komentarnya ya.


Thanks.


By : Author Libra

__ADS_1


__ADS_2