
"Dave, jangan lari ...." teriak seorang gadis remaja yang baru saja berusia sweet seventen.
"Chamomile ...." teriak Dave kecil yang baru berusia enam tahun.
Meskipun ia baru saja berusia enam tahun, tetapi ia cukup tampan dan menggemaskan. Sehingga hal itu membuat Chamomile sangat sayang padanya.
Mereka adalah saudara sepupu, tetapi entah mengapa Chamomile adalah cinta pertama bagi Dave. Ia sangat manis melebihi manisnya gulali.
Dave memuja kecantikan dan kebaikan hati Chamomile, hingga suatu hari Dave dipaksa menerima sebuah kenyataan jika Chamomile akan menikah dengan pria kaya dari keluarga Rahardian.
Hari itu Chamomile tampak cantik dengan balutan gaun berwarna putih tulang. Sementara itu calon suaminya, Matteo Rahardian sangat tampan dengan stelan tuxedo berwarna senada. Berjalan beriringan sebagai sepasang suami istri membuat hati Dave hancur.
Sejak saat itu, Dave lebih memilih untuk pindah keluar negeri dan hidup tenang di sana. Sepulang dari sana, ia sama sekali tidak mendapatkan kabar apapun tentang pujaan hatinya itu hingga sebuah kejutan besar telah dipersiapkan oleh sang kakek.
__ADS_1
Kepulangan Dave adalah salah satu cara agar ia bisa menjadi ahli waris dalam keluarga Bramantya. Dari kerajaan bisnis yang diwariskan sang kakek, ia bisa menyadari jika untuk mengokohkan sebuah bisnis harus ada pengorbanan besar di dalamnya.
Dave terpaksa menikah dengan Laura demi kemajuan bisnis keluarga Bramantya. Sang kakek menginginkan jika dari pernikahan tersebut, perusahaan miliknya akan lebih berkembang pesat.
Dave yang notabene adalah anak yang berbakti selalu mengutamakan kebahagiaan sang kakek. Pernikahan pun terjadi, Dave resmi menjadi suami Laura Starla.
Sejak pertemuan pertama, Laura menjadi pemuja ketampanan Dave. Sosok lelaki yang sangat sempurna dan tidak mudah mencintai wanita itu berhasil menjadi suaminya. Bangga dengan keputusan ayahnya, Laura sangat mengagungkan Dave.
Sayang pernikahan selama itu rupanya tidak bisa membuat hati Dave tersentuh. Bahkan tubuh Laura tetap suci hingga saat ini. Begitu pula dengan Dave yang tidak bisa merasakan desiran aneh ketika berhadapan dengan istrinya.
Tentu saja Dave begitu terkejut menyadari sikap mereka yang salah. Tunggu dulu, bukan mereka tetapi hanya Dave yang tergila-gila pada Tasya. Buktinya ia tidak bisa menahan rasa rindu ketika berjauhan.
Dave mengusap gusar wajahnya. Menyugar rambutnya agar ia terlihat lebih tampan dibandingkan sesaat pakaian kantor menempel di tubuh.
__ADS_1
"Tasya, kau benar-benar membuatku mengingat bagaimana cantiknya ibumu."
Tangan Dave mengepal erat, menahan gejolak rasa tidak biasa yang terus meletup di dalam hatinya sungguh sangat menyiksa.
"Harusnya aku bisa menahan hasrat ini. Tunggu aku menceraikan Laura, maka setelah itu kita akan bersama," ucap Dave sambil mengusap lukisan indah di dalam kaca tepat di hadapan Dave.
Kata orang jatuh cinta membuat orang gila itu mungkin saja terjadi. Apalagi ketika cinta datang untuk kedua kalinya. Jika saja tidak tersampaikan maka sudah pasti rasa sakit yang terasa justru lebih menyakitkan dan belum tentu bisa sembuh.
Di sisi lain, Tasya sedang mengamati foto kedua orang tuanya lewat sebuah bingkai foto mini yang berhasil ia ambil sebelum benar-benar terusir dari rumahnya sendiri.
"Kalian tidak jahat, tetapi orang disekitar kita tentu saja merupakan salah satu pelaku. Mama, Papa ... ku mohon berilah aku kekuatan agar bisa mewujudkan keadilan untuk kalian. Aamiin."
...
__ADS_1
Sambil nunggu up jangan lupa mampir di karya teman othor