
Ketika cinta dipatahkan secara sepihak, sudah pasti akan menimbulkan luka di dalam hatinya. Cinta bisa berubah menjadi benci dalam sekejap waktu.
Dulu ia pernah sangat mendambakannya. Bahkan memujanya, menempatkan di dalam istana yang dibangun di dalam hatinya. Namun, ketika cinta tidak terbalas dan bahkan tidak pernah dianggap, maka kebencian akan memenuhi seluruh aliran darahnya.
"Cepat keluar!"
"Kalian pasangan kumpul kebo!" pekik Laura penuh amarah.
Di mata Laura, Dave benar-benar bermain cantik hingga membuat dirinya tidak pernah menemukan cacat di dalam hatinya. Akan tetapi ketika perceraian mereka terjadi, kedua mata Laura kini sudah terbuka lebar.
Dave yang sangat hafal dengan suara mantan istrinya itu segera keluar. Menatap tajam ke arah istrinya tersebut. "Mau apa kau kemari!"
"Ha ha ha, bagus sekali kau. Saat ini bermain dengan gadis di bawah umur. Apakah mantan suamiku ini pedofil?"
Plak
__ADS_1
Sebuah tamparan berhasil mendarat mulus di dalam wajah Laura. Panas dan sakit, itulah yang dirasakan oleh Laura.
"Kau berani menamparku, ha-ah! Jangan sok suci. Ternyata seleramu sangat rendah. Bahkan aku yang telah menjadi istrimu selama beberapa tahun pun tidak pernah sekalipun kau sentuh, tetapi ini apa? Atau kau menikah denganku hanya untuk menutupi penyakit kamu yang sangat menjijikkan itu!"
"Cukup Laura, jaga ucapanmu!"
Rahang Dave tampak mengeras, bahkan urat-uratnya terlihat keluar dan seolah merusak semua kedamaian hatinya.
"Kenapa Dave? Kau suka dengan gadis itu, silakan!"
Laura tampak mengelilingi tubuh Dave. "Ha ha ha, beruntung kau tidak menyentuhku. Maka akan kutunjukkan jika aku sudah punya calon suami yang lebih matang dan kaya daripada kau!"
"Aku akan melunakkan hatimu sekali lagi," gumamnya sambil memegang bahu Laura.
Tangannya kemudian turun hingga sampai pinggang Laura, nafasnya sengaja ia dekatkan ke salah satu telinga milik mantan istrinya. Siapa yang tidak merasa hawa panas jika diperlakukan seperti itu.
__ADS_1
Terlebih lagi Laura pernah mendapatkan hal yang sama dari pacar gelapnya ketika ia tidak mendapatkan apa yang menjadi haknya dari Dave. Dave semakin bahagia bisa menaklukan Laura dengan sentuhannya.
"Ternyata kau hanya memerlukan sentuhan-sentuhan dariku, tetapi maaf hanya Tasya yang mendapatkan hati dan juga tubuhku."
Suara Laura yang semula penuh amarah kini mulai mereda dan terdengar parau. Sepertinya hawa panas benar-benar memenuhi aliran darahnya. Tangannya terulur hingga sampai menyentuh bahu Dave.
"Kenapa selama kita menikah kau tidak bisa bersikap lembut seperti ini? Apakah ini benar Dave mantan suamiku?"
Selama di dalam rumah, Tasya merasa tidak nyaman karena Dave tidak kunjung kembali. Hatinya mulai tidak tenang, maka ia pun memutuskan untuk segera menyusul keluar.
Betapa terkejutnya Tasya ketika melihat Dave dipeluk oleh seorang wanita. Pikiran sehatnya tiba-tiba saja berubah menjadi buruk ketika membayangkan itu adalah istri Dave.
"Bagaimana jika Tante itu adalah istri Om Dave? Gimana kalau nanti ia justru melabrakku?"
Tasya menepuk-nepuk kedua pipinya, "Ya Tuhan, aku ingin kabur dengan segera. Pokoknya Tante itu nggak boleh tahu."
__ADS_1
Setelah beberapa saat kini Laura mulai tenang dan duduk berdampingan dengan Dave. Melihat tirai ruang tamu milik Tasya baru saja bergoyang, Dave panik.
"Apakah Tasya melihat semua ini? Bagaimana jika ia marah?'