
Melihat sebuah kesempatan Tasya segera mengambil alih posisi. Ia sudah sering belajar dari film-film bagaimana melarikan diri ketika disandera oleh seseorang.
Tasya merasa Tomy bukanlah orang baik, karena sejak tadi yang sama sekali tidak memperlakukannya sebagai seorang wanita dan seolah melecehkannya guna memancing amarah seseorang yang sama sekali tidak ia ketahui. Maka dari itu saat Tomy hendak meraih tubuh Tasya, ia pun menghindar dan menendang bagian inti milik tubuh Tomy.
Mengaduh tentu saja, tetapi rasa nyeri yang terasa di bawah sana membuat Tommy kesulitan bergerak. Rupanya tendangan Tasya cukup kuat, karena berhasil membuat Tommy kesakitan saat berjalan. Ia hanya berteriak untuk memanggil para pengawal yang berjaga di depan kamar agar mengejar Tasya yang hendak melompat dari jendela.
"Jika kamu lompat dari lantai ini, paling cuma memar doang, paling parah patah tulang!" gumam Tasya sambil mengukur ketinggian.
Sementara di dalam Tomy masih berteriak-teriak memanggil pengawalnya. Tasya memantapkan diri untuk melompat.
Dari kejauhan Dave melihat ada sebuah bayangan yang menunjukkan jika orang tersebut ingin melompat dari kamar. Dia memicingkan matanya sambil melihat bagaimana dirinya bisa menerobos masuk. Apalagi saat ini penjagaan mulai terasa lebih renggang.
Naas ketika Tasya hendak melompat rambutnya dijambak oleh salah satu pengawal, sehingga ia bisa ditangkap kembali oleh mereka.
"Argh! Sakit dudul!" pekik Tasya sambil memegangi rambutnya yang sakit.
Setelah berhasil mendapatkan Tasya, kini ia dilemparkan kepada Tomy hingga jatuh tersungkur tepat di kakinya. Rasa belas kasihan itu musnah sudah, yang tersisa tinggal rasa sakit dan amarah yang bergemuruh di dalam dadanya.
Diraihnya rambut Tasya dengan sangat keras hingga ia mengaduh kembali.
__ADS_1
"Sial, kau yang membuat aku sakit seperti ini, maka jangan salahkan jika aku berbuat nekat kepadamu!" gertak Tomy secara langsung.
Perih sekali rasanya ketika diperlakukan secara kasar oleh orang tidak dikenal. Tenaga yang tidak sepadan membuatnya dengan mudah dilumpuhkan oleh pengawal Tomy.
"Selamat menikmati penderitaan Nona Tasya Matteo!"
Sorot mata Tasya menyalang tetapi ia tidak bisa melawan lagi. Sebaliknya Dave mencoba menerobos masuk.
Tomy melihat ke arah pengawalnya, "Bawa dia dan kurung di bawah tanah!"
"Siap!"
Dua kali pukulan yang dilakukan oleh Tomy membuat dua pengawal tadi babak belur. Belum sempat menginformasikan ke dalam, alat komunikasi mereka sudah dirusak.
"Di sini kau rupanya!"
"Hei, pecundang beraninya kau masuk istanaku!" ucap Tomy murka
Bagaimana ia tidak murka jika rupanya Dave berhasil masuk dan membobol pertahanan di mansion miliknya. Tanpa menunggu waktu lebih lama lagi kini Dave dan Tomy berkelahi satu sama lain.
__ADS_1
Saling mempertunjukkan kekuatan masing-masing. Para pengawal yang melihat tidak ada yang berani melerai karena masih menunggu perintah dari Tomy. Salah sedikit bisa saja mematik api di dalam tubuh Bossnya tersebut.
Luka memar memang didapat, tetapi rupanya Dewi Fortuna berpihak pada Dave dan memenangkannya. Kini tubuh Dave menindih tubuh Tomy dengan kedua tangan dipegang olehnya.
"Hei, kenapa kalian diam saja!" omel Tomy tidak suka.
Dave menoleh dan tersenyum, "Satu langkah kalian mendekatiku maka bisa dipastikan kalian akan mendapatkan hal yang sama dengan Boss kalian ini!"
Muka bengap, kaki dan tangan memar serta luka di sudut bibir dan bagian inti membuat ia mudah dilumpuhkan. Tomy hanya bisa mendesis ketika anak buahnya sama sekali tidak berkutik dan justru menurut pada Dave.
Di ruang bawah tanah, Tasya histeris karena kamar yang ia tempati sangat gelap dan banyak tikus. Sayang, ruangan itu kedap suara sehingga siapapun tidak ada yang mendengar jeritannya.
Setelah berhasil melumpuhkan Tomy, kini ia hendak mencari keberadaan Tasya. Lagi-lagi Dave tertipu oleh anak buah Tomy, karena saat ia hendak menuju tempat Tasya disekap, leher belakangnya dipukul dengan satu balok kayu hingga membuatnya pingsan.
"Bagus, kerja yang bagus! Cepat bawa dia ke bawah tanah juga. Kalau perlu satu kamar dengan Tasya!"
"Siap, Boss."
......................
__ADS_1
Jika keduanya justru dikurung oleh Tomy, lalu siapa yang bisa menolong mereka? Tunggu kelanjutannya hari ini ya. Sambil nunggu jangan lupa mampir ke novel teman othor, ya. Ditunggu.