Godaan Sugar Daddy

Godaan Sugar Daddy
Part 16. PENOLAKAN KELUARGA BESAR


__ADS_3

Merasa Jika putri mereka dipermainkan oleh Dave, membuat keluarga besar Laura marah besar. Mereka berencana akan menuntut perusahaan Dave agar mengganti rugi semua penderitaan yang dialami oleh Laura selama pernikahan mereka kemarin terjadi.


Mendengar hal itu, Dave sama sekali tidak takut. Lagipula sudah lama ia menantikan hal tersebut. Sayang di saat yang sama Tasya sedang mengalami masalah.


"Buat apa sih Sya kamu kembali lagi ke sini? Nggak takut sama kejadian malam itu?" tanya Raya dengan kedua tangan di depan dada.


Bagaimana ia tidak marah kalau mengetahui jika Tasya justru datang ke tempatnya dan mencari masalah. Selain itu masih banyak hal yang dikhawatirkan Raya akan kedatangan Tasya, hal itu berkaitan dengan keselamatan Tasya yang telah ia jaminkan kepada Dave.


"Gawat kalau Tuan Dave sampai tahu jika Tasya justru datang ke sini dan membuat onar semuanya," gumam Raya khawatir.


"Kamu nggak suka aku datang ke sini? Maaf," cicit Tasya polos.


Ia sama sekali tidak memperdulikan tatapan nyalang dan kehausan dari para lelaki hidung belang terhadapnya. Maka dari itu ia pun seolah abai dan hal itu sukses membuat Raya meradang karena ketakutan.

__ADS_1


Dengan segera Raya menarik Tasya menjauh dari tempat itu untuk masuk ke dalam ruang privasi. Lalu ia segera menguncinya dari dalam. Ia tidak mau Tasya sampai masuk ke dalam jebakan yang telah dipersiapkan oleh orang-orang licik di dalam Bar tersebut.


Ia sangat tahu Tasya menjadi incaran orang-orang tersebut sejak lama. Sejak ia mencoba melarikan diri setelah gagal dari cengkraman salah satu orang penting di dalam Bar tersebut.


"Kamu tahu nggak kenapa aku ngelarang kamu untuk datang ke sini? Tempat ini sangat berbahaya Tasya!"


Raya memejamkan kedua matanya untuk sesaat lalu kembali bercerita kemudian.


"Kamu tahu, keselamatan kamu itu sangat penting. Apalagi kamu juga harus membalaskan dendam kedua orang tuamu. Mencari kebenaran agar bisa mengetahui bagaimana caranya untuk mendapatkan warisan dari ayahmu kembali."


Buliran kristal bening mengalir membasahi kedua matanya tanpa suara dan permisi. Rasa sakit yang pernah terasa kini menjalar kembali.


"Sorry, aku bener-bener nggak ingat. Bukan maksudku untuk melupakan mereka. Akan tetapi hal itu seolah mengingatkan bagaimana luka ini tidak bisa disembuhkan dalam sekejap. Aku sadar bahwa langkah yang diambil salah, tetapi aku ingin berterima kasih kepadamu. Maaf, karena aku tidak bisa menghubungimu, maka dengan terpaksa aku datang ke tempat ini."

__ADS_1


"Bodoh, seharusnya kamu tidak memaksakan keinginanmu sampai seperti ini. Bukankah kamu bisa menemui aku di depan bar saat siang hari? Atau kamu menitipkan pesan pada security di depan sana. Biar dia yang menyampaikannya padaku. Ingat, tempat ini sangat berbahaya."


Tasya seolah sadar dengan apa yang diperbuatnya dan lalu mengangguk.


"Percayalah, sudah pasti aku akan menemuimu. Akan tetapi ingat, kamu jangan sampai memaksa masuk seperti ini. Sekali lagi tempat ini bukan tempat untuk anak kecil!"


Tasya tersenyum, "Bukankah, kita seumuran? Aku dan kamu? Atau kamu sudah berusia lebih lanjut setelah putus sekolah?"


Pertanyaan dari Tasya seolah menyentil hati nurani Raya. Bagaimana mungkin ia bisa mengatakan sebuah rahasia yang sudah lama ia simpan sendirian dan rapi itu kepadanya. Bahkan Raya ingin menghapus ingatan itu untuk selamanya.


"Tunggu suatu hari nanti, aku pasti akan bercerita kepadamu, tetapi tidak untuk saat ini."


Dari kedua mata Raya bisa dipastikan ada sebuah hal besar yang sedang disembunyikan olehnya. Lalu rahasia apa itu? Simak di update selanjutnya. Sambil nunggu up jangan lupa mampir ke sini ya. Makasih.

__ADS_1



__ADS_2