Godaan Sugar Daddy

Godaan Sugar Daddy
Part 17. RAHASIA RAYA


__ADS_3

Malam itu benar-benar menjadi malam mengerikan buat Araya. Setelah ia diusir oleh bibinya dengan terpaksa ia terlunta-lunta di jalanan. Maka dari itu, ia pun merasa jika ada hal yang tidak bisa dilakukan lagi kecuali mencari sebuah perlindungan.


Raya berjalan dengan tergesa-gesa ketika ia merasa diikuti oleh keluarga besarnya. Namun, dugaan itu salah. Rupanya pakaian yang minim membuat beberapa lelaki berandalan mengincar dirinya.


"Ada cewek cantik, Bro. Gimana kalau kita icip-icip?"


"Boleh, lah. Ayo kita ajak dia mepet!"


Mendengar hal itu Raya segera mempercepat langkahnya. Rasa ketakutan itu mendorong kakinya untuk berjalan lebih cepat dan itu memicu para lelaki itu untuk segera mengejarnya.


Tak elak terjadi kejar-kejaran malam itu, hingga akhirnya membuat Raya justru masuk ke dalam lubang kelam selamanya. Saat Raya di tengah keputusasaan, ada sebuah mobil yang berhenti untuk menolongnya.


Tanpa rasa curiga Raya segera masuk ke dalam mobil itu dan meminta tolong salah satu untuk mengantarkan ke tempat yang aman. Rupanya sopir taksi itu membawanya pergi ke tempat Bar di mana tempat ibunya saat ini.


"Nona tenang aja, karena tempat ini sangat pas dan tempat teraman untuk Nona. Saya jamin mereka tidak akan berani mengejar sampai di sini. Tenang di dalam ada Nyonya Lisa yang siap membantu Nona."


"Be-benarkah, Pak?"

__ADS_1


"Benar, buktinya Tuhan mengirim saya untuk membantu Nona."


"I-iya saya percaya. Lalu apa yang harus saya lakukan?"


"Nona silakan masuk dan menemui Nyonya Lisa. Beliau pasti akan membantu memberikan solusi terbaik untuk Nona."


Setelah mengucapkan rasa terima kasihnya, Raya segera masuk ke dalam Bar. Rupanya sama seperti yang dikatakan sang sopir taksi, Nyonya Lisa memang memberikan perlindungan kepada Raya.


Beliau begitu keibuan, sehingga Raya percaya padanya. Hingga satu malam kelam, membuat rasa kepercayaan diri yang dimiliki Raya pupus sudah. Mahkota yang telah ia lindungi sejak lama terlanjur dicuri, karena kesalahan yang telah dipilih olehnya.


"Hancur sudah semuanya, aku sungguh tidak akan pernah memaafkan orang-orang yang telah menjebakku!" ucap Raya berapi-api.


Hingga beberapa hari kemudian, muncullah Raya dengan segala dendamnya. Seorang Raya yang berbeda dengan Raya yang pernah menjadi sabahat Tasya. Sejak saat itu ia berjanji akan melindungi anak-anak gadis agar tidak terjerumus ke dalam lembah yang sama.


Maka dari itu ia sangat melindungi Tasya. Tasya yang seolah mengerti keadaan Araya segera memeluknya. Membiarkan Raya menumpahkan segala keluh kesahnya.


"Harusnya aku tidak mengorek luka lama itu Raya, maaf. Kedatanganku ke sini jujur untuk mengucapkan rasa terima kasih karena kamu selalu membantuku."

__ADS_1


"Ada satu orang yang bisa membantumu keluar dari sini sekarang, tunggu dan duduklah di sana!"


Saat Raya dan Tasya berada di ruangan itu, pintu kamar tersebut didobrak dari luar hingga membuat beberapa kali Tasya tersentak.


"Gawat, gue harus segera telepon Tuan Dave."


Sayang, ponsel Dave mati karena ia masih disidang oleh Keluarga Besar Laura. Duduk dengan tenang dan tanpa rasa takut ketika kakek tua itu memberondongnya dengan segala pertanyaan yang menyudutkan dirinya.


"Dave, cepat jawab atau aku copot kedudukanmu di posisi CEO!"


Dave berdiri dan hampir pergi. "Copot saja jika itu maumu!"


Kakek Laura mengepalkan tangannya menahan amarah, "Hentikan langkahmu atau apa yang menjadi keputusanku tidak akan bisa diubah lagi!"


......................


Kira-kira Tasya bisa diselamatkan nggak ya? Trus dimana Brodi sih, kok nggak muncul-muncul lagi? Sambil nunggu up jangan lupa mampir ke sini ya, Kak. Makasih.

__ADS_1



__ADS_2