Godaan Sugar Daddy

Godaan Sugar Daddy
Part 15. BUNGA-BUNGA CINTA


__ADS_3

Sepanjang perjalanan ke kantor, Dave masih memikirkan keberadaan Tasya karena sikap usilnya tadi. Ia memang berhasil mengerjai gadis kecilnya tersebut hingga membuatnya semakin gemas. Niat hati hanya ingin bercanda tetapi ujung-ujungnya justru semakin membuat rindu.


"Aku tidak menyangka jika diusia yang sudah tidak muda lagi bisa merasakan puber kedua. Bahkan dengan putrimu."


Beberapa kali Dave senyum-senyum sendiri di dalam mobil. Hal itu membuat supir pribadinya bisa mengerti kenapa Tuannya bisa menceraikan istri yang merupakan salah seorang putri dari pengusaha terpenting di negeri ini. Dave sama sekali tidak merasa akan terancam ataupun ketakutan jika perusahaannya akan gulung tikar.


Sejatinya Dave mempunyai banyak usaha yang tidak pernah dibayangkan oleh orang-orang di sekitarnya. Hanya segelintir orang kepercayaan Dave, yang mampu mengerti siapa Dave yang sebenarnya. Sikap introvert, dingin, kejam dan bahkan terkesan tidak mempunyai rasa kemanusiaan membuat siapapun tertipu dengan wajah tampan milik Dave.


Laura adalah salah satu korban keegoisan kedua orang tuanya. Mereka mengira Dave benar-benar calon menantu idaman seperti karirnya yang cemerlang. Rupanya pemikiran mereka salah, Laura terluka karena cinta darinya tidak pernah bersambut bahkan terkesan diabaikan dan tidak pernah dianggap. Hingga pernikahannya hanya bisa bertahan selama beberapa tahun tanpa bisa saling menyentuh dan akhirnya bercerai.


Istri mana yang tidak terluka dengan perlakuan yang seperti itu. Seorang istri pasti mendambakan sebuah pernikahan impian yang hangat dan penuh cinta, meski itu hanya cinta setelah perjodohan.


Di sisi lain, Tasya seringkali terlihat tidak fokus dengan pekerjaannya karena banyak memikirkan Dave. Teman baiknya tentu saja memahami hal itu.


Tasya benar-benar tersihir dengan wajah tampan Dave yang sepanjang hari teringat kedatangannya tadi pagi. Apalagi ia datang disaat Tasya sedang fokus bekerja.


"Bisa-bisanya Om Dave datang dengan tiba-tiba? Nggak mungkin juga buat sengaja chek aku masuk kerja atau enggak. Apalagi semalam chatnya enggak aku balas?"

__ADS_1


Tasya terlihat mer-e-mas kertas kosong yang berada di hadapannya. Buru-buru Sesil menyenggolnya.


"Awas dimarahi Bu Dewi, loh nanti!"


Tasya menoleh, "Sorry!"


Sesil yang merupakan teman kerja Tasya pun mengerti apa yang dirasakan rekan kerjanya itu. Ia menganggap jika lelaki tadi pagi yang datang sebagai customernya adalah sugar Daddy untuk Tasya. Namun, ia tidak mengatakan hal itu secara langsung terhadap Tasya karena ia berjanji akan mengamati bagaimana mereka akan berinteraksi dalam beberapa hari ke depan.


"Jika benar lelaki tadi naksir Tasya, sudah pasti nanti pasti akan balik lagi dan bisa dipastikan hal itu akan terjadi!" ucap Sesil di dalam hati.


Sementara itu hari itu jadwal pekerjaan Dave begitu padat. Sehingga ia tidak mempunyai banyak waktu untuk mengamati gadis kecilnya. Akhirnya ia hanya mengutus sang asisten Brodi untuk mengawasi gerak-gerik Tasya.


"Ya ampun, Boss belum kerja sudah dipotong. Jangan lah, kan saya belum kawin, Boss."


"Kawin, kawin! Emang ada yang mau sama kamu!"


"Astaga, niat banget doain kejelekan buat saya. Saya pastikan semua info akurat."

__ADS_1


"Oke, omongan kamu aku pegang!"


"Siap laksanakan, Boss!"


......................


...Minimarket...


Merasa jika jam kerja sudah tiba, Tasya segera berkemas dan langsung kembali ke tempat kostnya. Hari ini adalah jadwal untuk menemui Raya. Tasya ingin mengucapkan terima kasih padanya karena selama ini sudah meminjamkan tempat kostnya.


Meskipun setelah itu mereka sudah tidak pernah bertemu lagi, tetapi Tasya tetap menganggap hal ini sangat penting. Ia bahkan mengabaikan resiko yang ada di hadapannya. Sama sekali tidak bisa mengetahui jika tempat kerja Raya adalah sebuah tempat di mana hubungan lelaki dan perempuan bebas dilakukan seperti suami istri. Jika Tasya sudah masuk ke dalam sana, itu sama saja menyerahkan diri ke lubang buaya.


Sesungguhnya di tempat kerja Raya banyak lelaki hidung belang yang mencari gadis-gadis muda untuk memuaskan hasratnya saja. Mereka akan menggantinya dengan beberapa puluh lembar uang sebagai kompensasi. Sayang, hal itu wajar terjadi dan seolah mereka saling membutuhkan.


......................


Apakah Dave bisa menyelamatkan Tasya kembali? Atau Tasya akan masuk ke dalam perangkap lelaki hidung belang? Simak kelanjutannya dini hari ya. Sambil nunggu up jangan lupa mampir ke sini.

__ADS_1



__ADS_2