Godaan Sugar Daddy

Godaan Sugar Daddy
Part 50. MENIKAH


__ADS_3

Sebuah hal yang dinantikan Dave akhirnya terwujud. Tasya akan menjadi istrinya dalam beberapa jam lagi.


Tanpa mengundang banyak tamu, Dave dan Tasya ingin merayakan moment sakral tersebut dengan keluarga inti saja, tanpa mau melibatkan orang luar. Apalagi kondisi Dave yang masih kontroversial membuat ia harus menyembunyikan istri tercinta.


"Kamu benar-benar nggak apa-apa, kan? Jika pernikahan kita hanya dihadiri keluarga inti dan beberapa kolega bisnisku?"


"Nggak apa-apa, Sayang. Apalagi saat ini aku hanya punya kamu seorang."


Tasya begitu penurut, ia sudah tidak seambius dulu lagi. Di tambah lagi sudah tidak ada lagi alasan untuk membenci Dave.


Meskipun mereka terpisah beberapa kamar untuk pingitan, tidak menyurutkan keduanya untuk tetap berkomunikasi. Nanti Tasya akan didampingi oleh braismaid yang disewa oleh Dave.


Brodi berhasil mempersiapkan semuanya sesuai permintaan Dave dan Tasya. Sebuah dekorasi pernikahan terlihat sempurna mengiringi perjalanan cinta berliku antara Dave dan Tasya.


"Semoga Bos berhagia dengan Nona Tasya," ucap Brodi tampak tersenyum senang.

__ADS_1


......................


Hari yang ditunggu telah tiba. Kini Tasya sudah memakai pakaian pengantinnya. Sejak pagi para make up artist sudah berlomba-lomba untuk memoles wajah Tasya dengan make up agar ia tampak seperti seorang ratu di dalam hari bahagianya kali ini.


Begitu pula dengan Dave yang sudah tampak rapi dengan setelan Tuxedo-nya. Di sebuah ballrom sebuah hotel ternama di Ibu Kota, telah disulap menjadi sebuah istana seperti di negeri dongeng. Para tamu undangan yang akan hadir pun menunjukkan surat undangan eksklusif agar dapat menghadiri acara sakral tersebut.


Sebuah tema sesuai permintaan mempelai wanita dan hal itu akan diwujudkan oleh mempelai pria. Meski tidak semewah pernikahan artis, Dave tetap memberikan sebuah kejutan untuknya.


Apapun permintaan kecil Tasya, meski tidak terucap tetap saja akan ia usahakan apalagi ia amat mencintai calon istrinya itu. Dave tidak peduli dengan rentang usia mereka yang sangat jauh.


Dave benar-benar memperjuangkan hati gadis belia tersebut. Semua rintangan yang sempat menghadangnya di depan kini sudah berhasil ditepisnya.


Tepat pukul delapan pagi, semua saksi, mempelai dan penghulu sudah berada di tempat akad nikah akan dilangsungkan. Ketegangan memang sempat terjadi tapi semuanya dapat Dave tepis dengan satu kalimat ijab yang ia lafalkan dalam satu kali tarikan nafas.


"Bagaimana saksi, sah?"

__ADS_1


"Sah!" ucap para saksi.


"Alhamdulillah."


Lalu semua memanjatkan doa untuk kedua pengantin dan setelahnya, Dave memasangkan cincin pengantin di jari manis Tasya begitu juga sebaliknya. Tasya juga memasangkan cincin itu pada tangan Dave . Selepas semua itu, Dave mengecup kening Tasya lalu mulai membacakan sebuah doa.


Hingga tiba di mana mereka harus menandatangi semua berkas-berkas dan buku nikah. Tak lupa setelahnya kedua pengantin itu saling tersenyum sambil memamerkan buku nikah mereka pada hadirin dan untuk memenuhi sesi pemotretan.


Hari itu pula semua kerabat dan kolega bisnis dari pihak Dave dan Tasya mendapatkan undangan untuk hadir di tempat itu.


"Terima kasih Sayang, sudah mau menerima semua kekurangan yang ada pada diriku," ucap Dave sambil mengecup punggung tangan istrinya dan memandanginya dengan penuh cinta.


Tasya sangat terharu akan tingkah manis suaminya.


"Terima kasih banyak, Om Dave karena sudah sabar terhadap semua sikap dan tingkah lakuku."

__ADS_1


__ADS_2