
"Bagaimana, apakah surat dari pengacara sudah siap?"
"Sudah tentu, Tuan. Ini suratnya," ucap asisten Dave sambil menyerahkan sebuah surat perceraian.
"Apakah prosesnya akan lama?"
"Sesuai dengan permintaan Tuan, maka akan dipercepat!"
Dave menyunggingkan senyum sempurna, ia sudah mendapatkan apa yang selama ini diharapkan.
"Bagus, sebentar lagi aku akan lepas darimu, Laura."
Dave segera menandatangani surat tersebut dan langsung meminta asistennya untuk memberikan surat tersebut pada Laura. Asisten Dave tidak mau menunggu waktu lama dan langsung menemui Laura di kamarnya.
Laura yang sudah sangat kecewa pada Dave tampa berpikir panjang segera merobek surat tersebut. Dave yang berada di depan kamar segera membuka pintu dan menatap tajam ke arah Laura.
"Apa yang kau lakukan!"
"Cukup Dave, kau sudah gila! Apakah kau tidak sadar dengan hal yang kau lakukan?"
__ADS_1
"Sangat sadar, bahkan kakek pun sudah tahu akan hal ini."
"Bohong! Kau kira akan dapat dengan mudah bercerai dariku, hah!"
Dave menyunggingkan senyum ke arah Laura. "Jika kau tidak percaya padaku, terserah! Yang perlu kau tahu jika kakek tidak akan mendukungmu lagi!"
Kepanikan Laura sangat beralasan, karena tiba-tiba saja ia mendapatkan panggilan telepon agar segera datang ke mansion utama.
"Nyonya Muda, Anda ditunggu Kakek di mansion utama saat ini. Mobil yang menjemput Anda sudah menunggu di depan."
Dave tidak menghalangi jalan Laura yang terlihat sangat buru-buru saat keluar kamar. Ia justru semakin puas dengan keputusan hari ini. Sayangnya, hal itu sama sekali tidak berlaku pada Laura.
"Silakan masuk, Nyonya Muda. Tuan besar sudah menunggu Anda."
Ketika Laura baru saja masuk, tatapan tajam diberikan sang kakek kepadanya. Kemarahannya benar-benar terlihat di sana. Rupanya Dave bukan hanya mengirimkan beberapa bukti tentang perselingkuhan yang dilakukan oleh Laura pada sang kakek.
Laura yang mendapatkan tatapan tajam sama sekali belum menyadari keadaannya, sehingga ia tetap berjalan santai ke arah kakek. Memasang wajah lugunya seolah tidak ada cela pada dirinya.
"Berhenti, tetaplah kau berdiri di sana dan jangan sekali pun berani mendekatiku!"
__ADS_1
Ucapan yang dilontarkan sang kakek membuat Laura sama sekali belum menyadari keadaan di sana, hingga akhirnya kakek melemparkan sebuah amplop coklat ke arahnya. Dengan tangan gemetar Laura mencoba melihat isi di dalamnya.
Betapa terkejutnya Laura melihat semua pose yang dilakukan dirinya dibidik dengan sempurna dari segala sisi. Bodoh, karena ia sama sekali tidak menyadari jika aksinya selama ini bisa terendus oleh keluarga besarnya.
"Tidak adil jika sampai membiarkan Dave terus bersama dengan wanita kotor sepertimu!"
Panggilan sebagai wanita kotor yang tersemat pada nama Laura sungguh membuatnya tidak berani muncul di dalam keluarga besar Dave. Pada saat yang sama Dave tiba-tiba muncul dan langsung menyerahkan sebuah map cokelat ke arah Laura.
"Cepat tanda tangani dan pergi sesuai kataku! Nikmatilah hidup yang sudah diatur oleh keluarga besar dan jangan sekali pun protes," ucap Dave begitu lirih tepat di salah satu telinga Laura.
Tangan yang masih terlihat gemetar itu sungguh membuat Dave tegang. Ia terus berdoa agar rencananya segera terwujud dan segera bebas bertemu dengan Tasya.
Dave bahkan tidak berani bertemu dengan Tasya sebelum surat cerai di antara Dave dan Laura selesai ditandatangani oleh istrinya. Sementara itu Laura menyesal karena ia justru mengotori dirinya sendiri dengan sebuah kata perselingkuhan.
......................
Jika Laura saja bisa dilepas dengan begitu mudahnya oleh Dave dan keluarganya, apakah hal itu juga akan berlaku sama ketika Tasya masuk nanti? Semoga saja Laura tidak merusak semua hal yang sudah dipersiapkan Dave.
Nah, sambil nunggu up jangan lupa mampir ke sini ya. Makasih
__ADS_1