
Namun, rupanya Dave dan Tasya tidak bisa lepas dari Tomy. Saat mereka keluar rumah ternyata ada yang melihat dan bisa mengejar. Akhirnya saat ini mereka pun kembali tertangkap. Kedua tangan dan kaki mereka diikat, sementara itu mulutnya tidak disumpal.
"Sial, kenapa aku datang terlambat!" rutuk Brodi dari tempat persembunyiannya.
Tadinya Brodi hendak masuk, tetapi saat melihat Dave dan Tasya kembali tertangkap, ia memilih untuk kembali bersembunyi di tempat. Salah satu tangannya tanpa ia sadari menghubungi kantor kepolisian yang selalu sedia ketika Brodi membutuhkan bantuan.
Hanya dengan menekan tombol darurat maka secara otomatis alarm sistem akan menyala dan membuat mereka segera mendatangi lokasi sesuai dengan titik maps yang dikirim oleh Brodi
Sementara itu kedua matanya tetap memindai pintu masuk mansion milik Tomy.
"Sepertinya akan ada banyak kejutan di sana, tetapi apakah Nona Tasya akan baik-baik saja?"
Grogi, dipaksa berpikir cepat tidak membuat konsentrasi Brodi terbelah. Dengan cepat ia melihat ponselnya agar terhubung dengan kepala kepolisian.
"Boy, bantu aku."
"Iya, sudah tahu gue!"
"Loh, kok sudah tahu? Kok bisa?" ucap Brodi kebingungan.
Boy menyugar rambutnya, ia sudah terlalu hapal dengan sikap spontan Brodi yang tidak sadar telah mengirim sinyal padanya tadi.
__ADS_1
"Udah, tenang aja. Lo mau berapa tim yang gue kirim ke sana?"
"Em, tiga aja dah. Rasanya sudah cukup, tapi ...."
"Udah, nggak usah tapi-tapian dan tunggu keajaiban dari tim gue!"
"Iya, dah. Jangan lama-lama, ntar Big Boss gue marah."
"Oke. Siap!"
Sambungan telepon terhenti dan saat ini beberapa tim inti sudah dikirim ke lokasi. Mereka akan melakukan penyelamatan pada Dave dan Tasya secara sembunyi. Sudah lama ia mentargetkan Tomy tetapi langkahnya selalu terjegal dan tidak pernah berhasil.
Beruntung Brodi memberikan pekerjaan yang sudah lama ia nantikan. Kini saatnya Boy menunjukkan jika dirinya memang pantas berada di dalam posisi tersebut.
Sebelum Boy berangkat ia selalu berdoa pada Tuhan dan menyematkan doa kepada ibunya. Semangat yang ia dapatkan tidak pernah padam karena ada doa dan restu yang disematkan oleh ibunya pada Boy.
Tidak membutuhkan banyak waktu kini Boy sudah sampai di lokasi. Brodi sudah menunggu di sebuah titik. Kedua sahabat itu saling menyapa sebelum melakukan aksinya.
"Mending Lo nggak usah masuk, biar gue aja."
"Oke, tetapi ingat ini wajah Big Boss gue sama calonnya."
__ADS_1
Boy memperhatikan secara seksama foto tersebut lalu segera menjalanlan aksinya. Penuh ketelitian dan kesabaran agar misinya kali ini berhasil.
"Semuanya, segera tempati titik-titik koordinat yang sudah saya kirim ke ponsel kalian!"
"Siap, komandan."
Dalam sejenak mereka memperhatikan lalu memastikan jika mereka saat ini berada pada titik yang dimaksud. Memang benar, di dalam terlihat ada dua tawanan yang sedang berlutut di depan seorang lelaki.
"Target sudah terlihat komandan."
"Bagus, lakukan sekarang!"
"Siap, komandan."
Tidak perlu lama lagi, ternyata mereka bergerak cepat. Ada beberapa saat mereka harus saling baku hantam, hingga akhirnya kemenangan berada di pihak Brodi dengan sebuah oleh-oleh yang didapat oleh Dave dan Tasya.
Beberapa luka lebam di tubuh dan wajah mereka membuat Tasya terlihat sangat letih. Dave yang tidak tega segera melarikan Tasya ke Rumah Sakit terdekat. Tidak lupa ia mengucapkan terima kasih pada Brodi dan Boy.
......................
Lalu apakah, Tasya bisa segera pulih? Hingga apakah Tomy akan bersikap biasa saja setelah ia berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian?
__ADS_1
Tunggu kisah lanjutannya, dan jangan lupa mampir ke sini ya teman-teman. Makasih.