Godaan Sugar Daddy

Godaan Sugar Daddy
Part 19. MENYUSULMU


__ADS_3

"Kalau kalian tetap ingin mempertahankan pernikahanku dengan Laura itu hanyalah sebuah mimpi. Karena sesungguhnya tidak pernah ada cinta di dalam hatiku ini!"


Ucapan dari Dave membuat beberapa orang yang berada di sana terkejut. Di tambah lagi ucapan darinya seolah menandakan jika ia memang tidak menyukai seorang wanita dan mungkin saja Dave mengalami kelainan seksual.


"Pantas aja Laura tidak tersentuh sampai saat ini, rupanya kau yang bermasalah Dave!" bibir salah seorang tantenya kepada Dave.


Bukan hanya itu tetapi banyak lagi cibiran yang didapat. Bahkan kejantanan Dave diragukan disana. Dave hanya mencebik, baginya penghianatan dari Laura yang telah terjadi jauh lebih memalukan daripada kelainan yang dimiliki olehnya.


Buktinya saja iya sama sekali tetap bisa mencintai Tasya dan kejantanannya pun bereaksi ketika berdekatan dengannya. Bukankah itu artinya normal?


Dave yang sudah muak segera berdiri dari kursi. Memandang ke arah semua orang yang telah meremehkannya. Memindai wajah mereka satu persatu agar lebih mudah ketika nanti ia akan membalaskan dendamnya.


"Jahat dan busuk. Dua kata itulah yang mampu tergambar dari wajah-wajah kalian saat ini."


Tidak ada lagi yang mampu menahan amarah Dave, ditambah lagi ia seolah tidak merasa tersindir karena ucapan mereka barusan. Dave memang orang yang sangat keras dan segala tindakannya sangat tidak bisa diprediksi. Sehingga lawan-lawannya dapat dengan mudah ditaklukkan.

__ADS_1


"Lakukan apa yang mau kalian lakukan. Mulai sekarang aku keluar dari perusahaan. Terserah mau kalian apakah perusahaan itu!" ucapnya sambil menyeringai.


"Berhenti!" ucap sang kakek selanjutnya.


"Jika kau tetap melangkah maka daftar warismu pun aku coret!"


Tanpa ragu Dave tetap melangkah seraya berkata, "Lakukanlah, karena aku tidak akan pernah kembali lagi!"


Sontak semua membisu akan tindakan yang dilakukan oleh Dave. Sementara itu dia segera mengecek ponselnya dan terdapat panggilan dari Raya. Ia pun ingin menelpon kembali gadis tersebut. Namun, sayang sepertinya ponselnya sudah terlanjur mati. Seketika pikiran Dave sudah mengarah kepada keselamatan Tasya.


Setelah sampai di mobilnya, Dave segera melajukan mobilnya pergi meninggalkan tempat terkutut tersebut, dan kembali ke apartemen miliknya. Sementara itu sambungan ponselnya sama sekali tidak bisa terhubung pada Brodi. Tentu saja ia mengepalkan tangannya karena pikirannya semakin berkecamuk.


"Sial, kemana perginya anak itu? Kenapa tidak hp-nya tidak bisa dihubungi?"


Dave segera meninggalkan tempat tersebut, menambah laju kendaraannya agar segera sampai ke tempat apartemen. Badannya sudah terlalu lengket dan letih karena beberapa jam ia seolah diadili oleh keluarga besarnya.

__ADS_1


Dalam kurun waktu sekejap, dia sudah sampai apartemennya. Lalu ia pun melihat CCTV yang ia pasang dan sambungkan di dalam laptopnya. Sambil ia melepas bajunya, kedua matanya memeriksa keadaan di sekitar tempat kost Tasya.


Namun, sayang ... gadis cantik itu tidak terlihat di sana. Dari rekaman yang ia lihat Tasya keluar sejak dini hari dan sampai saat malam tiba ia juga belum kembali.


"Jangan bilang kau kembali ke Bar untuk mencari Raya. Kenapa bisa anak itu menghubungiku? Sudah pasti ada apa-apa dengan kalian berdua. Oke, harusnya aku sendiri yang memastikan sendiri keselamatanmu, Tasya."


Dave segera mempercepat langkahnya dan membersihkan dirinya di kamar mandi. Rencananya ia akan segera mencari Tasya setelah membersihkan diri.


"Tunggu aku menyelamatkan kamu, Sya," ucap Dave mantap sambil membawa peralatan lengkapnya.


......................


Sambil nunggu up jangan lupa mampir ke sini ya, Kak


__ADS_1


__ADS_2