Godaan Sugar Daddy

Godaan Sugar Daddy
Part 24. RUPANYA


__ADS_3

"Kenapa menyuruhku diam, Om?"


"Tentu saja karena takut membuat mereka semakin menjadi, ditambah lagi kekuatan kita tidak sepadan."


"Oh, ya ... benar sekali, sepertinya memang lebih baik seperti itu."


"Good, kamu ikuti semua instruksi dariku."


"Tapi, gelap, Om!"


"Tenang, ada aku, kok!" ucapnya sambil mengerling.


Bagaimana pun ia tidak bisa berbuat banyak karena hal seperti ini sudah tidak bisa dibayangkan kembali. Terkadang apa yang terlihat belum tentu seperti kenyataan.


Setelah mereka berbisik-bisik satu sama lain, rupanya memang ada beberapa langkah kaki yang terdengar dari ruangan yang tempat mengurung Dave dan juga Tasya. Tampaknya mereka ingin memindahkan Tasya dan juga Dave agar bisa berhadapan secara langsung dengan Tomy.


"Nyalakan saklarnya!"


"Siap!"


Dalam sekejab ruang yang semua gelap gulita kini sudah terlihat terang benderang dan mereka memindai satu persatu barang yang ada di dalam sana. Akan tetapi, mereka tidak menemukan di mana Dave dan juga Tasya.


"Dimana mereka?"

__ADS_1


"Entahlah, bukankah kamu yang mengurung mereka semalam?"


"Iya, tapi semalam mereka pingsan."


Justru saat mereka hendak menoleh rupanya Dave dan Tasya memukul kepala mereka hingga mereka jatuh tersungkur. Beruntung jumlah mereka tidak banyak. Sehingga masih aman ketika Tasya dan Dave kolaborasi untuk melumpuhkan mereka.


Tidak hanya sampai di sana, ternyata Dave mengeksekusi mereka hingga kedua anak buah Tomy itu babak belur. Mereka sama sekali tidak bisa berkutik setelah Dave menguncinya dengan kuda-kuda.


"Gimana, seru 'kan?" tanya Dave sambil menaik turunkan alisnya.


"Seru banget," ucap Tasya kegirangan.


Bagaimana pun ini adalah pengalaman pertama Tasya ketika menghajar para preman. Rupanya hal itu sangat menarik, apalagi selama ini Tasya tidak pernah menggunakan ilmu bela dirinya seperti ini. Hanya saja kalau digunakan di dalam posisi kepepet seperti ini rupanya hal itu sangat bermanfaat dan lebih menguntungkan.


"Andai kamu menggunakan hal itu sejak lama, sudah pasti akan sangat berguna."


"Tidak ada kata terlambat untuk memulai," ucap Dave dengan tersenyum.


"Iya, aku terlalu meremehkan ilmu bela diri, Om."


Dave mengacak-acak rambut Tasya dengan gemas. Sementara di ruangan atas, Tomy berharap-harap cemas karena anak buahnya tidak juga kembali. Ingin rasanya ia bertindak sesuka hati dengan menormorduakan rasa kemanusiaan di dalam dirinya.


"Kenapa mereka lama sekali? Jo, Alex segera susul mereka agar cepat kembali!"

__ADS_1


"Siap, Boss!"


Dengan cepat, kedua anak buah Tomy segera menyusul kedua temannya. Mereka tidak mau menunggu lama karena Boss mereka sudah menunggu.


"Tumben banget mereka kerjanya lelet, biasanya 'kan cepat!"


"Ya, namanya juga manusia. Jadi kadang cepat kadang juga lambat."


"Benar juga, ya sudah kita percepat langkah kita."


Betapa terkejutnya mereka ketika tidak menemukan Kedua sandranya. Yang tersisa di sana hanyalah kedua temannya yang sudah pingsan.


"Sebaiknya kita segera melapor ke atas."


Sama seperti sebelumnya saat mereka akan kembali ke atas, dengan segera Dave dan Tasya menghajar mereka hingga babak belur. Tentu saja mereka tidak bisa berkutik atau membela diri karena serangan mereka begitu cepat.


"Ampun, ampuni kami!"


"Enak saja, sedari tadi kamu ngapain aja. Nyiksa gue! Gila aja main jambak rambut. Nih, gue balas sekarang!"


Dave yang melihat Tasya garang hanya terdiam dan membiarkannya terjadi. Lagi pula hanya dengan begitu ia akan berhasil membentuk Tasya menjadi pribadi yang lebih kuat.


......................

__ADS_1


Siapa yang menunggu Tasya dan Dave terbebas dari tempat itu, yuk ah tunggu update selanjutnya ya. Sambil nunggu up jangan lupa mampir ke novel teman othor, ditunggu.



__ADS_2