
Hari ini Tasya belajar untuk memasak. Dave tidak meminta hal itu tetapi Tasya hanya ingin jadi lebih baik. Dulu setiap kali memasak, selalu saja Mamanya melarang dengan berbagai aturan.
Takut tangannya lecet, kukunya patah dan berunjung nggak jadi masak. Setiap hari harus makan apa yang dimasakin sama art.
Dave mencium bau masakan yang harum. Mau tidak mau ia segera menutup map kerja dan melihat ke arah dapur. Terlihat di sana Tasya yang sedang memasak mengikuti tutorial di YouTube.
Entah mengapa, ada hal yang menarik ketika melihat Tasya memasak. Lebih tepatnya hal itu mengingatkan Dave terhadap Mamanya yang sangat suka memasak.
Sejak perpisahannya dengan Mamanya, dia lebih banyak menyibukkan diri dengan berbagai urusan kantor. Bahkan ia sudah lupa dengan rasa masakan yang seringkali dibuat Mamanya.
Saat ini, Mama Dave tinggal di Inggris. Ia berpisah dengan Mamanya, sehingga Dave mengikuti ayahnya tinggal di Indonesia. Tanpa persetujuan sang Mama, Dave pula telah menikah dengan Laura yang akhirnya berujung dengan perceraian.
Jika Mamanya tahu dia pasti akan sangat kecewa dengan nasib percintaan putranya. Wajah Dave justru lebih cenderung mirip sang Mama membuat ayah Dave tidak terlalu suka karena hal itu mengingatkan dirinya pada mantan istrinya.
Tanpa Dave sadari, Tasya melihat jika ada Dave yang sedang melamun di pojok dapur. Niat hatinya ingin menyapa, tetapi ia lebih takut jika ayam gorengnya gosong. Alhasil Tasya membiarkan Dave.
Lamunan Dave buyar ketika ponselnya berdering. "Ada apa?"
"Maaf Bos, mantan Nyonya ingin bertemu Anda?"
Kening Dave berkerut, "Siapa?"
"Nyonya Laura."
Dave membetulkan posisi berdirinya lalu beranjak pergi meninggalkan dapur agar ia lebih leluasa ketika berbicara bersama dengan Brodi.
"Kenapa dia ingin menemuiku, apakah ada hal yang penting yang harus dibicarakan. Bukankah urusanku dengannya sudah selesai?"
"Kalau soal itu aku nggak tahu bos. Akan tetapi barusan asistennya menelpon dan mengatakan ingin bertemu dengan Anda."
"bilang saja kalau aku pergi ke luar negeri dan aku tidak bisa diganggu saat ini."
Brodi berbisik pada Dave, "Anda sedang bersama Nyonya kecil ya, Bos?"
__ADS_1
"Sudah tahu pakek nanya lagi?"
Brodi tersenyum menanggapi ucapan Dave. Ia turut bahagia karena Dave akhirnya menemukan tujuan dan cintanya. Setelah menyampaikan pesan dari Laura, Brodi segera menutup sambungan telepon. Pada saat yang sama Tasya sudah selesai memasak.
Dave segera kembali ke tempat Tasya. "Loh, sudah selesai?"
"Sudah, Om. Mau makan sekarang?"
"Boleh, sini aku bantu!"
Dave menyingkap lengan bajunya, menggulung hingga siku lalu berjalan mendekati Tasya. Dengan sigap ia membantu Tasya untuk mempersiapkan makan malam mereka.
Peluh dan keringat memang mengucur pada kening Tasya dan membuat Dave segera mengambil tisu dan mengusapnya. Tangan Tasya memegang tangan Dave.
"Nggak usah, kan gue jadi makin baper!"
Dave tersenyum, "Biarin aja. Biar kamu makin jatuh cinta sama aku."
"Ngarep!"
Kedua sejoli itu memang terlihat saling melempar perhatian satu sama lain. Bahkan terkadang keduanya saling memuji atau sekedar mengucap kata cibiran agar suasana saat berdua tidak terlalu tegang.
"Hm, akhirnya menunya udah siap semua, kalau gitu Om tunggu dulu, aku mau melepas apron dulu."
"Sini biar aku bantu!"
Lagi dan lagi Tasya tidak bisa menolak bantuan yang diberikan oleh Dave. Hanya pasrah dan menikmatinya. Leher Tasya yang jenjang dan masih polos itu membuat Dave ingin memberikan hiasan di sana.
"Sepertinya Tasya akan semakin cantik kalau memakai kalung. Besok-besok biar aku suruh Brodi buat belanja," gumamnya dengan senang.
"Udah belum, Om. Ayok makan, udah lapar nih."
"Udah, kalau begitu ayo!"
__ADS_1
Tanpa suara keduanya segera duduk di meja makan dan menikmati semua hidangan yang disajikan di atas meja.
"Enak nggak?"
"Mayan enak, kok. Apalagi kamu yang masak."
"Masa, ini percobaan pertamaku loh, Om. Cuma bedanya kali ini aku nurut kata chef di YouTube. Makanya bisa enak."
"Bagus, dong kalau gitu aku bisa request apa saja."
"Bisa, asal ada uangnya, wkwkwk."
Saat keduanya sedang asyik makan malam, rupanya pintu rumah mereka digedor dari luar. Cukup keras dan membuat bising.
"Siapa?"
"Nggak tau, biar aku lihat dulu."
"Ikut," cicit Tasya dengan memasang wajah imut."
"Nggak usah, di sini aja."
Saat Dave hendak membuka pintu, rupanya pintu justru didobrak dari luar hingga membuat Dave jatuh terjengkang.
"Kalian cepat keluar!"
......................
Nah, kali ini mau aku kenalin visual Dave ya. Kalau nggak suka bisa bayangin yang lain kok.
Tasya
__ADS_1
Semoga suka dengan visualnya ya, papayo.