Godaan Sugar Daddy

Godaan Sugar Daddy
Part 44. MENEMUKANNYA


__ADS_3

Setelah sekian lama akhirnya Dave berhasil melacak keberadaan Tasya. Kebetulan Brodi ditugaskan untuk melihat proyek pembangunan hotel di Yogyakarta.


Tidak terasa rupanya, Brodi melihat sekelebat bayangan Tasya melintas di hadapannya dan berhasil mengikuti langkah Tasya sampai di tempat kostnya.


"Jadi Nona Muda berada di sini? Pantas saja tidak terlacak."


Seketika Brodi teringat tawaran yang diberikan oleh Dave padanya. "Jika kamu bisa menemukan keberadaan Tasya maka gaji kamu akan aku naikan dua kali lipat."


Senyum Brodi merekah ketika mengingat tawaran yang diberikan padanya. Seketika ia langsung menelpon Dave dan menanyakan apakah ia sudah mendapatkan petunjuk tentang Tasya atau belum.


"Kenapa kau mengatakan hal itu? Bukankah kau tau jika aku sudah berhasil menemukan Tasya, tidak mungkin aku marah-marah seperti ini?"


Seketika Brodi menelan salivanya dengan susah payah. Entah mengapa rasanya perkataan Dave selalu menusuk. Akan tetapi ia tidak mau berlarut merasakan ketakutan. Sehingga mau tidak mau Brodi menegaskan kenapa ia menghubungi Dave saat ini.


"Baiklah, Boss Dave, saya menelpon hanya karena ingin mengatakan jika Nona MudaTasya berada di sini saat ini."


"Berada di sini mana? Memangnya kamu berada di mana saat ini?"

__ADS_1


"Yogjakarta, Boss."


Seketika Dave langkah terhenti, bahkan gelas kaca yang berada di tangannya hampir terjatuh.


"Kamu nggak bohong, kan Brodi?" tanya Dave memastikan pendengarannya.


"InsyaAllah enggak, karena saya sudah memastikannya berkali-kali."


"Baiklah kalau begitu, sebaiknya kamu pesankan tiket kembali ke Indonesia sekarang juga!"


"Siap, Boss. Laksanakan!"


Tidak perlu menunggu lama lagi, saat ini Brodi langsung menghubungan dirinya untuk memesan tiket untuk Dave, agar bisa kembali hari itu juga.


Mama Dave yang baru saja selesai memasak, langsung menawari putra semata wayangnya untuk makan pagi bersama.


Sebearnya ia juga melihat kecemasan yang ditampilkan olehnya. Tidak lupa beliau pun segera menanyakan sebenarnya apa yang sedang terjadi sehingga membuat Dave panik seperti itu.

__ADS_1


Sebuah lengkungan senyum terukir di wajah cantik menandakan jika apa yang akan diberikan oleh putranya sebentar lagi akan tercapai.


"Pergilah Nak, gapai cintamu pada gadis belia itu. Setelah berhasil maka jangan lupa untuk dikenalkan pada ibu."


"Siap, oh ya ini jadi makan atau kelaparan saja karena Mama tidak juga memberikan lauk pauknya ke dalam piringku," protes Dave sambil mencebik.


Mama Dave tentu saja terhibur akan sikap Dave barusan. Akhirnya setelah sekian lama acara sarapan mereka selesai dan setelahnya Dave kembali menelpon Brodi untuk menanyakan apakah ia mendapatkan tiket penerbangan untuk hari itu atau tidak.


Beruntung Brodi adalah asisten serbaguna, sehingga disaat yang sangat genting seperti ini ia tetap bisa diandalkan. Setelah mendapatkan kabar tersebut lalu bersiap untuk kepulangannya ke Indonesia.


Dalam waktu sekejap semuanya sudah beres. Kini tinggal saatnya Dave berpamitan pada seluruh anggota keluarga Mamanya tersebut. Melihat putranya sangat antusias, beliau bisa menyimpulkan jika keduanya menikah sudah pasti sangat bahagia.


Mama Dave sangat menginginkan kehadiran seorang cucu, maka dari itu ia segera mendoakan semua kebaikan untuk Dave. Tidak lupa ia juga mendoakan keselamatan pulang dan pergi tadi pagi.


"Hati-hati di jalan ya, Nak. Mama yakin semuanya akan selamat sampai tujuan. Nanti jika sudah sampai jangan lupa untuk terus hubungi Mama, oke?"


"Oke, Mama Sayang."

__ADS_1


__ADS_2