
Rupanya kepergian Tasya ke Rumah Sakit membuat ingatan tentang pertemuan pertamanya kembali dengan Tasya berputar di kepala Dave. Ia tidak menyangka jika saat ini ia justru berdekatan dengan gadis yang ia tahu beberapa tempo yang lalu.
Saat mengetahui jika Tasya adalah korban dari kelicikan Tuan Albert, maka bertambahlah rasa amarah di dalam diri Dave pada keluarga tersebut. Dendam di masa lalu yang pernah hampir pada kini kembali bergemuruh dalam dadanya.
"Aku sudah menemukan wanita yang cocok untuk menjadi pasangan dari Dave. Jadi kapan kita bisa mengatur pertemuan antara Dave dan juga Laura?"
"Ha ha ha, rupanya kerjamu sangat bagus Aku akan mengatur def agar bisa bertemu dengan Laura secepatnya jangan lupa kamu mengambil bagianmu Setelah semua rencana yang kita susun ini berhasil.
"Tentu saja Tuan semuanya sudah saya atur sedemikian rupa, seperti seolah semuanya tanpa keterlibatan Anda."
"Bagus."
Rupanya saat itu dia berada tepat di depan pintu ruang kerja kakeknya dan ia mendengar semua percakapan di antara Tuan Albert dan juga kakaknya yang mengatur tentang perjodohannya dengan Laura.
Pada dasarnya Tuan Albert juga tidak menyetujui saat Chamomile hendak diincar oleh Dave. Apalagi rentang usia diantara mereka sangatlah jauh. Maka dari itu Tuan Albert sengaja memisahkan antara Dave dan juga Chamomile.
Hingga saat ia dikirim ke luar negeri, ternyata ia mendengar kabar jika Chamolile telah menikah dengan Tuan Matteo Rahardian. Semua itu juga berkat campur tangan Tuan Albert.
"Sepertinya aku tidak perlu menyalahkan takdir sepenuhnya, karena rupanya aku mendapatkan putri dari Chamomile. Seseorang yang pernah aku cintai di masa lalu."
__ADS_1
Dilihatnya wajah cantik Tasya yang berbaring lemah di atas brankar. Tangannya hendak menyentuh tangan Tasya tetapi ia urungkan. Baginya tidak mungkin ia berani menyentuh Tasya tanpa sepengetahuan dirinya.
Dave ingat betul jika Tasya sangat tidak suka disentuh oleh sembarangan orang. Maka dari itu melindungi Tasya sama saja dengan melindungi cinta sejatinya.
Brodi telah selesai melakukan tugasnya. Kali ini ia sedang mengantarkan makanan untuk Dave. Baginya keselamatan Dave sudah menjadi tanggung jawabnya begitu pula dengan jadwal makannya.
Sejak menikah dengan Laura, Dave justru lebih banyak melibatkan Brodi dibandingkan dengan istrinya itu. Dave lebih suka berbagi cerita dengan orang luar daripada dengan istrinya itu. Baginya pernikahan dengan Laura hanyalah alat untuk melebarkan sayap bisnis keluarga besarnya.
Jadi hal itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan hati. Hatinya hanya tertambat pada satu nama yaitu Chamomile. Namun, setelah kematiannya ia seolah menemukan kembali jiwa Chamomile pada Tasya putri kandungnya dengan Matteo.
Perpaduan wajah cantik Tasya benar-benar membelenggu jiwa Dave. Tidak ada kata terindah kecuali hanya ditujukan untuk Tasya.
Mendengar suara Brodi, sontak Dave menoleh. Ia tersenyum ketika melihat anak buahnya itu telah kembali. Perutnya yang keroncongan membuat Dave tidak bisa menahan rasa laparnya setelah mencium bau makanan favoritnya.
"Kenapa, Tuan. Apakah saya salah lagi?" tanya Brodi ragu-ragu.
"Tidak, kemarilah. Terima kasih ya karena kamu selalu ada untukku dan Tasya."
Brodi memamerkan barisan gigi putihnya. "Sama-sama, Tuan. Kebahagiaan dan kesehatan Tuan adalah hal utama untuk Saya."
__ADS_1
Setelah menyerahkan makanan itu pada Dave, dalam sekejab Dave langsung menikmatinya. Saat suapan keberapa kali, ternyata tangan Tasya bergerak. Jari-jemarinya mulai menunjukkan jika saat itu ia telah siuman.
"Hei, are you okey?" tanya Dave spontan.
Tasya hanya tersenyum melihat Dave makan dengan belepotan. Sebuah hiburan tersendiri jika bisa melihat sosok Dave yang apa adanya.
"I'm fine."
"Syukurlah, oh ya mau makan? Brodi memberikan nasi Padang loh? Mau?"
"Enggak, makasih."
Sejenak Tasya seolah familiar dengan nama Brodi. Lalu ia pun mulai menanyakan hal itu pada Dave.
"Hei, siapa Brodi? Kok, kayak pernah dengar?"
Dave yang lagi asyik menguyah hampir saja tersedak. Memang benar Tasya belum berkenalan dengan Brodi, karena hubungan antara mereka juga belum jelas. Maka dari itu Dave masih menjaga hatinya.
Hayo, siapa yang nungguin kelanjutannya? InsyaAllah besok ya. Sambil nunggu up jangan lupa mampir ke sini guys.
__ADS_1