Godaan Sugar Daddy

Godaan Sugar Daddy
Part 45. CINTA SUCI ALVINO


__ADS_3

Penerbangan yang dilakukan Dave hari ini berlangsung dengan lancar. Kali ini ia sudah langsung terbang ke Yogyakarta untuk menjemput kekasih hatinya tersebut.


"Tasya aku berjanji akan segera membawamu kembali," ucap Dave mantap pada pilihan hatinya.


Sementara itu Tasya semakin lihai bernyanyi untuk mengiringi permainan gitar yang dilakukan oleh Alvino. Semakin lama bersama rasa di dalam hatinya semakin tumbuh besar.


"Mengagumimu adalah caraku bersyukur pada Tuhan, mencintaimu adalah ungkapan rasa bagi kebesarannya karena telah mempertemukan kita," ucap Alvino saat melihat Tasya menyanyikan syair-syair lagu buatannya.


Ketika keduanya sedang pentas di depan khalayak umum, rupanya ada Karen yang kebetulan sedang liburan di Jogja dan ia mengetahui jika Tasya masih baik-baik saja sampai saat ini.


"Rupanya kamu masih bernafas sampai saat ini? Hm, sebaiknya aku mengerjaimu. Aku kangen melihat kesengsaraan kamu, Sya," ucap Karen sambil menyeringai.

__ADS_1


Rupanya perbuatan jahat karena masih belum berhenti ia masih belum puas menyiksa Tasya apalagi saat ini hubungannya dengan kekasih sedang renggang karena sesuatu hal. Tanpa Karen sadari ternyata mantan kekasih Tasya masih menyimpan rasa kepada Tasya.


Sebenarnya ia mendekati Karen hanya untuk membantu Tasya mengambil kembali harta yang ditinggalkan oleh kedua orang tuanya. Namun, kesalahpahaman harus dilakukan agar kisah cinta mereka terlihat sempurna dan segala informasi yang dibutuhkan Tasya segera didapatkan olehnya.


"Tersenyumlah sebelum senyum kamu menghilang untuk selamanya."


Tidak ada hal yang lebih menyenangkan daripada melihat Tasya sengsara. Itulah pemikiran Karen selam ini. Segala yang dimiliki oleh Tasya harus juga dimiliki olehnya.


"Sya, makan dulu yuk, laper!" seru Alvino pada Tasya yang masih asyik menghafal bait-bait lagu baru yang dituliskan oleh Alvino.


Tasya meraih tas miliknya dan berlari mengejar Alvino. Sesekali mereka bercanda satu sama lain, dan hal itu sukses membuat Karen semakin iri dengki.

__ADS_1


Dari bandara, mobil Dave sedang melaju menuju kawasan Malioboro. Sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh Brodi, Dave sudah menyiapkan hadiah terbaik untuknya. Tidak lupa ia memakai pakaian biasa dan non formal agar tidak terlalu mencolok ketika menemui Tasya nanti.


"Ingat Bos, jaga hati dan pikiran agar tetap waras. Apalagi saat ini Tasya bersama dengan seorang lelaki muda yang tampangnya juga tidak kalah tampan."


Seketika kedua mata Dave melotot melihat ucapan yang ditulis oleh Brodi barusan. "Enak saja membandingkan ketampanan diriku dengan lelaki lain," ucapnya dengan nada yang sudah naik satu oktaf.


"Hi hi hi, panas, panas aja deh, Bos. Kan apa yang aku ucapin sebuah kenyataan," ucap Brodi cekikikan sambil membayangkan ekspresi Dave ketika cemburu.


Memang tidak mudah membuat Dave cemburu dan marah, tetapi ia akan mudah luluh ketika berada di depan Tasya. Apalagi ketika bersama Tasya ia harus berpura-pura menjadi orang biasa, sungguh sesuatu hal yang tidak pernah dibayangkan oleh Brodi sebelumnya. Seorang Dave bisa lunak ketika berada di depan seorang gadis ingusan.


Akhirnya Alvino dan Tasya sudah sampai di sebuah tempat angkringan. Keduanya memesan menu yang sama, yaitu nasi kucing lengkap dengan lauk pauknya ayam bacem dan usus. Tidak lupa sate telur puyuh yang membuat Tasya makan dengan lahap.

__ADS_1


Melihat Tasya lahap makan itu adalah sebuah berkah untuk Alvino. Bagaimana pun mereka mencari uang bersama untuk menyambung hidupnya.


"Biarlah aku hidup seperti ini, tetapi yang terpenting kamu bahagia, Sya."


__ADS_2