Godaan Sugar Daddy

Godaan Sugar Daddy
Part 18. TERLAMBAT


__ADS_3

Brak!


Terdengar suara yang sangat keras berasal dari pintu di depannya. Tentu saja Raya maupun Tasya tersentak karena terkejut. Rupanya pintu tempat berlindung untuk Raya dan Tasya berhasil dibobol oleh anak buah Tuan Tomy.


"Sya, lari!" teriak Raya panik.


Tasya yang melihat ada peluang untuk melarikan diri dari jendela hendak berlari ke arah sudut ruangan. Sayang, rambut panjangnya sudah lebih dulu dijambak oleh anak buah Tomy.


"Argh! Lepasin!"


Bukannya dilepas, justru tarikan rambutnya semakin kencang hingga membuatnya mengaduh.


"Mau lari kemana lagi anak manis? Diam, aja napa sih!"


Hap


Tidak perlu menunggu waktu lebih lama lagi, sebuah sapu tangan beraroma mint yang diarahkan ke hidung Tasya, dalam sekejap saja mampu membuatnya pingsan.


"Bagus, gini 'kan lebih enak."

__ADS_1


Hanya dalam sekejap, keduanya dengan mudah bisa membekukan Raya. Tidak menunggu waktu lama keduanya langsung dibawa menuju ke tempat Tomy berada.


Senyum Tomy merekah ketika melihat wajah cantik Tasya ada di sana. Begitu pula dengan Raya yang pingsan. Keduanya bagaikan dua buah makanan super lezat untuk dinikmati malam itu.


"Bagus, kalian adalah dua gadis yang ditakdirkan tunduk kepadaku," ucap Tomy dengan senyuman menyeringai.


Setelah memastikan Tasya dan Raya jatuh ke dalam tangannya, Tomy segera memberikan perintah kepada anak buahnya.


"Bawa segera mereka kembali ke mansion!"


"Siap, Tuan."


Kini kisah beralih ke mansion pribadi milik Tomy.


Sebuah bangunan megah bagai istana yang lengkap dengan para pelayan di setiap ruangannya, terpampang nyata di sana.


Menyajikan segala keindahan suasana kemegahan berpadu dengan eksotika pegunungan yang sejuk dan indah. Benar-benar sebuah pemandangan yang menyejukkan mata.


Penjagaan disana pun lebih ketat daripada rumah biasa. Maklum saja Tomy juga bermain di dalam bisnis gelap. Sehingga harta kekayaan miliknya sangat banyak dan tidak bisa terhitung.

__ADS_1


Satu jam setelah Tasya diculik, Brodi baru sampai di Bar. Ia benar-benar terjebak macet sehingga terlambat datang ke tempat tersebut. Sesampainya disana, ia sudah tidak bisa menemukan keberadaan Tasya lagi.


"Aduh, bagaimana ini? Kenapa tidak ada siapa-siapa di sini?" ucap Brodi sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.


Tidak biasanya Bar terlihat sepi, tetapi malam ia itu di luar dugaan. Sepertinya para pekerja diliburkan dan Bar tutup.


"Nggak biasanya Bar tutup seperti ini, apakah ada sebuah kejadian tidak terduga?"


Brodi menerka-nerka seluruh kejadian disana. Otaknya terus berpikir hingga membuat sebuah kesimpulan sendiri setelahnya.


"Sial, sepertinya Tuan dan Nona sedang berurusan dengan orang dari dunia gelap. Gue harus segera lapor ke Tuan Dave."


Rasanya ia ingin mengacak-acak rambutnya sendiri karena tidak bisa menemukan keberadaan Tasya. Rasa frustasi karena belum bisa menemukan Tasya membuatnya harus tunduk dan lebih ikhlas karena jika misinya gagal itu artinya dia akan kehilangan semua gaji dan bahkan fasilitas miliknya bisa saja hangus jika Dave mengetahui kebenarannya.


Niat untuk memberitahukan hal itu pada Dave ia urungkan karena melihat jika situasi harus ia bereskan sendiri.


Akankah Brodi mampu menolong Tasya dan Raya? Atau berakhir dengan melibatkan Dave dengan konsekuensinya ia harus kehilangan beberapa fasilitas dari Tuannya itu? Tunggu update selanjutnya ya.


Sambil nunggu up jangan lupa mampir ke karya teman othor, makasih.

__ADS_1



__ADS_2