
"Pantas saja Dave sungguh menggilaimu. Rupanya kamu memang sangat cantik. Rasa-rasanya, aku tidak rela untuk membagimu bersama dengan duda itu!" ucap Tomy sambil menyeringai.
"Tidak ada hal yang lebih menakjubkan selain memandang wajah cantikmu."
Jari telunjuknya berkali-kali ia gunakan untuk menyentuh wajah cantik Tasya. Ia sangat menyukai garis wajah dan juga bentuk tubuh Tasya yang masih original.
"Bagaimana kalau malam ini aku sampai menyentuhmu. Sudah pasti rasanya sangat menyenangkan, bukan?"
Tomy benar-benar sudah berhalusinasi tinggi saat ini. Ia membayangkan dirinya menyatu dengan Tasya nanti malam. Hingga hal itu benar-benar membuatnya sangat bangga bisa merusak barang kesukaan Dave.
Di sisi lain, Dave sama sekali tidak mendapatkan petunjuk apapun selain rekaman video dari CCTV di tempat kost milik Raya. Maka dari itu pencarian pun dimulai dari sana.
Di tempat lain, Brodi sedang menggunakan otaknya untuk membobol rekaman CCTV di Bar tersebut. Menurutnya hanya dari sanalah ia bisa mendapatkan petunjuk kepergian Tasya.
"Seharusnya hanya butuh beberapa menit lagi aku akan mendapatkan rekaman CCTV itu dan baru ada setelahnya bisa menghubungi Tuan Dave dan melaporkan segalanya."
__ADS_1
Meskipun terkesan bloon, tetapi ia mempunyai otak yang genius. Beberapa kali mengikuti Dave membuat ketrampilan cyber-nya meningkat tajam. Maka dari itu Dave mempekerjakan dirinya sebagai asisten pribadi. Tidak dipublikasikan secara umum tetapi bekerja secara intensif padanya.
Meskipun masih di perjalanan, Dave mencoba menghubungi Brodi, tetapi ia belum bisa mendapatkan balasan apapun darinya karena notif yang dari HP Brodi masih dimatikan. Sehingga ia tidak bisa mengetahui jika tuannya sedang menghubunginya.
"Yes, akhirnya aku berhasil!" teriak Brodi kegirangan.
Setelah berhasil mendapatkan lokasi tersebut, Brodi segera mengirimkan hasil laporannya tersebut kepada Dave. Namun, sebelumnya ia terkejut karena melihat beberapa panggilan yang tidak terjawab dari Tuannya tersebut.
"Astaga karena terlalu fokus pada tugas, jadi nggak tau kalau Boss manggil. Maaf, ya Boss."
"Semoga saja hasil yang aku kirimkan pada Boss barusan bisa bermanfaat, tapi ...."
Brodi tampak menjeda ucapannya, "Aku juga harus membantunya saat ini juga."
Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Brodi segera mengambil sepeda motornya untuk menyusul ke tempat lokasi kejadian. Ia memang tidak bisa mengendarai mobil sehingga hanya menggunakan motor sport miliknya yang diberikan oleh Dave sebagai fasilitas dan rasa terima kasih karena ia selalu membantu pekerjaan dia menjadi lebih mudah.
__ADS_1
Melihat beberapa pesan yang dikirim Brodi kepadanya menunjukkan bahwa Tasya benar-benar dalam keadaan genting, karena saat ini ia berada di dalam markas salah satu musuhnya di dalam dunia bisnis.
"Sial!"
Tanpa ia sadari Dave mengepalkan tangannya. Apalagi setelah mengetahui jika Tasya berada di rumah Tommy, musuh bebuyutannya.
"Kalau sampai nanti ia melukai seujung kuku saja dari milik Tasya, sudah bisa ku pastikan kehancuran perusahaanmu. Jangan harap bisa bersaing denganku. Apalagi sampai merusak apa yang menjadi milikku!" ucapnya penuh amarah.
Di mansion Tommy, obat bius yang diberikan kepada Tasya rupanya hanya mampu bertahan beberapa jam. Sehingga saat Tommy hendak menyentuh kembali itu ke Tasya, reflek Tomy tersenyum ke arahnya.
"Wah, gadis manisku ternyata sudah siuman. Sepertinya kamu sangat menikmati sentuhan ku hingga kamu akhirnya terbangun."
Bukannya menjawab Tasya justru meludahi lelaki tersebut karena ia sama sekali tidak pernah menyukai disentuh oleh siapapun baik itu termasuk kepada lagi ataupun tidak.
Apakah Tomy semakin tertarik pada Tasya dan mau melepaskannya? Tunggu update selanjutnya ya. Jangan lupa mampir ke sini ya teman-teman.
__ADS_1