HANYA RINDU

HANYA RINDU
Bab. 13


__ADS_3

*Zein menelphone Jay untuk datang kerumah nya membahas rencana selanjutnya


**Mode menelphone


"Ya Tuan.. (jay menjawab telphone dari Tuan zein)"


"segera datang ke apartemen saya, ada hal penting yang ingin saya bicarakan sama kamu.. sekarang!"


"Baik Tuan, segera saya laksanakan (tanpa basa basi langsung pergi ke apartemen Tuan Zein) .. kerja an kaya gini ini yang mesti tancap gas, gak tau malem, tengah malem mesti di kerjakan, kalau ada pintu kemana saja kaya doraemon udah gua pake, Tuan Tuan apa sih yang lagi di pikirin (bergumam seraya mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi)"


*hanya butuh 23 menit Jaysen sudah sampai di apartemen Tuan Zein*


"selamat malam Tuan .. (Jay punya sandi pintu apartemen Tuan nya jadi bisa langsung masuk tanpa di buka kan pintu)"


"Malam Jay.. ada yang perlu saya bicarakan"


"ya Tuan .. " (Jay menyimak)


"Kamu duduk dulu.." (Jay pun mengambil posisi duduk tak jauh dari posisi Tuan nya duduk)


"untuk 1 minggu kedepan kamu handle semua pekerjaan di kantor .. ada yang harus saya selesaikan dan mungkin itu butuh waktu yang tidak sebentar"


"apa itu Tuan jika boleh saya tau"


"saya ingin memulihkan kesehatan saya setelah dari kecelakaan tempo hari, tapi berita ini jangan sampai Mami atau Papi tau jika pun terdesak kata kan saja saya sedang ada proyek baru di luar.."


"bukan kah kesehatan Tuan tidak ada masalah selama ini dan dokter pun sudah memastikan tidak ada cidera yang terlalu berbahaya, Tuan memakai kursi roda pun hanya demi pemulihan semata bukan karena lumpuh atau sejenis nya, maaf jika saya lancang Tuan.. (jay menundukkan kepala nya)"


"Betul.. tapi kamu lupa, kalau mami sudah menyiapkan saya seorang calon istri dari anak teman mami, dan tidak lama lagi mereka akan datang ke kota kita.. saya yakin jika kamu cerdas pasti faham maksud saya"


"Baik Tuan saya mengerti, dan saya sudah menangkap maksud dari rencana Tuan"


"Satu lagi Jay yang perlu kamu kerjakan, ada seorang wanita muda di sisi taman tempat saya biasa berdiam diri, beberapa hari ini wanita muda itu biasa menemani saya untuk mengobrol atau hanya sekedar duduk berdiam diri melihat aktivitas orang orang yang berada di taman itu" (sejenak Zein terlintas mengingat nya)


"apa yang harus saya lakukan Tuan(memastikan perintah Tuan zein)"

__ADS_1


"Kamu cukup melihat nya dari kejauhan, kirim laporan ke saya saat pagi sebelum berangkat kerja dan sepulang kerja, pastikan apakah dia tetap di sana atau tidak walau sekali pun saya tidak berada disana seperti biasa nya, saya tidak mau ada yang terlewat " (Tuan Zein memberikan perintah)


".. siapa wanita muda itu sampai sampai Tuan zein memperlakukan nya seakan tawanan yang setiap waktu harus di pantau dan di infokan langsung ke Tuan zein" (rasa penasaran Jay seakan menggerogoti pikiran nya tentang wanita muda Tuan zein).."


"kenapa kamu diam Jay, ada yang ingin kamu tanyakan ke saya? (Tuan Zein menangkap raut wajah Jay yang merasa kebinggungan dengan tugas nya kali ini)"


"Maaf, tidak Tuan"


"Nanti ada saat nya saya akan bicarakan ke kamu tentang wanita muda itu, yang pasti kerjakan apa yang sudah saya rencanakan tadi.. terimakasih (Zein pun Meninggal kan Jay sendiri di ruang tamu nya)"


"Baik Tuan, saya permisi " (Jay pun izin tuk balik ke rumah nya)"


*


*


*


**Keesokan Hari nya..


"Ruii, kemarin kamu pulang kerja hampir menjelang malam jika kamu lelah kamu tidak perlu bantu bantu ibu seperti ini, fokus saja dengan pekerjaan mu dan ibu sudah terbiasa dengan rutinitas pagi seperti ini (ibu Rina memberikan perhatian ke Ruii)"


"gak kok buk, ini gak seberapa .. lagi an Ruii senang melakukan nya, klau di tempat kerja Ruii selalu ingat semangat ibu pasti Ruii gak jadi ngeluh atau pun malas malasan"


"Syukurlah kalau gitu nak, Ow ya.. alhamdulillah beberapa hari ini dagangan ibu selalu laris dan cepat habis ada pelanggan setiap paginya membeli dagangan ibu katanya untuk sarapan semua karyawan nya.."


"Ow ya.. MasyaAllah, Alhamdulillah ya buk memang rezeki dari Allah SWT itu nikmat, dan datang nya gak bisa kita ukur dari mana saja"


"Benar nak, tapi sayang nya ibu lupa tanya kerja nya dimana kalau di tempat kamu kerja kan bisa sekalian ibu titip makanan buat kamu.." (sambil tersenyum)


"Gak perlu ibu, ini kan sudah lebih dari cukup (Ruii menunjukkan bingkisan bekal yang biasa ibu siapkan untuk nya)"


"Dah.. sekarang kamu berangkat kerja, ibu juga sudah sampai di warung, ini juga sudah kamu bantuin beres beres.. inget kerjanya jangan lupa berdo'a minta kemudahan sama Allah SWT yang memberikan kita segalanya"


"baik buk, Ruii pamit ya (mencium tangan ibu Rina) .. Assalamu'alaikum buk (melambaikan tangan)"

__ADS_1


"Ruii pun berjalan menyusuri taman untuk menuju kantor tempat ia bekerja, ketika ia melintas di tempat biasa Tuan muda Eito, ya Eito namanya.. tak terlihat siapa pun"


"Hemmm (mata ruii seakan mencari cari seseorang).. Tuan muda, ups Eito dimana dia apakah saya ke pagian berangkat kerja, biasa nya juga dia sudah ada disini (Ruii pun sejenak untuk duduk menunggu siapa tau ia memang terlambat datang ke taman ini)"


"Tampak dari kejauhan Jay memperhatikan seseorang yang dibilang Tuan Zein untuk memantau keberadaan nya, Jay kali ini hanya bisa melihat punggung nya Ruii karena posisi Jay berada di seberang taman yang membelakangi nya, Jay pun siap dengan handphone nya untuk merekam keberadaan Ruii di taman itu"


"Ruii melihat jam di tangan nya sudah hampir setengah jam ia berdiam disana tapi sosok Eito gak kunjung datang, dan Ruii pun dengan perlahan menjauh dari taman itu sembari mata nya terus mencari cari sosok Eito siapa tau ada di sekitaran taman itu, Ruii tertunduk binggung dan ia pun terus melangkah kan kaki nya menuju kantor tempat ia bekerja"


"sesampainya Ruii di tempat kerja"


"Ruii hari ini tampak seperti orang binggung, pikiran nya seakan kosong saat berjalan pun ketika melintas menuju lift Ruii nya tak sengaja menabrak tubuh seseorang "


"Aawww.. Maaf Pak Maaf (berkali kali menundukkan kepala nya) .. saya ceroboh .."


"sudah sudah, saya tidak kenapa kenapa .." (Ternyata yang Ruii tabrak adalah Jay)


"Sekali lagi Maaf kan saya pak, permisiii (Ruii pun seketika berbalik menjauh dari hadapan Jay)"


"Tunggu sebentar.. Nama kamu siapa?..(pakaian nya seperti saya kenal, gak mungkin sebuah kebetulan kalau dia yang di taman tadi.. Jay bergumam)"


"Saya Ruiinsya Ghania Tuan, biasa di panggil Ruii .. (Menundukkan pandangan nya)"


"kamu karyawan disini? (Jay nampak penasaran)"


"Saya masih Traning di sini Tuan, sebagai Office Girl.. (Ruii tampak gugup)"


"Office Girl?, Jay mengingat sesuatu .. (jangan sampai Office Girl Traning itu masuk ke ruangan saya walau dengan alasan apapun) .. Jay xe akan mengernyitkan kening nya"


"Ada yang bisa saya bantu Tuan, jika tidak ada saya mohon izin permisi ke ruangan OG pak, karena ini masuk jam kerja saya (menunduk kan kepala nya)"


"silahkan.. (Jay masih melihat Ruii dengan rasa penasaran nya, karena Tuan zein belum bercerita sedikit pun mengenai sosok wanita muda yang berkali kali Tuan zein sebutkan, Jay masih ragu dengan analisa nya )


"Ruii pun secepatnya pergi dari hadapan Tuan Jay, menginggat Tugas nya sudah masuk jam kerja nya, ia takut terjadi kesalahan karena tidak disiplin"


...****************...

__ADS_1


Lanjut ke Bab berikutnya 🥰


__ADS_2