HANYA RINDU

HANYA RINDU
Bab. 36


__ADS_3

**Di ruangan milik Tuan besar ALVARO Papi dari Tuan Muda Zein Eito ALVARO


*Kini Zein dan Ruii sudah di dalam ruangan sudah di tunggu oleh Papi dan Mami Zein


"Kreeek.. (Zein membuka pintu di ikuti oleh Ruii dari belakang punggung Zein) Selamat malam pi, selamat malam mi (sementara Ruiinsya selalu berada di belakang Zein tak memiliki keberanian untuk berhadapan langsung dengan Papi Mami nya Zein)"


"Zein, Mami Papi perlu bicara sama Kamu tolong wanita ini biarkan dulu untuk tunggu sebentar disini (Mami melirik dengan mata yang tajam sekarang Ruii menunggu diruang tunggu kerja sedangkan Zein, papi dan mami dalam ruangan kerja papi)"


"Ruii, kamu tunggu disini sebentar saya nggak akan lama.." (Zein menyampaikan dengan lembut agar Ruii tidak merasa khwatir dan gugup)"


"Ruii hanya menggagukan kepalanya tidak bisa mengatakan sepatah kata apa pun"


*


*


*


"Pembicaraan antara Papi, Mami dan Zein"


"Ehem.. Zein, apa yang sebenarnya terjadi? (tegas mami yang tak sabar mendengarkan penjelasan dari anak laki-laki nya)"


"Mami, pelan pelan bicaranya jika terdengar sampai keluar kan nggak enak nanti nya (Papi menginggat kan)"


"Sudah! Papi kali ini diam dulu, biar mami yang bicara" (Papi hanya geleng gelengkan kepala)


"Apa yang ingin Mami tanyakan, katakan lah mi?"


"Kamu kenapa tiba tiba mau menikahi wanita yang ada di luar itu, kamu pikir mami nggak tahu kalau dia..!" (perkataan mami langsung dijawab oleh Zein)


"Kalau dia hanya seorang OFFICE Girl Traning di perusahaan kita.. lalu apa yang salah dengan status pekerjaan nya? (Zein bukan bermaksud untuk melawan perkataan Mami)"


"Nggak nggak ada yang salah sama pekerjaan nya yang salah jalan pikiran kamu itu loh Zein, kok harus wanita OFFICE Girl itu, Heh!"

__ADS_1


"Mamiii, kecilkan sedikit nada bicaranya nggak seperti itu menasehati anak laki laki mu (Papi menginggat kan mami untuk sekian kali nya atas sikap nya terhadap Zein)"


"Biar biarkan pi, kalaupun ini sampai terdengar oleh wanita itu mungkin lebih baik dan lebih mudah menjelaskan nya" (Mami makin terbawa emosi)"


"Lalu, Zein harus ikuti apa yang menjadi pilihan Mami? Anak teman mami yang tiba tiba pergi itu, yang kata mami putri tunggal cantik, pintar dan hampir sempurna?"


"ZEIN!! (meneriaki Zein anak kebanggaan nya)


"Sayangnya wanita seperti itu tidak ada wibawa sedikit pun di mata Zein, jika Zein mau saat itu juga Zein bisa bawa wanita lebih dari dia Mi tapi Zein tidak menemukan wanita yang tulus dan jujur seperti wanita yang kini sedang menunggu Zein di luar pintu itu Mi nggak ada Pi, Mi sayang nya cuma dia yang menerima keadaan Zein saat ini, selama ini cuma dia yang perhatian ke Zein saat kondisi Zein hanya bisa beraktifitas di atas kursi roda ini Mi (Zein tertunduk didepan Mami Papinya)


"Nak, itu pilihan kamu tapi paling tidak papi maupun mami harus tahu seperti apa wanita itu bagaimana pun kita perlu melihat latar belakang keluarga nya karena suatu saat bisa jadi rumor besar buat keluarga kita dan diri kamu sendiri nanti nya (Papi mencoba mempertegas sikap Zein agar tidak gegabah memilih keputusan)"


"Zein sudah memikirkan semuanya sudah sejak lama pi, dari awal pertemuan Zein dengan nya hanya dia yang melihat Zein dengan hati bukan karena kasihan apa lagi sekedar rasa iba, dia tulus pi Zein percaya itu"


"Wanita itu dari mana asal nya, dimana tempat tinggalnya, seperti apa reputasi keluarganya? (Mami terus mencerca banyak pertanyaan yang tidak masuk akal)"


"Mami Cukup!!" (Papi terpancing emosi karena ulah mami yang sering keterlaluan)


"Hemmm.. (Mami menyeringai)"


"Ruii!! (Zein mendekat ke arah Ruii) kenapa masuk, biar saya yang menjelaskan semua nya ke mami"


"Tuan nggak tahu seperti apa kehidupan saya kan, tolong untuk kali ini izin kan saya untuk bicara Tuan dan saya janji akan menyampaikan nya dengan baik (Ruii ingin mempertegas sikap nya kepada Zein)"


"Zein!! biarkan dia bicara (Papi memberi titah kepada Zein terhadap Ruii)"


"Baik pi, bicaralah Ruii"


"Maafkan saya Tuan besar dan Nyonya! mungkin saya sudah lancang masuk dan berdiri di tengah tengah kalian, jika ingin menanyakan saya ini siapa??


"Nama saya Ruiinsya Ghania, Saya hanya Wanita yatim piatu Tuan, Nyonya! Ayah saya meninggal dunia karena mengalami kecelakaan kerja di Jepang saat itu usia saya masih 5 tahun dan ibu saya meninggal karena sakit yang dideritanya cukup lama saat itu saya berusia 13 tahun sampai saya berusia 17 tahun akhirnya ibu pun meninggal dunia setelah saya lulus SMA saya saat itu masih tinggal dikampung hidup sebatang kara, sekarang saya memberanikan diri ke kota besar ini untuk bekerja dan bersyukur nya saya bisa bertemu keluarga baik mereka mengajak saya untuk tinggal bersama keluarga kecil nya, sekarang saya tinggal di keluarga ibu Rina yang kini rumah nya di robohkan karena lokasinya jadi tempat perluasan taman kota, Entah bagaimana kondisi mereka saat ini dan saya di sini sedang mempertaruhkan hidup saya untuk mereka agar tempat nya kembali seperti semula"


"Jadi tidak ada reputasi apa lagi jabatan tinggi dalam keluarga saya Tuan, Nyonya! Semua yang Tuan dan Nyonya tanyakan sudah saya jawab dengan sebenar benarnya, sekali lagi saya minta maaf jika cara bicara saya terlalu lancang (Ruii sedikit menundukkan kepalanya)"

__ADS_1


"Ruii, your okay? (Zein memastikan kondisi Ruii yang tampak gugup)


"Zein, wanita seperti ini yang kamu pilih?"


"Mamiiii, jangan keterlaluan seperti itu ingat itu Zein anak kandung mami satu satunya Mi"


"Ulahnya buat kita malu Pi, kenapa harus wanita ini yang Zein pilih apa kata orang orang jika tahu kalau pilihan Zein seorang pengusaha Muda terkenal bertalenta besar memilih OFFICE Girl yang hidup nya nggak jelas!! (Mami melihat Ruii dengan tatapan jijik)"


"Mami kali ini benar benar keterlaluan! (Zein kali ini tidak bisa meredam sabar nya di tambah lagi kondisi Ruii makin terpukul mendengar semua perkataan mami yang sangat pedas)"


"Jadi apa keputusan mu Zein? (Papi mengalihkan emosi Zein)"


"Zein tetap akan menikahi Ruii pi, malam ini juga dan Zein datang kesini hanya meminta izin dan restu dari Papi Mami, bagaimana pun keputusan itu sudah Zein pikirkan matang matang"


"Tuan, jangan gegabah! Anda tidak dengar kalau Nyonya tidak menyetujui keputusan Anda ini, ingat Tuan bagaimana pun itu adalah orang yang sudah melahirkan dan membesarkan Tuan tidak akan ada Ridho Tuhan jika Tuan bersikap kasar kepada orangtua apalagi seorang ibu"


"Hmm.. dengar mi apa yang Ruii lakukan ke mami jika dia mau dia bisa bersikap lebih kasar ke mami tapi apa mi, dengan lembutnya dia bicara untuk tidak bersikap keterlaluan ke mami jadi harus dengan alasan apa Zein tidak memilih wanita ini, katakan mi beri 1 alasan ke Zein"


"Itu akal akalan dia saja biar mami dan papi bisa menyetujui keputusan kamu, menikah terus bisa tinggal di rumah mewah hidup serba kecukupan, sudah ketebak! (Mami menduga dengan tegas)


"Mami jangan sembarangan bicara, biarkan Zein menjelaskan semua nya jangan pikir papi diam tidak bisa tegas ke mami! (Papi menginggatkan sikap mami yang makin keterlaluan)"


"Hmmm.. terserah, yang pasti mami tidak peduli! (Mami berbalik badan menjauhi


"Sudah pi, sekuat apapun Zein menjelaskan ke mami tidak akan membuat mami percaya dan tak kan merubah keputusan Zein sekali pun mami tidak merestui tapi Zein yakin masih ada papi yang selalu merestui keputusan Zein"


"Anak laki laki papi sudah benar benar dewasa, papi yakin apapun keputusan yang kamu pilih itu sudah keputusan terbaik yang sudah di pikirkan dengan baik dan tegas, papi merestui apapun itu tapi pastikan semua akan selalu baik baik saja"


"Terimakasih pi, mami apapun alasan mami tidak menerima keputusan Zein tapi Zein akan tetap menganggap mami orangtua Zein seseorang yang menjadi cinta pertama buat Zein sekarang izinkan Zein memilih kehidupan Zein sendiri mi karena anak laki laki mami ini sudah berubah jadi seorang laki laki dewasa" (Mami pun menangis tapi tidak menunjukkan wajahnya di depan Zein)


...****************...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2