HANYA RINDU

HANYA RINDU
Bab. 37


__ADS_3

"Ayo Ruii kita pergi dari sini (titah Zein kepada Ruii) papi, mami Zein pamit pergi" (Zein pergi meninggalkan ruangan kerja milik papi nya di ikuti oleh Ruii di belakang Zein tanpa berani menatap wajah keduanya)"


"Tunggu Zein!! (mami mencegah langkah Zein)"


"Mami biarkan mereka pergi, hargai keputusan Zein bagaimana pun Zein anak kita satu satunya yang punya kehidupan nya sendiri sudah saatnya kita harus mengalah biarkan Zein memilih yang sudah menjadi pilihannya, kita sebagai orangtua seharusnya mendo'akan yang terbaik buat hidup Zein Mi (Papi memberi ketegasan ke mami, mami memeluk papi dengan erat bersama airmatanya)"


"Mi jika berkenan besok pagi datanglah ke acara Pernikahan Zein dan Ruii, Maafkan Zein Mi (Zein pergi tanpa menatap kedua orangtuanya karena Zein tahu hati nya pun tak sanggup melihat papi dan mami nya bersedih dengan cara seperti ini)"


"Zein dan Ruii sudah berada di luar dan hendak kembali ke kamar hotel masing masing, karena setelah pertemuan antara Zein dan kedua orang tuanya akan di laksanakan acara pernikahan antara Zein Eito ALVARO dan Ruiinsya Ghania jadi mereka harus stay (tinggal) di hotel ALVARO untuk mempermudah jalan acara yang di jadwal kan besok pagi"


"Bagaimana Tuan, apakah Tuan besar tidak keberatan dengan keputusan Tuan? (Jay seperti tak sabar untuk mengetahui hasil pembicaraan antara Tuan besar ALVARO dan Tuan Muda Zein)"


"Adelia, kamu ajak Nona Ruii kembali ke kamar untuk beristirahat jangan lupa hubungi dokter pribadi jangan lupa segera siapkan suplemen daya tahan tubuh supaya besok Nona bisa Fit kembali (Titah Zein kepada Adelia untuk Ruii)"


"Baik Tuan, segera saya kerjakan.. mari Nona saya antar ke kamar" (Titah Adelia kepada Ruii)


"Adelia bersama Ruii segera menuju ke kamar tempat Ruii beristirahat dan tidur, terlihat Ruii perasaan nya begitu kosong dengan melangkah pelan bahkan Ruii tidak menyimak pembicaraan antara Zein, Adelia dan Jaysen. Entah apa yang sedang Ruii pikirkan seakan akan hari ini begitu lama berlalu, terlalu banyak yang di rasakan Ruii sampai sampai ingin mengatakan nya pun sudah ada kata kata yang mewakilkanny"


"Adelia bersama Ruii pun telah sampai di kamar, dengan cepat Ruii masuk melemparkan tubuhnya di atas kasur empuk itu, dan Adelia segera pergi menjauh dari kamar yang di tempati oleh Nona Ruii untuk beristirahat"


"Aaarrggghhh.. hiks hiks hiks.. ibuuu, Ruii nggak sanggup seperti ini kemana Ruii harus lari buk, cepat minta sama Allah SWT jemput Ruii biar bisa sama sama ibu.. Ruii nggak kuat buk nggak kuat (tangisan Ruii pecah seketika ia sudah berada di kamar sendirian, mencoba untuk tenangkan diri ternyata emosiny pecah sehingga perasaannya yang gelisah pun menjerit)"


"Kreeek.. Nona, Nona kenapa? (Adelia pun masuk kedalam kamar Ruii karena Adelia mendengar suara tangisan membuat Adelia khawatir terjadi sesuatu terhadap Nona nya)"

__ADS_1


"Mmm..Nggak ada apa apa kok, kamu boleh pergi beristirahat bukankah kamu sudah kerja sangat berat hari ini, jadi tidak perlu khawatir kan saya InshaAllah acara besok semuanya akan baik baik saja, udah kamu boleh pergi sekarang Adelia! (titah Ruii kepada Adelia)"


"Baiklah kalau begitu, saya permisi Nona (Adelia undur diri untuk keluar dari ruang kamar Ruii)"


"Di tempat berbeda di dalam Hotel yang sama di HOTEL ALVARO terlihat Jaysen dan Tuan Muda Zein sedang membicarakan mengenai pertemuan Tuan Zein dengan orangtua Zein di ruang pribadi milik Tuan Zein"


"Jay (Zein memecah ruang yang tampak kaku yang sepertinya Zein binggung memulai cerita dari mana)"


"Iya Tuan, ada yang bisa saya bantu?


"Besok acara akan tetap kita laksanakan sesuai yang sudah tersusun semuanya dari awal hingga akhir kamu pastikan terlebih dulu persiapannya benar benar lengkap karena setelah acara saya akan membawa Ruii pergi sementara waktu bisa menenangkan hati dan pikiran Ruii dari segala kejadian hari ini"


"Maaf Tuan jika lancang, apakah Tuan besar dan Nyonya tidak menyetujui pernikahan Tuan Zein dengan Nona Ruii? (Jay mempertegas sikap Zein)


"Hanya papi yang menyetujui semua keputusan saya salah satunya untuk menikah dengan Ruii yang mereka tau bahwa Ruii adalah OFFICE Girl Traning diperusahaan kita, oleh dari itulah Mami tidak menyetujui keberadaan Ruii sebagai istri saya dan menjadi bagian dari keluarga kami! (Zein menjelaskan nya dengan sedikit kecewa atas sikap Mami terhadap Zein)"


"Tidak Jay, dugaan kamu bisa benar karena saya faham bagaimana sikap Mami jika ia tidak suka dengan keputusan yang tidak sejalan Mami pasti membencinya dan tidak memperdulikan semua itu maka dari itu selesai acara saya pergi membawa Ruii untuk sementara waktu sampai semuanya bisa kondusif dengan perasaan yang membaik, saya tugaskan kamu Jay sementara waktu ambil alih segala pekerjaan saya kepada kamu dan ingat pastikan semua akan baik baik saja hingga saya kembali, bagaimana?"


"Baik Tuan, saya terima semua perintah yang Tuan berikan kepada saya dan saya pastikan semua akan baik baik saja sampai Tuan kembali"


"Saya pegang perkataan mu Jay sebagai jaminan saya tidak mau selama saya pergi perusahaan ini terjadi keterpurukan dan tidak stabil dalam segala aspek perusahaan (tegas Zein untuk bisa menginggatkan Jaysen selaku asisten pribadi)"


"Siap Tuan, saya mengerti (Jay sedikit menundukkan kepalanya)"

__ADS_1


"Jay sekarang kamu boleh istirahat, biar besok kembali fit agar bisa pegang kendali acara yang sudah tersusun, saya juga mau istirahat untuk mempersiapkan mental dan kesehatan tubuh! (Zein memberi perintah baik untuk Jaysen)"


"Terimakasih Tuan, kalau begitu saya izin untuk kembali ke ruangan saya.. Permisi Tuan.. (Jay keluar meninggalkan Tuan Muda Zein di ruang pribadi milik Tuan Zein)"


"Heem.. (Zein hanya menggagukan kepala)"


"Zein belum bisa beristirahat dengan sangat baik karena masih mengkhawatirkan keadaan Ruii pasti terpukul mendengar semua perkataan dari Mami Zein yang dirasakan menyinggung hati Ruii yang sedari awal memang Mami sudah tidak suka melihat keberadaa Ruii di samping Zein saat itu"


"Ya Tuhan mudahkanlah semua urusan kami ini semoga besok sukses tanpa halangan sedikit pun, saya percayakan hanya Engkau pemilik dari segala keputusan yang saya buat ini (Tuan Zein memohon dengan suara hati dan harapan jiwa)


"Zein pun mencoba tidur dan akan memejamkan matanya berharap bisa mengurangi lelahnya tubuh yang sedari pagi hingga malam belum juga bisa bersikap tenang menerima keadaan yang Zein dapat dari Mami dan Papi nya"


...****************...


...BERSAMBUNG...


Terimakasih yang sudah mampir baca jangan lupa di favorit kan ya


ikuti terus cerita Ruiinsya dan Zein


salam silaturahmi semua nya


selamat menjalankan ibadah puasa

__ADS_1


Mohon Maaf lahir batin ya


MARHABAN YA RAMADHAN 😊😊*


__ADS_2