
*Ruii berbalik bermaksud melihat Eito apakah masih disana dengan keadaan hujan yang deras, Ruii yang masih menahan rasa dingin di sekujur tubuhnya dan ternyata apa yang Ruii khawatir kan terhadap Eito pun terjadi ia tak sadarkan diri di atas kursi roda nya di bawah guyuran hujan yang deras
"EITOOOOO.. (Ruii berlari segera mendekati kursi rodanya milik Eito) please banguuuun jangan seperti ini Eito.. Tuhan bantu Ruii.. (Ruii pun menangis sejadi jadinya matanya sambil mencari cari pertolongan dari orang yang lewat tapi tak ada seorang pun)"
"Ciiiieeett.. seketika mobil berhenti tepat di depan Ruii dan Eito ternyata itu adalah sopir pribadi milik Eito"
"Tuan Muda kenapa ini, Tuaaan bangun Tuan.. (sopir Eito tampak kebingungan melihat kondisi Tuan muda nya yang tak sadarkan diri)"
"Pak, tolong segera bawa Tuan Eito ke Rumah sakit takutnya ke adaan nya makin parah jika terus disini.. (Ruii memberi titah ke sopir Eito)"
"(Eito pun sudah berada di dalam kursi belakang tempat biasa Eito duduk) Tapi Bagaimana dengan Anda Nona, alangkah baik nya temani Tuan Muda ke rumah sakit Non.."
"Baiklah pak, saya akan temani Tuan Muda ke rumah sakit, tapi setelah ia siuman saya akan pergi dan tak perlu katakan apapun kepada Tuan Muda"
"Baiklah Non,.." (Sopir Eito menyetujuinya)
"Ruii pun masuk ke dalam mobil dan memegang erat tubuh Eito yang begitu lemas, Ruii tak kuat menahan kesedihan melihat kondisi Eito begitu rapuh tak terlihat wajah sedari tadi mengajak nya selalu bertengkar saling menguat kan ego masing masing"
"Ruii.. ka-kamu telah kalah (Eito sempat berbisik kepada Ruii tapi setelahnya Eito pun kembali tak sadarkan diri karna Ruii ada di sampingnya saat ini dan benar Ruii tidak sungguh sungguh meninggalkan Eito)"
"Eito.. benarkan kamu yang tadi berbicara (Ruii berbisik dalam hati nya).. tidak itu hanya karena rasa ke khwatiran ku saja, sedari tadi dia hanya diam dan tak sadarkan diri mana mungkin itu suara Eito"
*
*
*
"Sesampainya di rumah sakit Eito langsung di bawa ke ruangan intensif rawat darurat VVIP sedangkan Ruii segera beranjak pergi karena sudah kesepakatan dengan sopir Eito bahwa Ruii hanya mengantar dan menemani sampai dirumah sakit saja setelah nya Ruii pamit pulang"
"Pak, saya izin langsung pulang saja lagian Tuan Eito sudah ada yang merawat nya disini dengan baik, pak jangan lupa hubungi anggota keluarga Tuan Eito agar mereka tidak Khawatir"
"Tapi Non, jika Tuan Muda siuman terus mencari Anda bagaimana Non, saya harus jawab apa ke Tuan Muda" (Pak sopir tampak binggung)
"Tenang pak, Tuan Muda tidak akan mungkin mencari saya lagian saat saya membawanya Tuan sedang tidak sadarkan diri, bukan begitu?"
"Permisi, pasien sudah siuman dan mencari yang bernama Ruii.. apakah Anda Nona Ruii?" (suster Ruangan intensif seketika keluar untuk memberi tahu kan keadaan Eito dan mencari Ruii sebagai permintaan Tuan Muda Eito)
"iya Sus, saya Ruii.. ada apa memang nya?" (Ruii tampak binggung)
__ADS_1
"Tuan Eito meminta Anda untuk menemuinya, mari Nona Ruii ikut saya.." (Suster memberikan arah jalan menuju kamar perawatan Eito)
"Ruii sebelum masuk ke dalam ruangan tempat Eito di rawat, Ruii menoleh ke arah pak sopir dan memberi pesan bahwa segeralah menghubungi ke dua orangtua nya Eito yaitu Tuan dan Nyonya Besar ALVARO "
"Pak, setelah saya masuk.. tolong segeralah beri tahu Tuan dan Nyonya ALVARO biar mereka tak merasa khwatir atas kabar ini"
"Baik Nona " (Pak sopir pun berlalu untuk menuju mobilnya dan beranjak menemui Boss besarnya Untuk memberikan kabar mengenai Putra nya)
"Ruii yang berjalan yang hendak menemui Eito seakan canggung dan ragu karena ia belum tau maksud Eito memanggil nya, Ruii sudah berada di kamar VVIP tempat perawatan intensif Eito "
"Haiii Ruii.. apakah ke adaan kamu baik baik saja (Eito hanya ingin memastikan kondisi Ruii)"
"Hemmm.. dia sendiri terbaring di tempat tidur malah sok sok an menanyakan kondisi orang lain (Ruii memalingkan wajah nya)"
"Suster.. (memanggil dengan suara lemasny)"
"Iya Tuan, ada yang bisa saya bantu (suster yang sedang menyiapkan obat untuk Eito)"
"Sus tolong siapkan satu ruangan lagi buat Nona ini karena ia juga mengalami kondisi yang sama seperti saya, lihat sekarang ini saja dia belum istirahat dan ganti baju"
"Baik Tuan saya akan segera menyiapkan tempat nya terlebih dahulu, tunggu sebentar ya Nona! (sunter nya pergi memeriksa dan menyiapkan ruangan buat Ruii yang akan bersebelahan dengan ruangan Eito)"
"Ruiiii.. Untuk kali ini saya mohon untuk saling peduli hilang kan dulu perdebatan kita yang hanya merusak kebersamaan kita saat ini, lihat dirimu semua nya basah sekujur tubuh mu terus kalau kamu sakit bukan kah akan merepotkan ibu Rina" (Eito mencoba ingin menunjukkan ia sangat peduli terhadap Ruii)
"Ruii hanya bisa tertunduk diam di depan Eito"
"Nona Ruii, mari Non masuk ke ruangan Anda sebelumya kita periksa terlebih dahulu agar tubuh Anda bisa menerima suplemen yang akan kami suntikan ini Non"
"Ruii pun mengikuti apa yang di katakan suster tersebut, tampak Eito tersenyum melihat respon Ruii yang tak bisa berkata kata lagi)"
"Nona Ruii bisakah Anda untuk mengganti baju yang basah itu dengan baju yang sudah kami siap kan ini" (suster memberikan pakaian lengkap ke pada Ruii)
"Baik Suster, saya izin pergi ke kamar mandi dulu (Ruii pergi dan sambil membawa pakaian yang di berikan oleh suster)"
"Bagaimana dengan ibu Rina, takut nya mereka khwatir mencari cari keberadaan Ruii yang tadi nggak sempat memberi kabarnya terlebih dulu ke ibu Rina dan keluarga"
"Ruii telah selesai menganti pakaiannya dan mau berniat untuk menemui Tuan Zein, Eito Entahlah siapapun dia sekarang, Ruii hanya ingin minta izin untuk segera pulang lagian kondisi nya Ruii baik baik saja"
"(Tampak Eito sedang istirahat di tempat tidur dengan kondisi membaik hanya saja masih perlu istirahat sampai besok pagi)"
__ADS_1
"Permisi Tuan, Maaf saya menganggu istirahat Anda sebentar" (Ruii selalu menundukkan wajah nya setiap berbicara dengan Eito)
"Emmm.. ada apa?" (Eito sambil membolak balik setiap halaman buku yang sedang ia baca)
"Sa-saya mau izin pulang Tuan" (Ruii gugup saat berbicara langsung berhadapan dengan Eito)
"Nggak bisa!" (Sekarang Eito menatap pekat wajah Ruii yang tertunduk)
"Tapi Tuan, saya tidak mau ibu Rina dan keluarga mengkhawatirkan saya karena tadi saya tidak memberitahu mereka terlebih dulu" (Ruii pun melihat wajah Tuan Zein dengan kesal)
"Terus saya harus gimana, menghubungi ibu Rina seperti itu? Memangnya Anda siapa! Satu lagi Anda jangan menatap saya seperti itu, bukan kah semua ini karena ke egois an Anda sendiri! (Eito berbicara seakan akan semua kesalahan Ruii dan ia harus menanggung semuanya)"
"Saya kira dengan keadaan Tuan seperti ini bisa menurunkan ke Arogan an diri Tuan tapi nyata nya makin jadi, Eito atau pun Tuan Zein hanya topeng 2 wajah tapi dengan kepribadian sama.. Nggak heran, Permisi Tuan yang terhormat! (Ruii pun pergi dari hadapan Eito karena usaha nya gagal untuk meminta izin pulang)"
"Nona Ruii Maaf ini ada obat untuk Tuan Zein harus di minum malam ini juga agar stabilitas tubuh Tuan tetap terjaga" (suster memberikan semua obat Eito kepada Ruii yang tampak kesal)
"Apakah harus saya sus melakukannya, kenapa tidak suster saja bukankah ini sudah menjadi tugas Anda?" (Ruii menolaknya dengan sopan)
"Ini pesan dari Tuan Zein langsung, Tuan mau Nona Ruii yang melakukan semua pelayanan ini! Maaf Nona kami hanya melakukan tugas sesuai perintah dari Tuan Zein" (suster merasa serba salah)
"Hmmmmm.. (Ruii menarik nafas panjang dengan tegas).. Ya Tuhan, saya harus bagaimana ini! Alasan apa yang harus saya katakan untuk menolaknya (Ruii sangat gugup dan takut karna baru saja mereka ribut yang selalu berakhir ego masing masing)"
"Ehem.. mana obat nya, ini sudah jam berapa dan Anda sudah terlambat 5 menit dari jadwal yang sudah di anjurkan dokter, jika ada apa apa sama tubuh saya, Anda ingin bertanggung jawab?"
"Tapi sekarang Tuan tidak kenapa napa bukan? terbukti stabilitas Energi tunuh Tuan masih full Tuan masih sanggup membentak saya dengan nada tegas seperti itu" (Ruii sambil menyiapkan obat dan minum Eito)
"Memasang wajah sinis dan tidak mempedulikan keberadaan Ruii yang sedari tadi berdiri didepan nya untuk memberi obat yang siap diminum oleh Eito"
"Maaf Tuan bisakah Anda mempercepat tugas saya disini? saya mohon izin untuk kembali ke ruangan, nampaknya efek dari hujan tadi baru terasa di tubuh saya"(Ruii yang menahan tubuh nya dari rasa menggigil)
"Bukankah tadi suster sudah menyiapkan makan dan suntikan obat suplemen daya tahan tubuh buat kamu, seharusnya sekarang kamu tidak kenapa kenapa kan" (Eito sekarang justru balik mengkhawatirkan ke adaan Ruii)
"Hem, Tuan nggak perlu jadi orang yang berasa paling peduli padahal jelas pembenci! sekarang Tuan cukup pedulikan saja tuh kesehatan Anda sendiri karena setiap orang itu memiliki ruang pribadi nya masing masing dan sayang nya Anda bukan ruang pribadi saya Tuan, jadi tidak perlu berpikir yang tidak tidak kepada saya, ini obat milik Tuan sudah di siapkan oleh suster sesuai dengan anjuran dokter pribadi Anda! (memberi paksa obat ke Eito)
"Eito tak ingin memperpanjang masalah ke Ruii karena melihat kondisi Ruii yang sedang tidak sehat, Eito pun langsung menenggak semua obat yang diberikan dokter dengan cepat"
"Sekarang cepatlah pergi istirahat ingat obat Anda di minum! saya tidak mau justru saya yang akan merawat Anda disini!" (Eito seakan coba memperingatkan Ruii dengan perhatian Eito)
"Terimakasih Tuan" (Ruii pun segera masuk ke ruangan nya untuk beristirahat, minum obat dan vitamin yang sudah disiapkan suster sedari tadi, hanya saja Ruii ngeyel tidak mau ikuti arahan"
__ADS_1
...****************...