HANYA RINDU

HANYA RINDU
Bab. 43


__ADS_3

"Ruii yang sedang menunggu suami pulang tak terasa ia sampai tertidur di atas sofa karena ia tidak ingin merusak hiasan bunga dan ornamen yang Romantis telah di persiapkan di kamar pribadi milik Zein di atas kasur yang begitu tertata rapi lagi wangi"


"Ruii juga sudah melakukan sesuai arahan suami nya dari membersihkan diri sampai makan dan beristirahat yang cukup ternyata kepergian suami nya membutuhkan waktu lumayan lama sampai sampai Ruii pun tertidur pulas bahkan ketika Zein pulang menuju ke kamar nya saat membuka pintu Ruii pun masih terjaga dalam tidur nya tanpa pergerakan sedikit pun "


"Zein yang melihat Ruii tertidur lelap tidak tega untuk membangunkan nya tapi yang membuat Zein makin nggak tega kenapa istrinya sampai tidur di atas sofa padahal ada kasur di dekatnya"


"Ya sudah la mungkin Ruii ketiduran karena tadi menunggu saya pulang terlalu lama sampai buat Ruii tertidur di sofa" gumam Zein sendiri sembari memperhatikan di sekitar sofa terlihat di atas meja masih ada makanan yang masih tertata rapi belum tersentuh hanya sepiring buah yang masih tersisa dari Ruii makan"


"Atau di angkat aja ya biar Ruii tidurnya lebih nyaman tapi takutnya malah buat dia terbangun dan kaget melihat saya sudah ada di kamar" bisik Zein


"Lebih baik pergi ke kamar mandi membersihkan diri dulu nanti setelah nya membangunkan Ruii untuk kembali tidur ke atas kasur" gumam Zein yang langsung pergi ke kamar mandi tanpa sadar ia tidak menggunakan kursi roda nya lagi


"Emmm (Ruii merenggangkan tubuh nya tanda di sadari kalau suami nya sudah pulang dan sudah berada di kamar mandi).. "


"HAH! sudah jam 9 malam, beneran sudah malem? jadi dari tadi aku ketiduran selama itu, duh Mas Zein kemana ya kok belum ada kabar takut nya kenapa napa Mas" rengek Ruii dengan khawatir memikirkan suami nya tapi seketika terdengar


"Sebentar! terus siapa yang ada di dalam kamar mandi perasaan tadi sudah aku mati in keran air nya nggak mungkin kan ada orang lain di dalam kamar ini, ya kan Ruii " gumam Ruii dengan rasa takut bercampur panik


"Klek.. pintu kamar mandi terbuka dan sosok laki laki tinggi putih bertubuh kekar keluar dari kamar mandi yang hanya menggunakan handuk putih yang hanya menuti tubuhnya mulai dari pusar sampai sebatas lutut, selebihnya si roti sobek nya kelihatan alias bertelanjang dada"


"Aaaarrhh.. Ruii pun berteriak histeris langsung menutup ke dua matanya dengan kedua tangan nya dengan perasaan takut dan panik"


"Kamu siapa, kenapa kamu ada di dalam kamar suami saya" ucap Ruii tanpa membuka kedua tangan nya yang sedang menutup kedua mata nya


"Sayang.. ini mas" ucap Zein dengan lembut sembari mendekat ke arah Ruii yang sedari tadi ketakutan


"Benarkah itu mas Zein suami saya" tegas Ruii yang belum berani melihat


"Nggak ada yang berani masuk kamar Mas siapa pun orang nya cuma istri mas yang baru masuk ke kamar ini jadi mustahil kalau ada orang lain yang berani untuk masuk kesini" tegas Zein ke pada Ruii untuk meyakinkan bahwa itu benar suaminya

__ADS_1


"Perlahan Zein menyingkirkan kedua tangan Ruii dari kedua mata nya agar Ruii bisa melihat jelas bahwa benar di depan nya adalah suami nya"


"Sayang, buka mata nya lihat ini beneran Mas Zein suami kamu" tegas Zein


"Ruii pun membuka mata nya dan melihat benar itu adalah suami nya tapi ada yang menganjal di pikiran Ruii tapi apa ia juga belum bisa berpikir jernih karena masih ada rasa panik dan tubuh nya terasa gemetar ketakutan"


"Mas Zein, beneran ini kamu mas" ucap Ruii sembari memeluk tubuh suami nya dengan kuat untuk menghilangkan rasa takut yang ia rasa kan sebelumnya


"Iya sayang ini Mas, sudah nggak perlu takut lagi ya" ucap Zein lembut sembari untuk mencoba menenangkan istri nya


"Mas kenapa nggak bangunin Ruii, jadi nya kan Ruii tau kalau mas sudah pulang nggak sampe ada drama histeris dan ketakutan kayak tadi" ungkap Ruii sedikit bergetar


"Iya sayang, Mas minta maaf karena kamu tadi tidur nya lelap banget jadi mas nggak tega buat bangunin jadi nya mas inisiatif untuk langsung ke kamar mandi udah gerah banget seharian di luar" celoteh Zein di depan istri nya yang sedikit manyun melihat tingkah suami nya yang buat kaget


"Terus Mas ngapain belum pake baju, nggak dingin gitu malem malem bertelanjang dada" sindir Ruii ke Zein


"Hemmm.. tadi Mas lagi nenangi istri mas yang teriak histeris entah karena kaget atau heran lihat badan suami nya keren seperti atletis" sindir balik Zein ke Ruii


"Iya iya mas percaya" ucap Zein yang sembari mengambil pakaian tidur nya di dalam lemari dan Zein masih memaklumi kondisi istri nya yang belum terbiasa


"Ruii berdiri dan memberikan air minum untuk suami nya"


"Mas ini diminum dulu, sekali lagi maaf in Ruii ya Mas belum terbiasa dengan kondisi pernikahan kita sampai sampai Ruii terlena kalau Mas sudah pulang tanpa Ruii sambut malah tertidur pulas" rengek Ruii kepada Zein suaminya


"Sudah sayang, stop membicarakan Maaf lalu terimakasih! ingat sayang apapun Zein akan memaklumi nya selagi itu hal hal yang masuk di akal jadi sekarang bersikap lah apa adanya dan senatural mungkin nggak perlu untuk jadi sempurna inti nya jangan lelah belajar ya, kita sama sama belajar untuk jadi keluarga yang Sakinah Mawaddah Warahmah" bimbing Zein ke Ruii, yang membuat Ruii hampir menangis di buat nya karena suara lembut dan kasih sayang Zein ke Ruii sangatlah tulus


"Iya Mas" ucap Ruii lembut dan dibarengi dengan anggukan lembut


"Sudah makan?" tanya Zein

__ADS_1


"Hehehe.. Ruii tidak berani berkata iya nyatanya makanan yang ada di atas meja masih tampak belum Ruii makan sama sekali"


"Malah ketawa, pasti belum makan kan? kalau sakit gimana, kalau Mas khawatir gimana bisa bisa satu kantor kena imbasnya" tegas Zein


"Kok gitu Mas? bukan nya nggak baik kalau terus terusan marah" celoteh Ruii


"Ya mau gimana lagi sayang, orang terpenting Mas Sekarang itu cuma kamu Ruii istri nya Mas, Mas nggak peduli sama yang lain lain mau itu suka atau nggak"


"Ruii kok berasa jadi takut dengar ucapan Mas barusan" ungkap Ruii


"Mau makan atau nggak nanti Mas takut takutin lagi, mau?" ancam Zein dengan ledekan


"Ini mas sudah Ruii siapkan, yok buruan makan biar nanti bisa istirahat pasti Mas capek banget seharian di luar ngurusin kerjaan" ucap Ruii dengan rasa ke khwatiran nya terhadap suami nya


" Heem.. Terimakasih sayang "


"Mereka pun melakukan aktifitas makan malam nya bersama sama walau sudah di katakan ini terlampau sangat malam tapi tak mengurungkan makan malam romantis mereka saat ini"


*


*


*


"Akhirnya aktifitas makan malam mereka sudah diselesaikan dengan cukup baik dan tenang waktunya mereka untuk beristirahat satu sama lain nya selayaknya suami istri sayang nya saat ini kedua nya masih sama sama belum berani mengungkapkan nya lebih dulu"


"Malam pertama mereka banyak di habiskan duduk berdua dan saling bercerita satu sama lain"


...****************...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2