HANYA RINDU

HANYA RINDU
Bab. 26


__ADS_3

"Ditaman Ruii sengaja menunggu kedatangan Eito seperti biasa yang ia lakukan sebelumnya"


"Ruii berkali kali melihat jam di tangan nya hari tampak makin sore tidak tahu mengapa hari ini tidak cerah seperti biasanya, awan awan tampak mendung makin lama makin menunjukkan akan turun hujan tapi keberadaan Eito tak kunjung datang, mungkinkah semuanya ini benar benar sudah berakhir tuhan, Ruii bergumam seraya menatap langit tampak hitam dan gelap"


"Yaaa.. semua telah berakhir Ruii, sekarang atau pun nanti waktu waktu seperti ini pasti akan terjadi juga, bukankah makin cepat makin baik (Ruii layak nya sedang menertawakan diri nya sendiri).. selamat tinggal taman indah dan selamat tinggal kursi suatu saat kalian akan ada Tuan baru yang menemani kalian disini ya, baik baik ya disini semoga kita berjodoh bertemu kembali disini di tempat yang sama dalam ke adaan yang baik baik saja" (Ruii beranjak pergi dari tempatnya tapi saat Ruii hendak berbalik badan ada seseorang yang seketika muncul dari mana tiba tiba sudah ada di hadapan Ruii)"


"Bagaimana, menyakitkan bukan menanggung perasaan sendiri menahan ego sendiri demi terlihat tegar biar di katakan tangguh (Eito menyindir Ruii yang selalu menyembunyikan perasaan nya terhadap Eito)"


"Entah mengapa bibir Ruii terasa keluh untuk menjawab semua perkataan Eito, padahal sedari tadi Ruii sudah kekeh untuk berpamitan kepada Eito tapi sekarang hanya bisa membisu seperti patung"


"Kenapa masih ingin berdiam diri seperti itu, apa sampai tubuh kamu basah di guyur hujan?"


"Anda sendiri kenapa masih disini, Anda kesini datang sebagai Eito atau sebagai Tuan Zein.. Hahaha... Lucu nya, bahkan saya sendiri tidak bisa mengenali antara Eito dan Tuan Zein tapi paling tidak saya pernah mengenal sosok Eito ditempat ini yang dulu pernah sempat berbagi cerita dan saling peduli dengan masalah satu sama lain yang tidak pasrah dengan kondisinya tapi sayangnya sosok itu hilang karena sudah di tutupi dengan kesalahan saya terlalu berharap, hehehe.. bodohnya Ruii! (tertawa tapi mata nya menangis seakan akan sedang menertawakan kebodohan nya sendiri)"


"Kamu salah Ruii, Eito atau pun Zein itu adalah satu orang yang sama dan sangat kamu kenal hanya saja kamu yang selalu menolak kebenaran nya.. saya tahu kalau kamu diterima kerja di perusahaan ALVARO GROUP walau hanya sebagai Office Girl karena setelah melihat CV yang kamu bawa, tapi saya tidak tahu kalau nanti nya yang selalu membantu saya dan menerima saya dalam keadaan seperti ini hanya kamu Ruiiii, dan saya bisa leluasa bertemu hanya sebagai Eito karena saya tahu jika kamu sudah mengetahui sejak awal siapa Eito sebenarnya saya yakin kamu ingin menemui Eito lagi, benar begitu!

__ADS_1


"Dan semua berjalan sesuai dengan arahan mu bukan, drama yang kamu buat di kemas dengan sangat rapi (Ruii menampakkan senyum tapi dengan air mata).. berarti benar ini hanyalah sebuah kebetulan yang dibuat oleh mu Tuan Zein dan saya pun mempercayai nya.. segitu tolol nya saya mempercayai orang di kota besar ini tiba tiba ada yang ingin berteman tulus dengan saya si wanita kampung... (Ruii terus menarik napas dalam ia merasa ada rasa sesak yang ia tahan)"


"Terus kamu masih berkilah ini hanya sebuah kebetulan, dan kamu katakan kita adalah dua orang asing? Bagaimana dengan perasaan saya dan perasaan yang kamu rasakan sekarang ini apakah juga karena hal kebetulan? Ruii coba lah untuk jujur dengan perasaan kita sendiri!


"Tidak akan bisa merubah semua nya Tuan sekali pun saya berkata jujur seperti Tuan katakan, saya ketempat ini menunggu Anda hanya ingin menyampaikan permohonan Maaf kepada Anda baik sebagai Eito ataupun sebagai Tuan Zein CEO di tempat saya Traning banyak hal yang saya lewati hari ini dan semua nya cukup buat saya menyerah, nampaknya saya tidak pantas disana"


"Resign maksud kamu? jangan berharap kamu bisa keluar dari perusahaan ALVARO GROUP dengan semudah itu Ruii, semua ada aturan nya sendiri tidak ada yang mengizinkan selain CEO, jadi simpan baik baik surat Resign mu jika tidak saya akan datang sendiri ke rumah ibu Rina untuk mengambil alih rumah nya yang sedang kamu tempati sekarang, jika semua itu tidak kamu ingin kan maka kembali lah bekerja seperti biasanya tanpa kamu membahas lagi Resign tidak penting seperti itu, bagaimana kesempatan nya bisa di terima? (setelah Zein tau jikalau Ruii tinggal dirumahnya ibu Rina, Zein mengambil alih tempat itu berhadap tidak ada orang lain berniat untuk menggusur tempat tinggal mereka)


"Tuan lupa kalau saya hanya menumpang disana, jangan melibatkan mereka yang tidak tahu apa apa masalah saya sudah cukup banyak jadi saya harap Tuan tidak untuk ikut campur dengan keputusan saya"


"Tuan, hujan sudah turun cukup deras sebaiknya Anda segera pergi nanti saya bantu panggilkan sopir mobil Anda" (Tangan Ruii di tahan oleh Eito)


"Biarkan saja, saya hanya ingin mendengarkan keputusan terakhir kamu tidak usah mengalih kan pembicaraan kita"


"Tapi ini hujan nya sudah deras sekali Tuan, jika terjadi apa apa dengan Tuan bagaimana, banyak yang masih butuh keberadaan Tuan..."

__ADS_1


"Salah satunya kamu, bukan begitu" (Eito coba memotong perkataan Ruii)


"Cukup Tuan, ini bukan saat nya untuk berkata yang tidak tidak perhatikan kesehatan, tubuh Anda sudah menggigil seperti itu dan saya tidak ingin menjadi salah satu masalah buat Tuan"


"Jika kamu tidak mau ini jadi masalah, ikuti apa yang sudah saya katakan tadi jika tidak saya akan tetap terus disini ingin melihat respon mu sejauh mana kamu bisa bertahan menyimpan perasaan yang terus kamu sembunyikan dari saya" (suara Eito semakin bergetar seakan menahan suhu dingin di tubuhnya)"


"Baiklah kalau begitu, saya pamit semoga Anda selalu dalam ke adaan baik baik saja, Permisi.. (Ruii meninggalkan Eito dengan tubuh yang sedang menggigil, mau tak mau Ruii harus kejam dengan perasaan nya sendiri walau sebenarnya ia merasa sakit melihat Eito seperti itu)"


"Sa-ya a-akan terus disini sam-pai benar benar menghancurkan ego kamu yang menahan hati mu untuk mengeluarkan perasaan itu Ruii" (Eito sudah benar benar lemas karena tubuhnya sudah menahan rasa dingin dari derasnya hujan)


"Ruii tertunduk menahan air mata yang telah bercampur dengan air hujan yang mengguyur wajah dan tubuhnya dan ada rasa bersalah Ruii terhadap sikap kejam nya terhadap Eito, ia pun berbalik dan melihat kondisi Eito yang terkulai lemas tak sadarkan diri di atas kursi rodanya karena tak kuat menahan rasa dingin air hujan mengguyur seluruh tubuhnya"


"Eitoooo.. (Ruii berlari segera mendekati kursi rodanya milik Eito) please banguuuun jangan seperti ini Eito.. Tuhan bantu Ruii.. (Ruii pun menangis sejadi jadinya)"


...****************...

__ADS_1


__ADS_2