
"Nando.. Benny.. Apakah kalian sudah siapkan lokasi yang sudah saya pinta sebelumnya ke pada Jaysen" tegas Zein ke pengawal pribadi nya
"Siap Tuan, semua sudah disiapkan dan lokasinya tak jauh dari Apartment milik Tuan Muda Zein" ucap Nando dengan jelas
"Dimana Kenzie, bukan kah saya perintahkan dia untuk Handle perencanaan di sini"
"Maaf Tuan kabar terakhir Tuan Kenzie masih di perjalanan kemungkinan sekarang sudah di ada lokasi yang seperti Nando katakan tadi" tegas Benny
"Baiklah kalau begitu, nggak perlu buang buang waktu kita segera ke lokasi" ucap Zein
" Tuan Muda Zein beserta kedua pengawal nya pun pergi menuju ke lokasi yang sudah di siap kan oleh tim Kenzie"
"Sedikit cerita Kenzie adalah sepupu Zein anak Paman nya yang bernama AlVero, menginggat Papi Zein dan Papi Ken saudara kembar sehingga antara kedua nya begitu mirip hanya saja ke dua profesi Papi mereka berbeda, Papi Ken fokus di pemerintahan di Kota Q sedangkan Papi Zein lebih fokus menjadi Pengusaha di kota X segala bidang usaha yang sekarang menular ke jiwa Zein sedangkan Ken lebih ke jiwa pengusaha tidak ikut jalur Papi nya di bidang pemerintahan, kurang lebih seperti itu ceritanya mari kita lanjut ke cerita"
***Lokasi berpindah ke Apartemen tepatnya di kamar milik Tuan Muda Zein dan Ruiinsya yang bergitu mewah dan sudah dihiasi pernak pernik serta dekorasi yang bernuansa Romantis"
"Kreeek.. Ruii membuka pintu kamar nya dengan sangat hati hati"
"Maaf Nona.. saya hanya mengantar sampai di pintu saja jika Nona perlu bantuan tekan saja bell di dekat pintu disini Nona, segera kami akan datang" jelas Amelia ke pada Ruii
"Sebentar Amel, apakah benar ini kamar suami saya?" ucap Ruii dengan ragu ragu yang belum berani melangkah masuk ke kamar nya
"Benar Nona, ini kamar Tuan Muda dan sekarang kamar Nona juga" ucap Amelia seraya tersenyum
"O-okay.. tapiii saat saya pergi tidak membawa apa pun hanya baju di badan, apakah ada yang saya lupakan?" seru Ruii dengan binggung
"Tenang Nona, semua perlengkapan Nona sudah di persiapkan sebelum sampai di sini dan semua itu atas pesan Tuan Muda Zein untuk Nona Ruii" ucap Amelia dengan semangat
"Hmmm.. baik lah kalau begitu, Terimakasih ya" seru Ruii dengan senyum manis nya
"Nggak perlu sungkan Non, ini sudah jadi tugas kami, kalau begitu saya izin dulu untuk melanjut kan pekerjaan, jika masih ada yang perlu di siapkan jangan sungkan untuk hubungi saya ya Non, Amelia" ucap ramah Amelia terhadap Ruii
"Iya Amelia, sekali lagi Terimakasih" ucap Ruii dengan ramah
"Betapa kagetnya Ruii setelah masuk ke kamar nya yang begitu Rapi, Mewah, tampak sangat nyaman belum lagi hiasan Romantis baik yang berada di atas kasur maupun di atas meja makan semua bernuansa sangat Romantis"
"MasyaAllah, ini terlalu indah terlalu sempurna seharusnya Ruii nggak pantas mendapatkan semua sikap yang istimewa seperti ini Mas" gumam Ruii dengan perasaan mendalam melihat perlakuan Zein
"Hufftt.. hampir lupa Mas Zein tadi berpesan segeralah membersihkan diri terus makan dan istirahat tapi kalau ke adaan tempat tidur nya sebagus ini, rasanya sayang banget untuk di gunakan.. Emmm.. Mandi saja dulu terus nunggu Mas Zein siapa tau sebentar lagi pulang" bisik Ruii terhadap diri nya sendiri
"Kriiiiingg.. Kriiiiingg.. Kriiiiingg.. betapa kaget nya Ruii setelah mendengar suara Handphone yang sedari tadi berbunyi yang menyadarkan diri nya dari obrolan nya sendirian di kamar, ke dua Mata Ruii terus mencari keberadaan Handphone itu yang belum juga di temukan"
"Suara nya di sekitar sini, apa mungkin di dalam laci nakas ini ya" ucap Ruii yang masih penasaran mencari cari suara Handphone itu berasal
__ADS_1
"Beneran disini arah suara nya dan tanpa pikir lama lama Ruii membuka laci nakas tersebut, dan betapa kaget nya di layar Handphone itu tertulis Suami dengan simbol Hati berwarna merah" Ruii hanya bisa geleng gelengkan kepala karena ulah Suami nya buat Wajah Ruii me-merah "
"Kenapa belum juga di angkat Handphone nya, nggak mungkin kan Ruii belum faham pake Handphone, jangan jangan Amelia ini kerjaan nya nggak bener jaga in istri saya" gumam Zein kesal di dalam ruangan kerja yang lokasi nya tak jauh dari Apartment milik nya
"Assalamu'alaikum Mas" Ruii pun menggangkat Handphone tersebut dan terdengar percakapan dari suara Zein
"Wa'alaikumussalam (sambil menarik nafas pelan) merasa lega setelah mendengar suara istri nya yang ia khawatir kan sedari tadi"
"Maaf Mas jika buat Mas jadi Khawatir" ucap Ruii sopan dan lembut
"Hampir saja Mas telphone Amelia terus Mas pecat Dia" ucap kesal Zein karena panik nya
"Ini bukan salah Amel Mas, tapi murni salah Ruii karena belum bisa menemukan Handphone Mas di kamar" tutur Ruii dengan harap
"Sudah sudah nggak perlu minta Maaf mungkin Mas juga terlalu mengkhawatirkan keadaan kamu, sudah selesai membersihkan diri belum, makan nanti jangan lupa istirahat ya" tegas Zein dengan segala rentetan perhatian
"Hmmm.. ini baru saja mau siap siap ke kamar mandi Mas" ucap Ruii sopan
"Hufftt.. ya sudah kalau gitu buruan mandi" titah Zein
"Mas"
"Ya sayang, kenapa"
"Nanti setelah telphone ini, Mas langsung telphone Papi sama Mami" tegas Zein
"Mas nanti pulang kan?"
"Iya sayang, Mas nggak lama.. kenapa emang nya?"
"Ruii berasa nggak nyaman kalau sendirian di kamar sebesar ini Mas" ungkap polos Ruii
"Hanya belum terbiasa saja sayang, nanti lama lama terbiasa.. lebih baik segera Mandi terus istirahat sambil makan makanan yang kamu suka" titah Zein dengan lembut
"Iya Mas.. kalau gitu Ruii izin pergi Mandi dulu nanti keburu sore.. Mas buruan pulang ya" ucap Ruii kepada Zein dengan manja
"Iya sayang"
"Wassalammu'alikum"
"Wa'alaikumussalam "
"Obrolan itu pun terputus, kedua nya melakukan rutinitas masing masing dengan tempat yang berbeda"
__ADS_1
"Ehem.. idih yang pengantin baru, kok Bucin nya parah banget.. jadi penasaran sama kakak ipar" ledek Kenzie kepada Zein
"Hemmm.. kasian yang ngejomblo akut jadi iri lihat saudara seneng" Zein balik meledek Kenzie
"Terusss.. ke jomblo an selalu di salahkan, belum ada jodohny kali Zein" ucap kesal Kenzie
"Hahaha.. dari dulu nggak berubah kalau setiap kalah debat pasti mood nya jadi berantakan" tegas Zein ke Kenzie
"Fokus tujuan awal.. kamu ke kota ini selain mau Honeymoon pasti punya rencana dan Misi lain, iya kan?" ungkap Kenzie
"Syukurlah kalau kamu faham tujuan lain dari rencana ini adalah untuk pertahanan usaha pengembangan perusahaan saya yang ada di kota S" seru Zein
"Hmmm.. terus rencana awal nya apa?"
"Yang pasti perusahaan ini tidak menggunakan nama ALVARO"
"kalau bukan ALVARO terus mau pakai nama nya siapa?" tegas Kenzie
"Nanti saya pikirkan lagi untuk sekarang sudah ada lokasi saja dulu sambil jalankan rencana, kita akan pikirkan bagaimana baiknya" ungkap tegas Zein
"Hemmmm.. terserah kamu saja deh Zein, saya sih ngikut apa kata kamu aja lah secara belum punya kemampuan ahli" rengek Kenzie
"Baguuus.. kamu cukup fokus ikutin arahan saja" tegas Zein
"Siiiap Boss" ledek Kenzie
"Nando.. kita kembali ke Apartemen" tegas Zein
"Baik Tuan.. Nando pun mengikuti arahan Zein untuk menuju ke apartemen yang sedari tadi telah di tunggu istri tercinta"
"Ken saya duluan, titip salam buat Papi Vero sama Mami maaf belum sempat main ke rumah"
"Okay segera saya sampaikan.. tapi yang tadi nggak janji, saya ingatkan kalau kamu nggak datang sudah di pastikan izin perusahaan ini tidak mungkin di ACC sama Papi" ancam Kenzie kepada Zein
"Sudah pintar mengancam ternyata.. bilang Papi sama Mami nanti datangnya bareng istri nya Zein" ledek Zein
"Terserah!" ungkap kesal Kenzie
"Hahaha.. Zein di ajak debat.. bay Kenzie" ledek Zein ke Kenzie
...****************...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1