
**Zein sekarang sudah berada di ruangan utama sedang memikirkan bagaimana cara meyakinkan Ruii untuk menerima semua keadaan sebenarnya
"kreeek.. tampak pintu ruangan Zein terbuka ternyata mami Zein datang sendirian menemui anak kesayangan nya ke kantor tanpa di temani suami nya yaitu Tuan ALVARO"
"Haiii.. sayang, sedang sibuk? (mami menyapa Zein dengan reaksi terkejutnya)"
"Emmm.. Mamiii, kira Zein siapa"
"Memang kamu pikir Siapa, pacar kamu? (mami coba meledek Zein)"
"Pacar? mikirin nya saja Zein nggak pernah apa lagi punya pacar, mami kalau bercanda masih ke pagian.. Ow ya.. Mami kenapa sendirian, kenapa Papi nggak ikut?"
"Hmmm.. tadi Papi sedang ada kerjaan di Kantor dan ada Meeting dengan rekan bisnisnya, dari pada Mami benggong mending kesini ya kan"
"Mami terlalu basa basi, jika ada yang ingin Mami cerita kan nggak apa apa kok Mi, karena setelah ini Zein akan ada Meeting di luar, ini baru selesai rapat dengan ketua ketua bagian di kantor jika Mami mau ikut Zein juga nggak apa apa kok Mi"
"Ikut Meeting? Meeting Papi saja Mami kabur apa lagi sama kamu.. (dengan wajah kesal Mami) Baik lah kalau begitu Mami nggak mau basa basi, sekarang to the point saja.. sebenarnya kamu mau nggak sih nak tunangan dengan Jennica, Hem?"
"Mami atur saja apa yang menurut Mami itu baik buat Zein apa pun akan Zein usaha kan terbaik buat Mami, tapi Mami jangan kecewa jika suatu saat semua yang Mami pikirkan untuk sekarang menurut Mami adalah untuk ke baikan buat Zein tapi nyatanya tidak"
"Kenapa kamu bicara seperti itu sayang, apakah kamu sudah ada calon sendiri seorang pacar mungkin atau teman wanita kamu? Tapi selama ini Mami tidak pernah mendengar rumor bahwa kamu memiliki teman Wanita"
"Benar Mi, Zein tidak pernah dekat dengan siapa pun baik wanita maupun pacar yang seperti Mami katakan karena Zein tidak ingin menjalin suatu hubungan yang FAKE (palsu) bagi Zein itu hanya buang buang waktu dan Zein hanya menyibukkan diri dengan mengembangkan perusahaan Zein ini seperti sekarang yang Mami lihat, biar saat tiba Zein sudah siap untuk Menikah semuanya sudah tersedia agar keluarga Zein tercukupi" (Zein berbicara dengan tatapan penuh harap)
"Tapi sayang, Mami mengkhawatirkan keadaan kamu sekarang yang menggunakan kursi roda ini apakah ada wanita di luar sana menerima mu dengan kondisi kamu Lumpuh ini" (Mami terdiam memandang lekat Zein yang sedang bengong)
"(Zein pun mendekat ke tempat duduk Mami nya untuk menguatkan hati seorang ibu).. Mam, ini urusan Zein dan Mami nggak perlu terlalu ikut campur sampai mengkhawatirkan kondisi Zein seperti ini, Zein yakin masih ada wanita baik dan tulus menerima keadaan dan kondisi Zein saat ini, untuk masalah rencana Mami silahkan Mam, akan Zein turuti apa yang menurut Mami itu baik Zein yakin tidak ada seorang ibu akan menyakit kan hati anak nya sendiri, benar begitu Mam"
"Nak, jika ini benar berat buat mu akan Mami gagalkan semua nya tidak apa apa Mami hilang seorang teman bisnis dari pada Mami kehilangan kebahagiaan anak Mami satu satu nya (Mami pun menangis dan memeluk tubuh Zein yang kekar)"
"Sudah Mam, tidak apa apa lanjutkan saja semua rencana Mami bukan kah itu baru pertunangan belum juga acara Pernikahan" (Menghapus air mata Mami dengan lembut)
"Terimakasih nak, kamu selalu mengorbankan ke bahagian mu sendiri demi kebahagiaan orangtua mu" (Mami memeluk Zein dengan rasa bangga)
"Acaranya kapan Mi, biar nanti Zein perintahkan Jay untuk bantu bantu mempersiapkan apa saja yang akan di perlukan"
"Dalam waktu dekat ini nak, lusa acaranya akan berlangsung karena setelah acara mereka akan segera pulang dan Jen akan melanjutkan study modelnya yang sebentar lagi Lulus, untuk acara persiapan nya sudah ada orang yang Mami utus untuk melakukan semua nya"
__ADS_1
"Baiklah Mam, semoga rencana Mami akan lancar dan sukses" (Zein memberikan senyum baiknya)
*
*
*
"Permisi Tuan.. (Jay masuk ke ruangan Zein), Maaf Tuan, saya tidak tahu kalau ada Mami nya Tuan di sini (menundukkan kepala di depan Mami)"
"Sudah Jay nggak perlu sungkan nak lagian Zein sama kamu itu sudah bersahabat lama" (Mami sudah menganggap Jaysen seperti anak sendiri)
"Terimakasih Mami" (Jay tersenyum ramah)
"Ada apa Jay? (Zein memotong pembicaraan Jay dan Mami biar tidak kontak pertnyaan panjang)
"Ingin menyampaikan bahwa jadwal Meeting kita sudah hampir di mulai Tuan dan info dari asisten Klien bahwa mereka sudah menunggu di hotel Tuan (Hotel yang berada di samping kantor ALVARO GROUP)"
"Mam, Zein izin untuk pergi Meeting nggak enak sudah di tunggu klien" (mencium pipi Mami)
"Baik lah, Mami juga akan balik ke Hotel untuk beristirahat" (Mami pun ikut untuk pergi keluar bersama sama)
"Saya yakin, Meeting kali ini pasti bermasalah tampak wajah Tuan Zein sedang tidak baik baik saja alamat semua akan berantakan! (bergumam di dalam hati seraya berjalan di belakang Tuan Zein dan Nyonya ALVARO)"
"Mereka sudah berada di dalam lift tak perlu waktu lama Tuan Zein dan Jay sampai di tujuan, sedangkan Mami pergi ke ruangan berbeda dan menuju kamar Hotel milik keluarga ALVARO"
"Maaf Tuan bagaimana kalau untuk Meeting kali ini biar saya saja yang handle, sepertinya Tuan perlu istirahat nanti saya akan mengutus juru bicara kesini dan kita hanya menyimak saja"
"Baiklah Jay sepertinya hanya kamu yang faham kondisi saya saat ini, kali ini saya akan ikut apa yang menjadi rencana kamu asalkan semua bisa berjalan dengan baik" (Zein menyetujui rencana Jay yang begitu mengerti kondisi Tuan nya)
"Terimakasih Tuan" (Jay langsung menghubungi juru bicara perusahaan mereka dan tak lama ia pun sudah hadir di ruangan Meeting tersebut)
"Meeting berjalan dengan baik dan lancar semua tampak puas dengan apa yang mereka tampilkan dan sudah dipersentasi oleh perusahaan ALVARO ke perusahaan Klien" (mereka berjabat tangan menandakan kerja sama antara ALVARO GROUP dan Perusahaan Klien)
*
*
__ADS_1
*
"Di ruangan OFFICE Girl semua karyawan OG sedang membicarakan perihal masalah Ruii yang masuk ke ruang perawatan milik Tuan Zein dan mereka dapat kabar itu dalam tempo waktu yang cepat sehingga menjadi rumor di kalangan OG OB sampailah ke telinganya kak Lena dan Ibu Nella"
"Kreek.. Ruii membuka pintu ruangan OG yang ia baru balik dari klinik melihat banyak sepasang mata seakan akan memperhatikan nya dengan rasa jijik dan benci, beda halnya dengan teman satu satu nya yang baik terhadapnya yaitu Nia "
"Ruii.. kamu sudah baikan!" (Nia menyapa Ruii dan segera mengajak nya tuk duduk menuju loker kerja mereka menghindari tatapan senior yang tak bersahabat)
"Alhamdulillah, ini mau melanjutkan pekerjaan yang tadi belum sempat ketunda"
"Ruii, kamu istirahat saja, tadi kebetulan tugas Nia semua sudah selesai jadi Nia yang lanjutin tugas kamu.. gak apa apa kan?" (dengan tulus Nia mengatakan nya ke pada Ruii)
"Nia, Maaf kan Ruii yang sering lah merepotkan dari pada membantu kamu.. Entah kapan Ruii bisa membalas segala kebaikan kamu ini Nia (Ruii mengatakan nya dengan derai air mata haru)"
"Sudah lah Ruii nggak perlu sedih seperti itu, bukankah kita ini sahabat jadi nggak masalah sedikit berkorban untuk satu sama lain (Nia mengelus elus pundak Ruii)"
"Nia (Ruii melihat kanan kiri memastikan bahwa tidak ada siapa pun yang mendengar obrolan antara Ruii dan Nia)"
"Kenapa Ruii?" (Nia yang sembari membenahi isi tas nya dan tas milik Ruii karena siap siap pulang kerja)"
"Eito orang yang sering aku temui di taman itu adalah Tuan Zein dan benar dia orang yang sama tadi di ruang perawatan Tuan Zein menemui Aku setelah siuman"
"APA, serius kamu Ruii? Terus bagaimana dengan Eito maksud Aku Tuan Zein apakah mengakuinya bahwa mereka orang yang sama?
"Iya Nia, bahkan dia sendiri mengatakan nya (Ruii tertunduk sedih menginggat nya)"
"Terus kenapa kamu harus sedih seperti itu Ruii, bukankah malah lebih baik, kalian akan sering bertemu saling menyapa satu sama lain"
"Tapi tidak semudah itu Niaaa, bahkan saya ingin berencana tuk meninggalkan pekerjaan ini dan coba melupakan semua nya" (tersenyum tegar)
"Kenapa kamu harus berpikir seperti itu, bukan perkara mudah mendapatkan pekerja seperti ini di perusahaan besar dan maju sekelas ALVARO GROUP, kamu sedang tidak sehat Ruii lebih baik kamu istirahat dulu agar bisa berpikir jernih! (Nia dengan tegas menasehatinya)"
"Tapi sudah terlambat Nia, sebelum saya balik ke ruangan OG ini saya sudah menghadap ibu Nella tinggal menemui Kak Lena dan besok saya akan menghantarkan surat Resign ke meja ibu Nella, lagian sudah banyak masalah yang saya buat selama kerja di sini padahal saya baru Traning.. hehehe.. terlalu ceroboh memang saya tak layak ada disini Nia.."
"Ruiii.. (Nia tidak bisa berkata kata lagi hanya bisa memeluk Ruii dengan erat).. Aku harap ini bukan keputusan final masih ada hari esok siapa tahu ada keajaiban Tuhan atas keputusan kamu"
"Ayooo pulang cukup sedih sedih nya, lagi an kan kita masih bisa ketemu kapan saja, bukan kah seperti itu sahabat baik nya Ruii selamanya! (Ruii merangkul pundak Nia)"
__ADS_1
"Kreeek.. ada seseorang membuka pintu dengan kasar dan seakan buru buru"
...****************...