HANYA RINDU

HANYA RINDU
Bab. 23


__ADS_3

**Diruang Klinik kesehatan milik Perusahaan ALVARO GROUP Ruii sudah terbaring tak sadar kan diri di ruang bangsal VVIP milik Tuan Zein tampak perawat sedang memasangkan selang infus ke tubuh Ruii, Teman Ruii bernama Nia yang terlihat begitu panik menunggu Ruii hanya bisa duduk diam di luar ruangan sebab tidak di perbolehkan untuk masuk karena ruangan itu adalah milik Tuan Zein


"Kenapa Ruii belum juga siuman ya (Nia masih setia menunggu Ruii siuaman dan tak sadar Nia memperhatikan ruangan tempat Ruii di rawat) Aku nggak salah ruangan kan?.. bukan nya ini ruangan VVIP nggak sih kenapa Ruii masuk ke ruangan ini kok Aku nya baru nyadar ya..Hmmm! atau kebetulan ruangan lain full jadi Ruii dapat masuk ruangan ini... kalau memang benar Ruii beruntung dong" (Nia bergumam sendiri diluar ruang didepan pintu kamar Ruii sedang dirawat)


"Permisi Kak, apakah anda teman nya pasien? (seketika seorang perawat keluar dari ruangan Ruii untuk memastikan dan menjelaskannya)"


" Ya betul, ada apa sus apakah keadaan teman saya baik baik saja" (Nia meminta kejelasan)


"Teman Anda baik baik saja Kak hanya saja sekarang teman Anda masih perlu istirahat, dan saya juga ingin menyarankan sebaik nya Kaka tidak perlu menunggu di sini jika kaka tidak ke beratan alangkah baiknya teman Anda biarkan saja dulu untuk beristirahat di ruangan nya, bagaimana kak?"


"Hemmmm... baik la kalau begitu sus, tolong kabari di bagian OFFICE Girl jika teman saya sudah siuman ya Sus atau nanti saya balik lagi ingin memastikan Ruii sudah siuman atau belum " (Nia hanya memastikan bahwa Ruii benar benar dalam ke adaan baik baik saja)"


"Nia pun pergi meninggalkan Ruii di ruangan VVIAV milik Tuan Zein"


*


*


*


"Di dalam ruangan perawatan Ruii sudah siuman dengan wajah tampak binggung dengan kondisi nya sekarang yang berada di tempat tidur dan dengan selang infus menempel"


"Astagfirullah, kenapa saya bisa ada di sini? (sejenak Ruii terdiam memperhatikan setiap sisi ruangan tempat ia terbaring dan ketika ia sadar dari diam nya ia melihat sosok Tuan Jay sedang berdiri tak jauh dari posisi tempat tidur nya)"

__ADS_1


"Anda sudah siuman?" (Jay memastikan kondisi Ruii yang masih terbaring)


"Maafkan saya Tuan atas kelalaian saya bekerja dan segera saya akan menyelesaikan tugas yang belum sempat saya selesaikan .. (Ruii pun segera turun dari tempat tidur tapi terhalang infus) tapi Tuan apakah bisa infus ini di lepaskan dulu, saya sudah merasa baikan sekarang"


"Apakah Anda sudah ingat mengapa Anda bisa di ruangan ini dan dirawat disini dengan infus yang sedang menempel? (Jay yang bersikap tegas)"


"Saya ingat Tuan, tapi saya janji setelah ini saya akan menyelesaikan masalah saya dan saya (Ruii seketika menghentikan perkataan nya)"


"Tuan Jay, nada suara Anda sudah terlalu tinggi sampai sampai mengganggu istirahat saya disini (Tampak Tuan Zein muncul dengan kursi rodanya yang sedari tadi menunggu Ruii di kamar sebelah dalam 1 ruangan sama di kamar yang berbeda)"


"Maaf kan saya Tuan (Jay sedikit menundukkan kepalanya), saya hanya ingin coba memastikan kondisi nya apa kah sudah benar benar siuman atau belum Tuan, sekali lagi saya Mohon Maaf jika suara saya sudah mengganggu istirahat Tuan.. Permisi Tuan Zein (Jay pun Meninggalkan Tuan Zein dan Ruii di ruang perawatan)"


"Maaf Tuan, kalau begitu saya juga izin untuk melanjutkan pekerjaan saya" (Ruii sedari tadi menahan pandangan nya ketika Tuan Jay dan Tuan Zein sedang berbicara, setelah Ruii lihat orang yang ada di hadapan nya itu benar benar serupa dengan Eito yang ia kenal di Taman itu)


"Ruii pun memalingkan wajah nya, seperti tidak menyimak apa yang Tuan Zein katakan.."


"Kenapa kamu diam, disini tidak ada siapa pun dan tak akan ada yang mendengar pembicaraan kita berdua, jika ada yang ingin kamu katakan coba kamu katakan saja saya akan menyimak semua yang akan kamu katakan" (Zein bersikap ramah dan lembut terhadap Ruii)


"Maaf Tuan, jika saya lancang saya hanya ingin melanjutkan tugas saya yang sempat tertunda karena kesalahan saya.. saya janji setelah ini saya akan menghadap Kak Lena dan ibu Nella untuk menghadapi konsekuensi atas kesalahan saya tadi pagi (Ruii berbicara sambil menunduk kan pandangan nya, ia tak ingin berspekulasi jauh dengan siapa ia berbicara apakah Tuan CEO nya atau Eito orang yang ia kenal)"


"STOP! saat ini hanya ada kita berdua di ruangan ini tidak perlu kamu membicarakan pekerjaan itu apakah kamu tidak ingin mengatakan yang lebih menyenangkan atau menunjukkan rasa bahagia (Zein tampak kesal dengan ekspresi dan respon Ruii setelah melihat sebenarnya siapa Eito)"


"Dalam hal apa Tuan? menyenangkan dan rasa bahagia seperti apa Tuan, Maaf kan saya Tuan saya tidak mengerti maksud pembicaraan Tuan"

__ADS_1


"Sekarang kita leluasa bisa bertemu, kamu tidak perlu berlama lama duduk diam di taman hanya menunggu Aku, Eito! (Zein sedikit mendekat ke tempat tidur Ruii, ia memperhatikan Ruii dengan lekat yang sedang duduk tertunduk diam)"


"Siapa yang Anda maksud Tuan, saya dan Tuan Muda Eito atau saya si OG Traning dan Tuan CEO, bukankah semua sama saja Tuan sejak awal kita adalah dua orang asing jika pun kita saling sapa baik itu di Taman maupun di kantor tidak akan mengurangi posisi kita masing masing Tuan (Ruii mencoba tetap menetralkan emosinya)"


"OK .. (Zein berbalik membelakangi Ruii).. jika itu yang selalu kamu pikirkan dan kamu menganggap saya sebagai orang asing dikehidupan mu, saya pastikan diantara kita tidak untuk saling kenal dan tidak perlu saling mengingatkan satu sama lain" (Zein pergi meninggalkan Ruii yang sedari tadi hanya bisa diam dan menyembunyikan wajah nya sedari tadi menahan air mata)


"Jika Anda sudah merasa baikan, silahkan Anda hubungi Perawat dengan menekan tombol di samping tempat tidur.. pastikan pekerjaan Anda hari ini diselesaikan, saya tidak mau OG Traning ke enakan beristirahat di tempat ini dan Anda tidak perlu berpikir terlalu jauh saya pinjamkan tempat ini karena tempat lain sedang banyak pasien.. ingat sebelum melanjutkan pekerjaan Anda perlu habiskan makanan yang ada di atas meja (sebelum sudah di siapkan oleh perawat) saya tidak mau kejadian yang sama terulang lagi karena perusahaan kami tidak akan mempekerja kan orang orang malas dan sakit sakit an" (Zein tegas mencoba menunjukkan sikap Zein sebenar nya didepan Ruii, ingin melihat seperti apa Ruii bersikap)"


"Baik Tuan, terimakasih atas pemberitahuan nya saya akan segera mengerja kan apa yang sudah menjadi tugas saya, InshaAllah tuk kedepan nya semoga saya bisa membalas kebaikan Tuan CEO kepada OG Traning seperti saya.. sekali lagi saya ucapkan banyak terimakasih" (Ruii dengan suara bergetar)


"Ayooo Ruii semangat, kamu ini sudah terbiasa sendiri kenapa kamu harus sedih Ruii, biarkan semua kembali seperti semula bukankah sejak awal kamu dan dia tidak saling kenal semuanya adalah sebuah kebetulan, apa lagi setelah kamu tahu dia orang penting di tempat kamu bekerja, takkan bisa dan tak kan pernah bisa di antara kamu dan dia terjadi sesuatu apalagi membicara kan tentang perasaan! (Ruii bergumam sendiri dengan diri nya sendiri tuk melawan perasaan nya sendiri)"


"Hmmmmm.. (Zein menarik nafas dalam dengan kasar tuk menghilangkan rasa kecewa dan kesal nya terhadap Ruii yang tidak jujur dengan sikap dan perasaan nya sendiri) . . jangan harap saya akan menyerah dan berdiam diri Ruii, saya akan terus meyakinkan kamu bahwa semua ini bukan perkara kebetulan dan bukan bicara tentang dua orang asing tapi ini masalah tentang perasaan yang tulus" (Zein bergumam di dalam hatinya)


...****************...


BERSAMBUNG 🤗


Bagaimana perasaan Ruii apakah akan terus ia bisa simpan sedangkan Zein terus menerus memastikan semua itu bukan hal kebetulan!


ikutin terus ya cerita Ruii..


terimakasih 🤗

__ADS_1


__ADS_2