
"Setibanya di tempat kerja, Ruii tampak heran semua mata seakan sedang melihat ke arah nya banyak tatapan menjijikan, kesal dan binggung, Ruii tidak mempedulikan semua nya karena tetap dengan pendirian nya sejak awal akan segera mengakhiri Traning nya sebagai Office Girl di kantor ALVARO GROUP "
"Tok.. Tok.. Tok.. permisi Tuan Jay (Ruii kini memberanikan diri untuk menyelesaikan masalah nya dengan Tuan Muda Zein)"
"Ya masuk, silahkan duduk (Jay sedang sibuk dengan semua Arsip yang ada di atas mejanya)"
"Terimakasih Tuan" (Ruii menunggu Jay sedari tadi sibuk dengan Arsip nya)
"Ehemmm.. ternyata Anda, apa lagi yang ingin di bahas dan di bicarakan Nona Ruiinsya" (Jay kini dalam kondisi serius)
"Saya mau tanya kepastian untuk mengenai Resign yang sudah saya ajukan kepada ibu Nella seperti yang saya bicarakan semalam saat di rumah sakit apakah sudah bisa di ACC Tuan? (Ruii memperjelas maksudnya)"
"Siapa yang mengizinkan Anda Resign dari sini! (Tuan Zein seketika masuk dengan wajah tidak ramah ke ruangan Jay dan sebelum nya memang sudah di beritahu sama Jay bahwa ada Ruii di ruangan nya)"
**Sebelumnya (Jay menghubungi Tuan Muda Zein lewat earphone)
"Maaf Tuan saya mau memberitahukan kepada Tuan bahwa ada Ruii sedang berada diruangan saya saat ini"
"Tahan dia disana Jay tunggu sampai saya tiba setelah itu biarkan saja saya dan Ruii bicara berdua"
"Baik Tuan saya mengerti"
**Kembali ke pembicaraan di ruangan Jaysen
"Ruii berdiri dari tempat duduknya memberikan hormat dengan sedikit menundukkan kepala"
"Ehem.. Tuan Muda saya permisi untuk pergi mengecek ke bagian produksi" (Jay pun pamit untuk keluar dari ruangan nya dan membiarkan Tuan Muda Zein dan Ruii di dalam ruangan Jay)"
"Kalau begitu saya juga permisi Tuan (Ruii ingin pergi keluar menghindari Tuan Muda Zein)"
"Silahkan saja, selangkah saja kaki Anda keluar dari ruangan ini saya pastikan keluarga ibu Rina tidak akan bisa untuk tetap tinggal di rumahnya seperti biasa tidak ada ruang mereka berada di kota X maupun di kota S" (Zein dengan arogan nya mencoba mengancam Ruii dengan nama ibu Rina)
"Hem.. bisa nya cuma mengancam, membentak, dan bersikap seakan akan paling ditakuti dunia (Ruii bukannya malah takut tapi justru balik membalas Tuan Muda Zein)"
"Anda pikir saya main main dengan apa yang saya katakan tadi, apakah Anda belum mendengar seperti apa cerita sebenarnya yang sudah Anda dapat dari ibu Rina?"
"Jika Tuan ada masalah dengan saya tidak perlu Tuan melibatkan siapa pun ingat tidak SIAPA PUN untuk mempengaruhi saya karena apa? karena itu bakal sia sia" (Ruii dengan yakin nya bersikap tegas di hadapan Zein)
__ADS_1
"Ternyata benar benar tangguh keadaan mental dan pikiran nya (Zein berbisik dalam hatinya)"
"Apakah kamu setega itu membiarkan ibu Rina sekeluarga menanggung dari kesalahan ke egois an diri kamu, mereka yang sudah mengizinkan kamu untuk tetap tinggal hidup bersama sama dengan keluarga ibu Rina sekarang kamu mudah sekali bicara seperti itu seakan akan tidak peduli terhadap ke gelisahan mereka" (Zein tampak menuduh Ruii bersikap kejam terhadap keluarga ibu Rina)
"Seharusnya pertanyaan itu berbalik kepada Anda wahai Tuan Muda terhormat, apa kalian nggak ada cara lain untuk memperluas lahan taman nyatanya sudah tahu bahwa disana sudah banyak rumah kenapa kalian harus mengambil sasaran lokasi di tempat itu, kalau bukan ada niat lain benar seperti itu Tuan Muda Zein Eito ALVARO " (Ruii kini sudah di ambang membenci berlebih terhadap Eito)
"Itu bukan urusan Anda, semua lahan yang ada disana sudah di beli tuntas sama ALVARO GROUP siapapun tidak akan bisa menolak tawaran besar dari kami, jika tidak percaya tanyakan langsung kepada ibu Rina beserta keluarga" (Eito coba bersikap sinis)
"kriiing.. kriiing.. suara telphone milik Tuan Zein berdering ada seseorang menelphone entah apa yang di bicarakan oleh mereka yang sedari tadi Tuan Zein menatap ke arah Ruii yang hanya bisa berdiri di sudut ruangan Jay"
"Tuan saya mau melaporkan untuk semua yang tinggal berdekatan dengan taman, sekarang mereka mengungsi di pemukiman yang sudah disiapkan sebelumnya karena tidak semua yang tinggal disana bisa menerima kondisi lapangan padahal ini sudah lama di berikan pemahaman kepada mereka tapi tidak ada tanggapan" (suara Operator struktur bangunan taman sedang memberikan laporan)
"Baiklah terimakasih atas informasinya (Zein pun mematikan sumber suara tersebut)"
"Apa sebenarnya tujuan Tuan menghambat saya dalam segala hal, apa ada dendam dikehidupan sebelumnya sehingga Tuan bersikap seperti ini! (Ruii terduduk lemas setelah mendengar berita mengenai ibu Rina walau mereka bukan kluarga inti tapi mereka adalah keluarga Ruii satu satu yang dimiliki Ruii saat ini yang baik kepadanya )"
"Yang Anda maksud menghambat itu siapa, saya? Hmmmm.. bahkan saya ingin mengangkat Anda dari keterpurukan tapi Anda terlalu berspekulasi lebih tentang saya.. coba lihat sisi baiknya dari semua kejadian ini" (Tuan Zein mempertegas)
" Hmmmm... (Ruii menarik nafas dengan kasar) Jika memang yang menjadikan permasalahan semuanya ini adalah saya biarlah saya sendiri menanggungnya Tuan dan saya memohon kepada Tuan secara pribadi agar Tuan bisa berbaik hati kepada mereka, tolong jangan libatkan mereka dalam kemarahan Anda terhadap saya" (Ruii pun tertunduk di hadapan Tuan Muda Zein)
"Apa yang Tuan harapkan dari semua yang Tuan lakukan semua ini kepada saya terhadap orang orang di sekitar saya (suara Ruii mulai melemah terdengar bergetar pasrah seketika mendengar keadaan keluarga ibu Rina terancam karena tempat tinggal nya di hancurkan).. Tuan Muda Zein saya katakan sekali lagi kepada Tuan Muda bahwa semua ini tidak akan berdampak keuntung an bagi Tuan" (Ruii tak bisa menahan air mata turun di hadapan Tuan Muda Zein)
"SIAPA YANG MENGIZINKAN KAMU MEMOHON DAN MENANGIS SEPERTI INI DI DEPAN SAYA!! (Zein marah sejadi jadi nya)"
"Ruii tersentak mendengar teriakan Tuan Muda Zein tapi tak menaikkan egonya Ruii untuk bisa melawan amarah Tuan Muda Zein saat ini, yang bisa dilakukan Ruii hanya duduk tertunduk di hadapan di depan kursi roda nya Tuan Muda Zein tanpa sepatah katapun dengan sekuat hati nya untuk menahan air mata nya turun"
"BERDIRI! " (Tuan Muda Zein meminta Ruii untuk berdiri tapi tak juga di hiraukan oleh Ruii atas titahnya)
"Biarkan saya seperti ini sampai Amarah Tuan bisa mereda agar saya bisa menebus ke egoisan sikap saya terhadap Tuan Muda Zein"
"Saya katakan sekali lagi Ruii, berdirilah.. saya sudah meredakan amarah saya, jangan sampai perkataan ini berulang lagi bahkan lebih dari yang tidak pernah kamu duga" (Suara Tuan Muda Zein melemah dan lebih lembut dari sebelumnya)
"..(Ruii pun berdiri dengan keadaan kaki yang seakan kaku karena lama tertekuk) ..
"Jika tidak ada lagi yang ingin kamu katakan, lebih baik kamu pergi bekerja menyelesaikan tugas mu sebagai karyawan Traning agar bisa secepatnya di angkat sebagai karyawan tetap disini. Buang niat mu jauh jauh untuk Resign apa lagi untuk pergi dari sini! (Zein menginggat kan sikap Ruii yang selalu ingin Resign)
"Bagaiman saya bisa menetap sedangkan tempat tinggal kami di hancurkan, Tuan Muda Zein yang terhormat Tuan tidak bisa menahan seseorang atas dasar kekuasaan atau kepunyaan Tuan, cukup sekali saja Tuan menahan saya saat di rumah sakit layaknya seperti tahanan semalam.. Hemmm... Dan Tuan Muda sudah masuk tanpa izin di kamar wanita yang bukan muhrim Anda, dipikir Tuan saya tak akan menyadari keberadaan Tuan saat itu, bahkan apa yang Tuan katakan saat itu pun masih terekam jelas di pikiran saya..
__ADS_1
".. Tuan Zein terdiam dan terperangah ketika ia mendengar perkataan Ruii.."
"Tuan disini milik kuasa tapi tidak didepan Tuhan saya, permisi Tuan Muda Zein terhormat (Ruii pun pergi dengan jalan tertatih dengan mata terbendung air mata)"
"BERHENTI RUII! saya akan mempertimbangkan keadaan keluarga ibu Rina tapi dengan syarat..! (Tuan Zein tidak bisa membiarkan Ruii pergi tuk keadaan kecewa seperti yang sudah sudah)"
"Kenapa harus dengan syarat Tuan?" (Ruii coba menghentikan langkah nya tanpa berbalik melihat ke arah Tuan Muda Zein)
"Apakah kita perlu memperpanjang masalah ini, ingat keluarga ibu Rina sedang menunggu apa keputusan dari mu saat ini"
"Syarat seperti apa yang harus saya bayar Tuan apakah itu dengan harga diri saya?" (Ruii yang tampak pasrah dengan keadaan nya sekarang)
"Tampak nya Anda faham arah pembicaraan kita, tapi sayang nya Tuhan tidak mengajarkan saya berbuat kotor dengan dosa seperti itu" (Tuan Zein menyeringai kan senyumnya)
"Lalu apa yang Tuan inginkan dari saya yang tidak memiliki apapun dan hanya ada harga diri serta kehormatan diri yang masih ada yang masih terjaga jika pun itu bisa menembus atas kebaikan keluarga seorang ibu Rina terhadap saya mungkin itu jalan satu satunya yang bisa saya pertaruhkan kepada Anda Tuan Muda Zein (Dan air mata Ruii pun deras mengalir dengan rasa sakit tertahan di dalam hati nya sangat di sayangkan kenapa kehidupan Ruii harus miris seperti ini)"
"MENIKAHLAH DENGAN SAYA RUII! (Tuan Muda Zein berkata tegas dengan tulus)
"Tuan sudah mengaduk aduk kehidupan saya dan sekarang Tuan semudah itu berbicara tentang pernikahan, APA YANG SEBENARNYA ANDA MAU SAMA DIRI SAYA INI TUAN.. Aaarrggghhh.. (Ruii terduduk lemas serta menangis makin keras)"
"Andai kamu bisa bersikap tenang dan menyadari dengan cepat mungkin saya tidak akan sampai berbuat sejauh ini"
"Memang saya ini siapa Tuan yang begitu dengan mudahnya membicarakan perasaan dan sekarang jelas jelas dia orang terhormat di kota besar sedangkan saya orang kampung sebatang kara mencoba mengadu nasib hidup di rantauan segitu percaya diri nya saya harus mengakui kalau orang yang sering saya temui di taman saat itu menaruh perasaan yang sama.. bukankah itu sikap yang sangat sangat Egois Tuan, bahkan seperti apa ke adaanya sekarang tidak pernah terdengar lagi, tahukah Anda Tuan saat saat itulah saya merasa hidup ini tidak berasa sendiri setelah saya di tinggalkan oleh ayah dan ibu! (Ruii tersenyum perih dihadapan Tuan Muda Zein)"
"..Sekarang giliranTuan Zein yang beralih mata nya seperti berkaca kaca seketika mendengar pernyataan Ruii mengenai Eito tidak lain dan tidak bukan Tuan Muda Zein itu sendiri, ia pun memalingkan wajahnya agar tak disadari oleh Ruii.."
...****************...
Tolong bantu saran dan kritik nya ya teman teman semua nya 🤗
KARYA itu adalah HARTA dari hasil kotak pikiran kita sendiri tapi tak akan ada artinya jika kita hanya berkutat dalam satu pikiran kita sendiri semua perlu ada interaksi agar karya itu menjadi sesuatu HARTA KARUN yang bersejarah
semoga karya karya kita semua di nikmati pembaca sebagai bahan dakwah, syiar atau mengarah kepada kebaikan bukan sekedar susunan tulisan setelah lelah membaca dan habis episode tertinggal begitu saja tanpa membekas dari hasil yang kita baca ataupun yang autor tulis
terimakasih yang sudah like, coment dan juga vote semoga kebaikan anda berbalik lebih ke pada anda semua
salam silaturahmi semua nya 🤗🤗🤗
__ADS_1