
*Ruii dan Reno pun telah selesai makan siang, dan Ruii kembali menyelesaikan pekerjaan nya sedangkan Reno kembali ke ruangan kerja nya tapi tak lama Reno pun mendapat panggilan ke ruang utama CEO.. waduh kira kira kenapa yaa
"Permisi Pak, tadi ada panggilan dari Tuan Jay untuk segera ke ruangan utama CEO menghadap Tuan Zein " (Asisten Reno bernama July menyam paikan pesan)
"Serius kamu? memang ada masalah apa yaaa, seingat saya pemasaran untuk bulan ini gak ada kendala, tapi kenapa CEO memanggil saya (Reno berpikir keras)"
"Menurut saya, lebih baik Pak Reno temui dahulu CEO takut nya malah lebih rumit dari yang kita pikirkan (July menyarankan)"
"Benar juga kata kamu, baik lah do'a kan semoga gak ada masalah yang lebih serius ya Ly"
(Reno pun Beranjak pergi menuju ruangan CEO)
"Semangat pak (menundukkan kepala nya menan dakan rasa hormat nya kepada atasan)"
*
*
*
"diruangan Lain tepatnya di ruangan OG di depan Loker masing masing tampak Nia menunggu Ruii masuk ke ruangan dan tak lama Ruii pun tiba menampakkan wajah nya"
"Ruii.. hari ini kamu langsung pulang atau masih ada kerjaan tambahan?" (Nia memastikan)
"Sepertinya hari ini saya harus langsung pulang aja deh Nia, gak tau tiba tiba badan saya kok rasa nya gak enak.. padahal pekerjaan nya sama seperti hari hari biasa tapi kenapa hari ini rasa nya capek banget yaaa (Ruii bergumam ke Nia)"
"Istirahat aja Ruii, minta izin satu hari sama ka Lena.. Nia yakin pasti di boleh in kok sama senior ketimbang kamu paksakan kerja malah bisa jadi masalah, ya gak.. (Nia menyarankan)"
__ADS_1
"Memang boleh? secara Ruii kan OG Traning Nia, bukan nya terlalu berlebihan jika saya minta izin ke kak Lena, apa lagi akhir akhir ini saya dikira sering cari cari masalah di kantor ini" (Ruii ter tunduk lesu)
"Nanti Nia bantuin kamu bicara ke kak Lena ya, kamu harus sabar pekerjaan seperti kita kita ini perlu banyak sabar dan ikhlas di samping itu pula harus butuh kesehatan yang optimal jika salah salah kamu akan ambruk sebelum di terima kerja (Nia menasihati Ruii dengan sikap tegas)"
"Akan saya pertimbangkan maksud baik kamu Nia, terimakasih ya sudah jadi sahabat baik Ruii (memeluk Nia dengan lembut)"
*
*
*
"Permisi Tuan .. (Tampak Reno membuka pintu ruangan utama milik CEO)"
"Masuk, silahkan duduk pak Reno (Jay mengarah kan Reno untuk duduk di posisi menghadap Tuan Zein)"
"Terimakasih Tuan Jay, selamat siang Tuan Zein"
"Benar Tuan (sedikit menundukkan kepalanya)"
"Ada yang ingin saya tanyakan kepada Anda pak Reno, apakah kebiasaan anda makan siang harus di temani oleh seseorang karena saya baru saja mendapat laporan bahwa Anda sering mengajak karyawan lain khusus nya wanita untuk makan bersama Anda, apakah betul seperti itu?" (kali ini Tuan Zein menatap Reno dengan tatapan kesal)"
"Kalau ini masalah makan siang tadi benar saya baru saja mengajak seorang OG makan bareng Tuan karena saat saya berpapasan dengan OG itu tampak Lemas dan tidak memungkinkan dia melakukan pekerjaan nya jadi saya ajak saja OG itu untuk ikut saya ke kantin kebetulan saya juga belum istirahat makan siang, kurang lebih seperti itu Tuan .. jika pun untuk laporan saya sering mengajak Karyawan lain makan siang itu benar Tuan tapi kalau khusus wanita baru hari ini saya makan siang dengan karyawan OG Tuan"
"Ternyata Tuan Zein berprasangka buruk kepada Reno tapi nampak nya ini bukan sekedar teguran biasa, gak mungkin Tuan Zein sedang cemburu? (Gak gak mungkin ini hanya pikiran saya saja, Jay bergumam sambil menggeleng geleng kan kepalanya)"
"(Kelakuan Jay terbaca oleh Tuan Zein) .. Tuan Jay, Anda kenapa? .. apakah ada sanggahan dari penjelasan dari Pak Reno?"
__ADS_1
"Hmmm.. apakah Anda seorang pria yang sudah menikah?" (Jay pun spontan bertanya seperti itu)
"Tampak Tuan Zein pun terperangah mendengar pertanyaan yang di lontarkan Jay"
"Kebetulan saat ini saya belum menikah bisa di bilang masih lajang Tuan, dan sekarang sedang mencari calon istri sebagai pendamping hidup. (Reno pun dengan santai menjawab apa yang di tanyakan oleh Tuan Jay)
"Apakah Anda sudah menemukan nya dan apakah menurut Anda OFFICE Girl yang baru saja Anda ajak makan tadi masuk kriteria Anda?" (Jay seakan mendikte pikiran Reno yang tanpa sadar membuat Tuan Zein meradang menahan kesal)"
"Hmmm.. bisa di bilang seperti itu Tuan, tapi jika di lihat lihat OG Traning itu anak baik baik Tuan padahal saya baru saja bertemu dengan OG itu baru dua kali tapi kesan nya seperti sudah lama kenal dan anak nya juga sopan tidak mau kontak langsung dengan pria sering sekali menunduk kan pandangan nya.. jika pun berjodoh saya siap menjadikan nya istri (Reno pun terbawa kondisi jadi tampak curhat) .. Aduh maaf Tuan Zein dan Tuan Jay saya jadi kebawa suasana (Reno pun terlihat malu setelah menyampaikan nya)"
"Jay pun hanya bisa senyam senyum melihat reaksi Tuan Zein yang tampak kesal mendengar perkataan Reno seakan memuji Ruii di hadapan nya"
"Ehemmm.. sudah pak Reno Curhatnya? (Zein pun angkat bicara).. saya memanggil Anda kesini bukan untuk mendengarkan curhatan Anda tadi, dan saya sarankan ke pada Anda agar bisa kubur jauh jauh harapan untuk bisa beristrikan wanita seperti itu (Zein mengernyitkan keningnya)"
"Memang nya kenapa ya Tuan? (Belum sempat Reno menyelesaikan perkataan nya, ia di pinta Jay untuk meninggalkan ruangan Utama CEO)
"Maaf pak Reno keberadaan Anda disini tampak nya tidak di perlukan lagi, silahkan lanjutkan pekerjaan Anda.. ingat jangan sentuh atau kontak langsung dengan OG yang Anda cerita kan tadi jika ingin pekerjaan Anda baik baik saja disini, saya saran kan lebih baik cari kandidat istri yang Lain saja yang pas untuk Anda (Jay memperjelas maksud Tuan Zein)"
"Baik Tuan Jay, terimakasih atas sarannya.. kalau begitu saya mohon izin untuk kembali ke ruangan saya tuk melanjutkan pekerjaan saya, Permisi Tuan Zein, mohon maaf jika ada salah bicara selama dalam obrolan tadi .. saya izin undur diri Tuan.. Permisi (Sedikit menundukkan kepalanya dan keluar ruangan CEO)"
"Seketika Zein melempar kan pulpen ke arah Jay, SIAL Kamu Jay, maksud nya apa bicara seperti itu ke dia biar terkesan membela saya, seperti itu? .. tanpa kamu bertanya seperti itu pun sudah saya pastikan dia gak bakal bisa bertemu lagi dengan Ruii, Faham! (Zein tampak Melirik Jay dengan tatapan membunuh tapi Jay hanya dengan sikap santai nya menahan tawa melihat sikap Cemburu Tuan Zein nya)"
"Jika saya tidak menghentikan dia bicara, saya rasa Tuan bisa memecatnya hari ini tanpa alasan benar begitu Tuan? karena tampak jelas sekali dari sikap Tuan bahwa Tuan Zein sedang dilanda Cemburu buta dengan kedekatan Reno dan Ruii, jika memang mereka benar benar berjodoh bagai mana Tuan?" (Jay meledek Tuannya yang tampak kesal dan sedang di landa Cemburu buta kepada Ruii)"
"Saya pastikan semua itu tidak akan pernah ter jadi dan Asisten Pribadi saya yang bernama Jay akan segera saya utus untuk membuat surat Resign secepat nya, bagaimana Tuan Jay apakah Anda faham dengan kesepakatan saya ini?"
"Maaf.. Maaf Tuan saya hanya salah bicara,Tuan jangan menganggap nya serius.. (Jay awal nya tampak ngeledek sekarang beralih gugup karena mendengar ancaman dari Tuan Zein)"
__ADS_1
"Emmm.. baru juga di gertak seperti itu sudah seperti orang kehabisan oksigen.. balik sana ke ruangan kamu sendiri, kembali bekerja jangan makan gaji buta, saya mau istirahat dulu. ingat jangan lupa pantau terus aktivitas Ruii. Hari ini saya mau lihat langsung apakah Ruii masih setia menunggu di taman itu" (Zein menginggat taman tempat biasa Ruii dan Eito bertemu)
...****************...