HANYA RINDU

HANYA RINDU
Bab. 41


__ADS_3

"Terlihat dari kejauhan Jaysen dan Adelia telah menunggu Tuan Muda Zein dan Nona Ruii di depan Pintu Mobil untuk pergi menuju bandara milik pribadi keluarga ALVARO GROUP"


"Siang Tuan, Nona" sapa Jaysen kepada Tuan Muda Zein dan Ruii sembari membukakan pintu mobil


"Siang juga Tuan Jay" sahut Ruii


"Em.. sayang cukup panggil nya Jaysen atau Jay" tegas Zein ke istri nya


"Iya Nona cukup panggil saya dengan Jay saja" seru Jaysen


"Adelia pun hanya bisa senyam senyum melihat sikap polos Nona Ruii nya terhadap Jaysen"


"Ssttt.. nggak perlu senyam senyum gitu bilang aja kamu lagi ngeledek saya kan" kesal Jaysen kepada Adelia dengan berbisik


"Maaf Mas, Ruii belum terbiasa" bisik Ruii


"Hmmm.. Jay, Apakah semua nya sudah siap?" tegas Zein dalam posisi semua sudah berada di dalam satu mobil


"Semua sudah siap Tuan, perlengkapan yang jadi kebutuhan selama perjalanan Tuan dan Nona sudah di persiapkan"


"Ingat Jay selama saya tidak ada di kota S semua kepentingan perusahaan di percayakan semua nya kepada kamu, jadi lakukanlah semua nya sebaik mungkin sampai saya kembali" Tuan Zein menginggat kan tugas penting Jaysen


"Siap Tuan, saya mengerti" tegas Jay


"Dan kamu Adelia tetap lah menjadi tim rahasia perusahaan, tugas mu tidak perlu stay di dalam kantor teruskan pekerjaan mu yang mantau dari jarak jauh" tegas Zein sambil melirik ke arah Ruii karena Zein menyadari bagaimana Ruii seorang wanita yang memiliki pemikiran cerdas Zein membaca tatapan Ruii bahwa Adelia sudah lama mengetahui siapa Ruii dan bagaimana suami nya merencanakan semua itu dengan begitu rapi


"Kenapa Mas, apakah ada yang salah dengan sikap saya" bisik Ruii ke Zein sambil menunduk kan sedikit pandangan nya


"Nggak ada.. Zein sambil menggelengkan kepala nya seraya tersenyum"


"Mobil yang di kendarai oleh Jaysen bersama Adelia beserta Tuan Zein dan Nona Ruii melaju dengan cepat tapi dalam tempo tenang"


*


*


*


"Tidak perlu waktu terlalu lama, Tuan Zein dan Ruii kini sudah berada di bandara ALVARO untuk naik ke pesawat pribadi milik Zein menuju kota Q yang sebenarnya akan mampir ke bagian kota kecil tempat Ruii pernah tinggal bersam Ibu dan Ayah nya saat sebelum Ruii pergi merantau ke kota besar "


"Nona selamat bersenang-senang, semoga Nona dan Tuan selamat sampai tujuan" pesan Adelia ke Ruii


"Terimakasih Adelia, sampai ketemu lagi ya" sahut Ruii sembari melempar senyum manis nya ke Adelia


"Jay, Adel.. saya titip semua nya.. saya harap selalu mendapat kabar baik dari kalian"


"Tuan tidak perlu khawatir masalah disini, Tuan dan Nona fokus saja sama Honeymoon nya" tegas Jaysen ke Tuan Zein


"Sudah bisa ngeledek kamu Jay, untung nya hari ini hari bahagia saya kalau nggak sudah saya kasih lembur full buat kamu" ancam Tuan Zein ke Jaysen


"Maaf Tuan bukan maksud lancang" seru Jaysen dengan nada bergetar

__ADS_1


"Tampak Adelia pun tak kalah gugup nya seperti Jay terlihat wajah Adel tertunduk seakan takut menatap wajah Tuan muda Zein"


"Sudah Mas jangan keterlaluan, lihat Jay sama Adel jadi gugup seperti itu" bisik Ruii ke Zein


"Sudah sudah.. saya hanya bercanda, kalau begitu kami pamit pergi dulu" seru Tuan Muda Zein kepada Jaysen dan Adelia


"Semoga perjalanan nya menyenangkan Tuan dan Nona" Ucap Adelia dan Jaysen secara bersamaan


"Tuan Muda Zein dan Nona Ruii sedang bersiap di dalam pesawat yang sebentar lagi lepas landas"


*


*


*


"Tampak Ruii yang sangat gugup dan sedikit gemetar karena ini kali pertama Ruii naik pesawat transportasi udara bahkan ini secara pribadi pula milik suami nya"


"MasyaAllah, lihat ibu ternyata Ruii bisa naik pesawat" bisik lirih Ruii dalam hati nya dengan mata sedikit berkaca kaca


"Heiii.. sayang, kamu nggak kenapa napa kan?" tanya Zein dengan nada lembutnya yang tampak khawatir terhadap ekspresi Ruii isitrinya yang terlihat gugup dan gemetar


"Ng-Nggak kok Mas, nggak kenapa napa" tegas Ruii sembari menghapus mata nya yang sudah hampir meneteskan air mata


"Kamu nangis? Zein pun tanpa basa basi memeluk tubuh Ruii yang sedikit gemetar dan gugup"


"Sayang jangan takut ya, perjalanan nya nggak lama kok, Mas pasti jaga in jadi jangan gugup lagi ya" tegas Zein kepada isitrinya


"Sayang dengerin Mas, hari ini hari bahagia kita jadi jangan pikirin hal yang buat sedih! Ayo senyum.. " ledek Zein


"Ruii pun tersenyum dengan wajah tertunduk malu terlihat pipi nya sedikit me-merah"


"I Love You" bisik Zein dengan lembut ke telinga Ruii hingga makin buat Ruii merasa malu dan salah tingkah


"I Love you too Mas" jawab Ruii dengan tersipu malu dan berbisik


"Tuan muda Zein dan Ruii duduk diam di dalam pesawat hanya itu yang bisa dilakukan ke dua nya karena kondisi Ruii yang belum terbiasa di dalam pesawat jadi Tuan muda Zein berinisiatif untuk menggenggam tangan lembut milik isitrinya agar gugup nya hilang "


"Sabar ya, sebentar lagi kita sampai" seru Zein ke Ruii


"Iya Mas" sahut Ruii sembari menggagukan kepala nya


*


*


*


"Akhirnya pesawat yang Tuan Muda Zein dan Ruii naiki telah mendarat dengan baik di kota Q dan tidak perlu berlama lama Tuan Muda Zein pun membawa Ruii menuju Apartemen yang sudah di siapkan sebelumnya oleh Jaysen dan Adelia"


"Mas, apakah kita sudah sampai?" gumam Ruii

__ADS_1


"Heem.. kita langsung ke Apartemen saja disana kamu bisa beristirahat" tegas Zein dengan lembut


"Iya Mas tapi kenapa cuma Ruii yang harus istirahat, terus Mas nggak mau istirahat juga gitu" ledek Ruii dengan manja


"Mas mau ngabari Mami sama Papi dulu sayang, takut nya mereka khawatir nunggu kabar dari kita, setelah itu Mas nyusul ke Apartemen buat istirahat bareng" titah Zein


"Baik Mas" tutur Ruii


"Nggak perlu binggung nanti ada pelayan yang mengantar, mereka semua sudah terlatih secara pribadi yang lebih penting mereka semua orang orang dibawah perintah kita" tegas Zein ke Ruii agar ia tidak merasa takut atau pun canggung


"Terimakasih Mas" seraya Ruii melempar senyum manja nya di depan suami nya


"Jangan sering sering senyum di tempat umum, senyum nya istri Zein cuma milik Zein jadi senyum nya simpen aja nanti kalau sudah di Apartemen" bisik Zein yang sedikit meledek tapi dengan sikap tegas


"Mas, apa apa an sih.. senyum aja ada aturan" bisik Ruii yang hanya bisa geleng gelengkan kepala melihat tingkah suami nya yang BUCIN


"Dengan obrolan Zein dan Ruii yang panjang di dalam pesawat akhirnya mereka pun keluar dan turun dari pesawat, Ruii yang langsung pergi ke Apartemen sesuai arahan sang suami bersama pelayan serta pengawal yang tidak terlalu ketat sedangkan Zein tidak langsung ke Apartemen tapi hendak pergi ke suatu tempat yang sudah ia jadwal kan sebelumnya"


"Selamat Datang Tuan Muda Zein, Nona Ruii di Kota Q perkenalkan saya Amelia sebagai Asisten Pribadi Nona selama di sini dan mereka adalah pengawal pengawal profesional yang sudah terlatih" jelas Amelia ke Nona Ruii di depan Tuan Muda Zein


"Salam kenal Amelia, senang bertemu kalian semua disini" seru Ruii


"Terimakasih Nona" sahut ramah Amel beserta pengawal


"Mas, apakah Ruii langsung ke Apartemen" tanya Ruii ke Zein


"Heem.. lebih baik seperti itu, dan untuk kalian semua lakukan tugas kalian dengan baik jangan sampai saya mendengar hal hal yang tidak saya sukai, Faham semua nya" tegas dingin Zein ke semua yang ada di lokasi


"Siap Tuan, kami semua akan melakukan sebaik mungkin" seru Amelia


"Ehem.. tangan Tuan Muda Zein memberi kode ke semua pelayan serta pengawal disana untuk berbalik badan"


"Sayang, inget sampai di Apartemen langsung istirahat dan membersihkan diri.. Mas sudah siapkan semua keperluan kamu salah satu nya Handphone jika ada apa apa langsung hubungi Mas, mengerti (sambil mengelus pipi Ruii)" bisik Zein dengan lembut ke Ruii


"Terimakasih Mas" sahut Ruii


"Sekarang pergilah nanti secepatnya Mas nyusul balik ke Apartemen" titah Zein kepada Ruii


"Janji ya Mas secepatnya kembali" seru Ruii


"Iya Sayang, Mas Janji" tegas Zein sembari memberikan senyum kecil nya


"Ruii pamit ya Mas.. seru Ruii seraya mencium pucuk tangan suami nya dengan lembut"


"Zein pun mencium kening Ruii dengan lembut"


"Ehem.. waktu nya kalian bertugas" perintah Zein ke semua nya


"Siap Tuan.. kami segera laksanakan" tegas secara bersamaan


"Ruii pun pergi bersama Amelia dan sebagian pengawal untuk menuju Apartemen sedangkan Tuan Muda Zein bersama dua orang pengawal khusus Tuan Muda untuk mendampingi selama di kota Q"

__ADS_1


...****************...


__ADS_2