HANYA RINDU

HANYA RINDU
Bab. 21


__ADS_3

*Dirumah ibu Rina tempat Ruii tinggal, tampak Ruii sedang duduk diam di depan teras rumah entah apa yang sedang ia pikirkan sejak pulang dari kerja hingga kini Ruii hanya banyak diam tidak seperti biasa nya


"Nak, sedang apa kamu disini.. sudah sholat isya belum?(ibu Rina menghampiri Ruii dan bertanya)"


"Ibuuu.. belum buk, sebentar lagi.. hehehe (Ruii menyembunyikan rasa kesedihannya di hadapan ibu Rina)"


"Kenapa, Ruii sedang Rindu ya sama Almarhumah Ibu nya Ruii? (Ibu menatap raut wajah Ruii yang seperti menahan kesedihan nya)"


"Ruii hanya menggagukan kepala dan menoleh ke arah ibu Rina " (wajah Ruii sedang menahan air mata nya)


"Biasa nya, jika kita merindukan seseorang yang telah tiada berarti ada perasaan yang mendalam yang sulit untuk di jelaskan dan mengingat nya seketika ada rasa ke puasan dalam hati walau terkadang itu menyakitkan (ibu Rina mencoba menjadi teman cerita buat Ruii) jika kamu sulit melewati semua nya cobalah untuk berbagi siapa tau ibu bisa mengurangi sedikit kesedihan atau pun masalah yang sedang kamu lewati saat ini "


"Hmmm.. kadang Ruii gak mengira bisa melalui nya sampai sejauh ini buk, Ruii pikir tidak akan bisa melewati tanpa sosok ibu ternyata dikit demi sedikit Ruii bisa melalui nya buk walau ter kadang setiap jalan yang Ruii lalui itu adalah pecahan beling.. hiks hiks hiks.. (air mata Ruii pun jatuh dan mengalir sejadi jadi nya di depan ibu Rina dan seketika ibu Rina pun memeluk Ruii dengan rasa sayang layak nya seorang ibu buat Ruii)"


"Menangis lah nak jika memang air mata itu bisa membebaskan perasaan kamu saat ini, gak apa apa semua orang pasti melalui semua ini hanya saja dengan cara dan jalan yang berbeda (ibu Rina mengelus elus pundak Ruii)"


"Ruii beruntung bertemu kalian yang tulus ingin menerima Ruii yang sebatang kara ini, entah bagaimana Ruii harus membalas kebaikan kalian buk" (Ruii tertunduk sedih di hadapan ibu Rina)


"Sudah nak, bukan kah kita ini hidup untuk bisa saling membantu sesama mungkin Allah SWT jua menunjukkan jalan kita untuk saling bertemu, semua ini sudah rahasia Allah SWT dan tinggal kita bagaimana menyikapi serta menjalankan semua ini.. jadiin semua ini adalah amanah buat kita ya nak, siapa tau Allah SWT memudahkan semua nya yang menjadi do'a kita setiap hari di setiap do'a kita.." (ibu Rina memberikan nasihat yang memotivasi untuk berpikir positif)


"Terimakasih ibu (Ruii memeluk ibu Rina)"


"Sudah kan sedih nya, sekarang kita masuk yuk malam makin larut dan kamu juga belum sholat isya bukan.. sekarang kamu pergi ambil wudhu InshaAllah setelah sholat hati dan perasaan mu saat ini akan lebih tenang dan jangan lupa juga selalu sertakan do'a untuk ke dua orangtua ya"


"Ruii dan ibu Rina pun masuk ke dalam rumah, Ruii bersiap untuk melaksakan Sholat isya dan ibu Rina pergi ke kamar untuk beristirahat agar besok tidak kesiangan mau beraktivitas seperti biasanya"


*

__ADS_1


*


*


"Hari ini tak terasa sudah masuk bulan ke 2 Ruii menjadi pekerja Traning sebagai Office Girl diperusahaan ALVARO GROUP "


"Ruii yang hendak berangkat ke tempat kerja, di hentikan seketika oleh ibu Rina"


"Nak.. kamu sakit?.. semalam kamu tidak tidur? kok wajah kamu pucat seperti itu.. (Tampak ibu Rina khawatir dengan ke adaan Ruii di pagi ini)"


"Emmm, gak kenapa kenapa kok buk, Ruii tidur nyenyak semalam.. kan sudah cerita lama sama ibu" (melemparkan senyum)


"Gak usah senyam senyum seperti itu, nanti ada apa apa di jalan atau di tempat kerja terus siapa yang akan bantuin kamu.. minta izin dulu aja ya, hari ini gak usah kerja ibu benar benar khawatir nak (memegang ke dua pipi Ruii dan menyentuh kening Ruii tapi tidak terasa hangat hanya saja wajah nya yang tampak pucat)"


"Ruii lagi Haid buk, Ruii memang punya riwayat darah rendah jadi setiap datang bulan pasti gini jadi sudah biasa" (menggenggam tangan ibu)


"Benar ya.. nanti kalau di tempat kerja gak kuat minta izin sama atasan untuk pulang lebih awal, ngerti! " (ibu bersikap tegas)


"Wa'alaikumussalam.. (ibu Rina terpana melihat kegigihan Ruii untuk menjalani hidup nya dan menjadi motivasi buat ibu Rina berupaya sebagai orangtua yang baik buat Ruii)"


"Ruii pagi ini rencana nya ingin pergi ke tempat kerja menggunakan OJOL (Ojek Online) karena menginggat kondisi nya sedang tidak sehat tapi ia mengurungkan niat nya, ia lebih memilih pergi ke tempat kerja dengan jalan kaki seperti biasa nya, ia melintasi taman kota tapi tidak singgah untuk duduk dan berdiam diri sejenak di sana "


"Segitu membencinya kamu dengan tempat ini sampai melihat nya pun seperti hal yang buruk! (Eito sudah lebih dulu berada di taman itu)"


"Ruii terus saja melangkah tanpa menghiraukan perkataan Eito, dengan perasaan yang sulit tapi Ruii terus saja mengabaikan nya seakan-akan tidak mendengar apa apa"


"Jika kamu terus melangkah kan kaki mu berarti benar ada nya Hati kamu sedang kecewa kepada orang yang biasa bersama sama dengan mu di tempat ini yang sedang duduk di kursi roda ini"

__ADS_1


"Ruii pun menghentikan langkahnya ketika Eito mengatakan itu dengan lantang seakan semua itu benar adanya"


"Kenapa berhenti? teruskan saja langkah mu bukankah orang yang biasa kamu temuin sedang tidak ada di sini" (Eito mendekati Ruii )


"Tuan sudah terlalu banyak bicara, bukankah lebih baik diam dari pada menyampaikan ucapan yang membuat orang lain berpikir jauh dan bisa menimbulkan prasangka.. Maaf jika ucapan ini terlalu lancang.. Permisi " (Ruii menundukkan kepala nya dan lagi lagi pergi meninggalkan)


"Hemmmmm.. (Eito menarik napas panjang) terlalu lembut perasaan mu Ruii sampai untuk menyinggung mu pun gak mampu, Maafkan Eito (Eito bergumam dan berbisik menyaksikan Ruii pergi meninggalkan nya sendiri di taman itu)"


"Eito merasa menyesal telah bersikap egois terhadap Ruii, tujuan ia melakukan semata mata untuk melihat sikap Ruii sebenarnya ternyata Eito selalu gagal, dengan perasaan Ruii yang lembut, polos tanpa prasangka buruk dengan siapapun, dan itu yang membuat Eito semakin yakin untuk ketetapan yang telah ia pilih"


*


*


*


"Ditempat kerja, di ruangan Tuan Zein tampak Jay sedang mempersiapkan semua file yang akan di bawa di meja rapat perusahaan pagi ini, tak lama Tuan Zein pun tiba di ruangan Utama CEO"


"Selamat pagi Tuan (Jay membukakan pintu dan menyambut Tuan Zein)"


"Pagi.. Bagaimana dengan jadwal rapat hari ini apakah semua sudah di persiapan?" (Zein fokus dengan jadwal padat nya hari ini)


"Sudah Tuan, ini berkas beserta file file seperti yang Tuan minta, semua tersusun dengan rapi (Jay menunjukkan semua nya)"


"Baik lah kalau begitu.. Apakah jadwal rapat hari ini sudah di mulai?" (Zein menatap jam yang ada di tangan nya)


"Masih ada waktu 7 menit lagi Tuan, apakah kita ingin langsung ke ruangan?" (Jay memberikan saran kepada Tuan Zein)

__ADS_1


"Okay..(Tuan Zein pun pergi bersama Jay asisten pribadinya untuk menghadiri rapat pagi ini)"


...****************...


__ADS_2