
*Dalam Ruangan pribadinya tampak Zein berpikir panjang untuk merencanakan pertemuannya dengan Mami dan Papi nya Zein bersama Ruiinsya
"Hmmm.. atau aku telphone papi dulu biar semua nya bisa dipersiapkan lebih awal tapi bagaimana tanggapan mami apakah bisa menerima semua keputusan aku saat ini (Zein bergumam dalam pikiran nya sendiri)"
**Zein menelphone Papi
"Haiii pi.. "
"Ya Zein, kenapa?"
"Nanti malam Papi sama Mami sibuk gak?"
"Kalau papi sepertinya nggak, tapi belum tahu sama mami kamu.. ada apa Zein?"
"Zein mau ketemu papi sama mami"
"Biasa juga ketemu tiap hari Zein, memangnya ada hal penting?"
"Iya pi, tapi Zein belum yakin apakah papi sama mami bisa"
"Hei Hei Heiii jagoan nya papi kenapa jadi orang pesimis seperti ini hem"
"Karena menyangkut keputusan Zein, pi!"
"Keputusan, maksudnya?"
"Zein sudah memilih seseorang buat kehidupan dan masa depan Zein nanti nya pi"
"Istri maksud kamu?"
"I-iya pi" (seru Zein di dalam telphone suaranya seakan bergetar menyampaikan nya kepada papi nya)
"Jangan main main dengan pernikahan Zein, apa lagi hanya karena ketidak suka an kamu dengan pertunangan yang mami buat, lantas sembarang memilih pasangan" (tegas papi terhadap Zein)
__ADS_1
"Bagi Zein hanya dia pilihan terbaik buat hidup Zein nanti nya pi"
"Baik, bawa dia untuk bertemu Papi sama Mami apapun keputusan kamu papi nggak akan ikut campur tapi kamu harus ingat untuk masalah mami kamu juga perlu pikirkan perasaan mami nantinya seperti apa jangan pernah kamu lupa itu!"
"Iya pi, Zein sudah pertimbangkan dengan baik"
"Papi tunggu di hotel"
"Baik pi, terimakasih "
"Hem" (papi pun mematikan telphone nya terlebih dahulu)
**Kegiatan menelphone selesai
Tok
Tok
Tok
"Iya" (Zein sekejap merubah mood nya yang khwatir menjadi CEO yang tegas kembali)
"Jadwal terakhir hari ini masih ada 1 kali lagi itu ada Meeting di Kantor membahas produk baru yang di revisi ulang oleh bagian produksi"
"Jay.. bagaimana dengan asisten kamu apakah sudah kamu tugas kan untuk menemui Ruii buat pertemuan nanti malam?" (Zein tidak tertarik untuk membahas Meeting nya yang terpikir bagi nya adalah untuk pertemuannya dengan papi dan mami nya nanti malam)
"Hah, i-iya Tuan sudah saya perintahkan untuk menemui Ruii di ruang perawatan " (Jay nampak binggung dengan pengalihan Tuan Zein perihal Meeting tiba tiba menanyakan tentang Ruii)
"Hemmm.. segitu tak suka nya kamu sama Ruii? sampai sampai menyebut nama nya tampa kamu tambahkan kata di depan namanya" (Zein dengan mata tajam nya menatap asisten pribadi nya itu)
"Maaf Tuan, saya ceroboh.. maksudnya saya Nona Ruiinsya" (Jay membungkukan sedikit tubuhnya)
"Emmm.. ingat Jay nama yang baru saja kamu sebut tadi akan menjadi istri saya dan sekaligus jadi nyonya muda di perusahaan ini .. Apa faham Jaysen!" (Tegas Tuan Zein)
__ADS_1
"Faham Tuan muda" (Jay menundukkan kepala karena sudah ceroboh)
"Mmmm belum juga di mulai ceritanya sudah buat cerita sendiri" (Jayy bergumam sendiri di dalam hati nya terkesan ada rasa tak suka nya Jay terhadap Ruii)
"Untuk masalah Meeting yang terakhir ini biar ketua bagian produksi saja yang menyiapkan jika nanti semua sudah siap baru berkas dan laporannya kamu cek dulu semuanya baru nanti saya ACC, untuk sekarang ini saya mau fokus buat pertemuan nanti malem" (arahan Tuan Zein terhadap Jay selaku Asisten pribadinya.. Zein menyadari kebinggungan Jay dalam pembahasan kali ini)
"Iya Tuan, saya mengerti " (Jay tidak berani tuk banyak bicara mengenai kehidupan pribadi Tuan Muda Zein)
"O ya, bagaimana dengan perkembangan berita Untuk keluarganya ibu Rina apakah kamu sudah beritahukan perihal tempat tinggal baru mereka apakah semua sudah beres?" (Zein menginggat kan Jaysen)
"Semua sudah beres Tuan, untuk sementara ini mereka masih ingin menginap di rumah mereka Tuan tapi tidak saya izinkan karena tempat nya akan segera mungkin di hancurkan, ibu Rina tadi sempet berpesan mereka minta waktu sebentar untuk menunggu Ruii maksud saya Nona Ruii, agar bisa bertemu sebelum semuanya berakhir (karena setelah ini Ruii akan mengikuti apa yang sudah menjadi kesepakatan antara Ruii dan Zein untuk hidup bersama)
"Segera mungkin kirim laporan kepada saya agar semua nya cepat selesai dan bisa fokus untuk hal lain lagi"
"Siap Tuan, kalau begitu saya akan aegera utus kepala bagian produksi untuk hadir mewakilkan di acara Meeting kemudian saya akan mengecek semua persiapan yang akan Tuan Muda perlukan untuk pertemuan nanti malam.. kalau begitu saya izin permisi Tuan"
"Okay.." (Zein menyikapinya dengan santai)
*
*
*
bagaimana kelanjutan nya, terus pantengin cerita Ruii ya 🤗
...****************...
Terimakasih sudah mampir dan baca ceritanya
Afwan update nya slow karena lagi pura pura sibuk ngurusin dunia ðŸ¤
Semangat untuk semuanya 🤗🤗
__ADS_1