
"Keberangkatan Zein dan Ruii ke Q tujuan nya untuk Honeymoon padahal sebenarnya lebih mendasar tujuan Zein adalah agar jejak Ruii atas pernikahan mereka tidak terpublish dan tidak menimbulkan rumor besar antar dunia pembisnis salah satunya dengan keluarga Luis dan keluarga Oscar yang notabene nya saingan terbesar ALVARO GROUP"
Tok
Tok
Tok
"Mam ini Zein, izin kan Zein bicara sebentar Mi? bujuk Zein kepada Mami yang sedari tadi berdiam diri di dalam kamar masih memikirkan keputusan Zein untuk menikahi Ruii yang tidak tahu latar belakang keluarga nya sama sekali dan bagi nya ini hal yang tidak bisa Mami terima sama sekali"
"Hmmm.. masuk saja Zein, pintu nya nggak Mami kunci" Terlihat Mami sedang duduk diam sembari menonton Televisi entah siaran apa yang sedang Mami simak
"Mam.., (Zein mendekat ke arah Mami) sekali lagi Zein Minta Maaf ke Mami atas ke putusan yang buat Mami terlalu keras memikirkan semua ini, Zein kesini mau minta izin sekaligus mau pamit ke Mami" Zein menggenggam ke dua tangan Mami
"Kamu mau kemana Zein, dulu pergi ke kota S ini alih alih untuk belajar Mandiri dan belajar usaha terus bisa mendirikan perusahaan sendiri sampai menetap di kota S, okay Mami ngalah dan dengan segala bujukan Papi tapi melihat kondisi kamu ini rasa nya hati Mami terpukul Zein dan sekarang kamu tiba tiba mengambil keputusan Menikah terus ini mau pamit pergi, sampai kapan kamu buat Mami mu ini selalu khawatir seperti ini nak" Mami menatap lekat wajah Zein
"Mam.., dengarkan Zein. Zein pergi untuk cari tau kampung halaman tempat Ruii tinggal dan sekaligus Zein mau ke makam ke dua orangtua Ruii untuk meminta restu atas pernikahan kami ini Mi, tolong ngerti in Zein Mi sekarang anak Mami sudah dewasa yang punya tanggung jawab percaya lah Mi tempat Mami tidak akan terganti kan selalu ada di hati Zein" tegas Zein
"Baik, tapi setelah ini kamu harus kembali dan tinggal di kota X menetap di rumah Papi dan Mami bersama" jelas Mami
"InshaAllah Mi, untuk hal itu nanti Zein bicara kan dulu sama Ruii" elak Zein
"Hmmm.. kalau begitu tidak akan Mami izin kan kamu pergi kemana pun" ancam Mami pada Zein
"Hemmmm.. Zein menarik napas panjang untuk menetralkan sikap nya terhadap Mami"
"Terserah Mami mana baik nya, untuk sekarang Zein belum bisa ambil keputusan yang terpenting untuk Zein sekarang Hati Mami sudah baik baik saja" tegas Zein
"Berapa lama kamu dan istri mu akan pergi?" tanya Mami singkat
"Belum tahu Mi, satu pekan atau bahkan dalam waktu lama pastinya segera Zein kabarkan ke Mami Papi jika Zein ingin kembali" tegas Zein
"Emmm seperti itu, terus Papi sudah tahu kalau kamu ingin pergi?" tanya Mami jelas
"Sudah Mi, sebelum kesini pun Zein menemui Papi sama hal nya Zein lakukan ke Mami untuk minta izin dan pamit buat pergi" jelas Zein ke Mami
"Mam, ada satu hal lagi.." bujuk Zein
"Emmm.. kenapa Zein?"
"Mam, Zein mohon tolong izinkan istri Zein mau bertemu Mami dari tadi ia murung mikirin gimana cara nya agar bisa minta restu Mami langsung " tegas Zein
"Jangan terlalu jauh Zein, ingat Mami merestui atas dasar kamu anak Mami bukan karena dia istri kamu" cerca Mami terhadap Ruii
"Iya Mi, Zein ngerti tapi tolong untuk kali ini saja Mi agar kepergian kami selama di dalam perjalanan nanti tidak terjadi hal hal yang tidak di inginkan" rengek an Zein pada Mami
"Ok, untuk kali ini Mami izin kan tapi tidak untuk esok esok dan rengek kamu ini tidak akan bisa mengubah pikiran Mami terhadap istri mu Zein" tegas Mami
"Baik Mi, Zein jemput Ruii yang lagi menunggu di Ruang Tamu" jelas Zein
"tampak Zein keluar dari kamar Mami dan pergi untuk menemui Ruii menyampaikan izin untuk ketemu Mami"
__ADS_1
"Kreeek"
"Ruii.. sapa Zein terhadap istrinya tidak banyak hal untuk di rubah"
"Iya Mas.. sahut Ruii dengan lembut"
"Emm.. panggil apa tadi, adem bener dengarnya" ledek Zein
"Ruii pun tertunduk malu karena dapat ledekan dari suami nya"
"Sudah nggak usah malu gitu Mas juga seneng dengernya (Zein tersenyum kecil) Sekarang kita temui Mami" titah Zein
"Tapi, Mas.. bagaimana dengan Mami, Ruii nggak mau setelah lihat Ruii makin membuat Mood Mami jelek" ke khawatir an Ruii
"Nggak sayang, tadi Mas sudah bicara langsung sama Mami dan Mami izin kan, tunjukan kesan yang baik dengan ketulusan dan kepolosan yang ada di diri kamu siapa tahu Mami berbalik malah lebih sayang nya ke istri nya Zein dari pada anak nya sendiri" ledek Zein pada Ruii
"Nggak usah becanda Mas, gugup tauuu" wajah Ruii tiba tiba memerah padam karena malu
"Sini sini Mas peluk biar nggak gugup lagi" guyon Zein pada Ruii
"Apa an sih Mas kok malah ngajak bercanda gini, kapan nemuin Mami nya kalau terus terusan ledekan" celoteh Ruii
"Zein meraih tangan lembut Ruii dan menepuk tepuk pelan punggung tangan milik Ruii"
"Kita sama sama berjuang untuk meyakinkan Mami bahwa kamu satu satu nya buat Zein, yakin lah suatu saat Mami pasti mengerti dengan apa yang sudah jadi keputusan Mas atas pernikahan kita" tegas Zein
"Iya Mas " sahut Ruii dengan lembut
"Kreeek"
"Assalamu'alaikum" salam Ruii ke Mami dengan lembut
"Wa'alaikumussalam " jawab mami dengan cuek
"Zein genggam tangan Ruii dengan lembut agar Ruii tidak merasa gugup berbicara dengan Mami"
"Ruii pun mencoba mendekat ke Mami walau dikit dengan rasa gugup"
"Ma-mi.. Ruii.. Ruii minta maaf jika keberadaan Ruii buat kondisi Mami menjadi kurang baik, Ruii tidak bermaksud seperti itu Ruii tulus jalani ini sebagai istri buat Mas Eito" tutur Ruii sopan ke Mami dengan lembut
"Hemm.., saya melakukan semua ini karena Zein anak saya jadi jangan terlalu berlebihan" tegas Mami dingin
"Maaf kan Ruii jika sikap Ruii lancang ke Mami.. "
"Mami tolong maklumi sikap Ruii yang belum tahu bagaimana berbicara langsung sama Mami, Zein juga belum pintar mengajari Ruii bagaimana ber sikap ke Mami kedepannya Zein dan Ruii akan jaga sikap" tutur Zein pada Mami
"Sampai kapan kamu terus bela in dia di depan Mami" sinis Mami
"Maaf Mi, Ruii sekarang sudah jadi istri Zein jadi apapun kesalahan yang di lakukan istri Zein itu berarti kelalaian Zein sebagai suami"
"Mas izin kan Ruii yang bicara" tegas Ruii lembut
__ADS_1
"Maaf kan Mas ya"
"Ruii nggak apa apa kok" menunjukkan senyum manis nya
"Zein balik tersenyum ke sembari menggagukan kepala nya dengan pelan"
"Buruan nggak usah bertele tele pake nunjukin sok mesra kalian di depan Mami " kesal Mami
"Zein pun hanya senyam senyum melihat sikap Mami yang cemburu melihat kemesraan antara Zein dan Ruii"
"Ruii.. Em maksud nya Mas Eito dan Ruii, mohon izin sama Mami mau pamit pergi agar perjalanan kami berkah dan Ridho dari Allah SWT"
"Hmmm.. tadi suami kamu juga sudah bicara dan sepakat sepulang dari kepergian kalian, kalian harus tinggal di kota X untuk tinggal bersama sama Mami dan Papi" paksa Mami
"Untuk masalah itu Ruii ikut apa kata Mas Eito saja Mi" Ruii menundukkan kepala nya
"Baguslah , seharus nya memang seperti itu" tegas Mami dingin terhadap Ruii
"Sudah kalau kalian ingin pergi silahkan, ingat jaga Suami kamu Ruii dengan kondisi nya seperti itu mana bisa beraktifitas dengan leluasa"
"Baik Mami, InshaAllah Ruii akan ingat pesan Mami"
"Mami jangan buat malu Zein, seharus nya Zein yang jaga in Ruii kenapa justru Ruii yang harus jagain Zein, Mami ada ada aja" celoteh Zein
"Emmm.. terserah kalian saja lah"
"Mami" panggil Ruii lembut
"Ada apa lagi?" tegas Mami dingin
"Ruii minta izin cium tangan Mami"
"Zein tertunduk menahan perasaan nya melihat sikap lembut nan sopan nya Ruii kepada Mami"
"Hmmm, sembari memberikan tangan kanan Mami yang ingin di cium"
"Ruii pun mencium tangan Mami dengan hati dan perasaan yang bercampur aduk serta haru"
"Terimakasih Mami" dengan mata yang berkaca kaca Ruii menyampaikan perasaan nya
"Iya sama sama, ingat jaga kehatan kalian, jaga diri kalian kalau sudah sampai segera beri kabar" titah Mami
"Iya Mami sayang" Zein tersenyum haru melihat ke dua orang yang ia sayang bisa berdampingan walau pun belum se utuh nya
"Kami pergi Mi.. Wassalammu'alikum " ucap salam Zein pada Mami nya
"Wa'alaikumussalam " Mami hanya bisa menatap dari balik pintu
"Zein dan Ruii pun meninggalkan ruangan Mami dan segera melanjutkan rencana kepergian mereka yang sudah di persiapkan oleh asisten pribadi Zein yaitu Jaysen dan Adelia "
...****************...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...