HANYA RINDU

HANYA RINDU
Bab. 17


__ADS_3

*semua nya sudah berada di ruang utama Pribadi kantor ALVARO GROUP, baik Tuan besar ALVARO beserta istri maupun Teman mami dan anak nya mereka semua di dampingi oleh Tuan Jay selaku Asisten pribadi CEO yaitu Tuan Zein"


"Ruii yang sedari tadi menyiapkan minuman berupa juss pesanan Jen segera di hantar kan ke ruangan utama Pribadi milik ALVARO GROUP.. jika seandainya di ketahui oleh Tuan Jay atau pun Ibu Nella pasti Ruii tidak di izin kan untuk masuk ke ruangan tersebut, ini adalah perintah tamu Pribadi nya Tuan Besar ALVARO mau tak mau harus di kerjakan"


"Dan Jay yang tampak binggung dengan kehadir an Tuan besar ALVARO tiba tiba yang mana tanpa di hadiri Tuan Zein selaku CEO di kantor mereka sedang tidak ada di tempat sehingga menambah kecanggungan Jay untuk menghadapi Tuan nya itu"


"Ehemmm.. Jay, kenapa wajah kamu seakan tegang? Perusahaan ini baik baik saja kan atau lagi ada masalah besar di publik? (ketegangan Jay terbaca oleh Tuan besar)"


"OH.. jelas baik baik saja kok Tuan, bahkan makin berkembang di tangan Tuan Zein" (Jay meyakin kan Tuan besar)"


"Bagus kalau begituuu.. ngomong ngomong CEO kalian kemana, kenapa sampai jam segini belum juga di kantor?"


"Emmm .. itu Tuan .. Emmm.."


"Jangan bilang, CEO kalian ini sering gak masuk.. dia bilang semalam akan datang lebih awal.. kenapa jam segini belum juga nongolin muka nya "


*Seketika Zein pun masuk ke ruangan utama Pribadi nya dengan menggunakan kursi roda nya dan itu membuat keluarga nya tak terkecuali yang kata nya calon tunangan Zein yaitu Jen terperangga melihat ke adaan Zein nampak seperti orang Lumpuh"


"Papi terlalu mengkhawatirkan kondisi Zein (memberikan senyum ramah nya kepada Papi dan Mami nya di kondisi lain tampak Jay menarik napas lega melihat ke datangan Tuan Zein)"


"Papi.. Lihat Zein itu kenapa.. kok pakai kursi roda? (langsung berlari memeluk Zein) .. Nak kamu kenapa, your okay?


"I'm okay mam (membalas pelukan mami dengan hangat)"


"..Papi pun mendekat ke kursi Zein.. Heii jagoan, kaki kamu itu kenapa, begitu tak penting nya kami sebagai orang tua sampai sampai kamu gak kasih kabar hal sepenting ini (Papi mendikte Zein yang seakan baik baik saja)"


"Seorang CEO muda masak harus terus merengek karena hal apa pun bagaimana ingin menghadapi segala masalah perusahaan kalau sedikit sedikit bilang ke Tuan besar ALVARO.. (perkataan Zein memang suka suka nya dan sering ngeledek papi nya)"


"Heiii, jagoan papi kalau mau ngeledekin itu liat liat kondisi masak di depan teman mami dan Jen bicara seperti itu.. (papi berbisik di telinga Zein)


"disisi lain Jen seakan akan menatap dengan begitu menjijikan melihat kondisi Zein yang duduk di kursi roda, tampak bener bener laki laki Lumpuh, Jan bergumam di dalam hati nya "


"Ow.. ada tante ya .. sory sory kami biasa seperti ini gak suka formal formal ya pi ya mi.. heheh.. selamat datang tante dan anak nya siapa nama nya ..c(Zein mengulurkan tangan)"

__ADS_1


"Jennica Gabriella Luis, panggil aja Jen (tidak membalas uluran tangannya Zein)"


"Jen, kenapa seperti itu sama nak Zein gak enak kan di lihat calon besan.. maaf kan Jen ya nak Zein (senyum gak ramah)"


"Tente terlalu berlebihan ya pi, mana mau lah Jen sama Zein yang bisa nya duduk di kursi roda (Papi dan Mami Zein hanya diam saja), apa lagi anak tante yang perfect seperti itu.. (senyum sinis)"


"hehehe..syukur deh kalau kamu nyadar diri (Jan menjawab dengan jutek)"


Tok


Tok


Tok


"Maaf Permisi Tuan Tuan, mau izin memberikan pesanan Nona Jen.. (tampak Ruii masuk ke dalam ruangan utama membawa juss mangga tapi baik Ruii maupun Zein belum saling menyadari satu sama lain tapi Jay menyadari itu)"


"Siapa yang menyuruh kamu kesini? (Jay meng halangi posisi Tuan Zein nya agar tak terlihat)"


"Saya yang menyuruh dia untuk mengantar juss itu ke sini, memang masalah nya apa? dia kan OFFICE Girl disini.. sini sini cepetan,lama banget gak tau kalau orang lagi haus .. "


"Tuaaann..? (Ruii terdiam sejenak melihat Zein berada di depan nya)"


"Heiii.. OG buruan! (sedikit membentak)"


"Ma-maaf Nona, ini Juss mangga nya.. saya izin permisi Tuan Tuan dan nyonya nyonya (sambil melirik ke arah Zein dan Zein seakan tertunduk menghindari kontak mata dengan Ruii)"


"(..Ruii pun secepatnya melangkahkan kaki nya tuk keluar dari ruangan utama itu..) Gak gak.. gak mungkin itu Tuan Eito, Apa iya Tuan Eito itu anak dari Tuan besar atau hanya perasaan saya saja terlalu berlebihan mungkin mata saya yang salah lihat bukan nya masih banyak orang yang wajah nya serupa dan kondisi nya sama seperti Tuan Eito, yups bener..hanya pikiran saya saja .. Huuuh (membuang napas dengan kasar) .. Ruii pun melanjut kan pekerjaan nya"


*


*


*

__ADS_1


"Ehemmm.. Papi dan Mami apakah sudah merasa lapar? (mengalihkan perhatian Papi dan Maminya Zein agar tidak fokus ke Ruii si OFFICE Girl).. nanti Jay hubungi tim tuk mempersiap kan nya .. bukan begitu Tuan Jay (Zein memberi kan lirikan tajam ke Jay)"


"Benar Tuan dan Nyonya .. sudah sedari tadi di siap kan oleh Tim bagian Chef dan konsumsi di ruang makan agar segera untuk bisa menjemput Tuan dan Nyonya (Jay punengarahkan Tuan dan Nyonya Besar nya )"


"Baik lah kalau begitu, nanti kamu juga harus nyusul ya Zein, biar kita bisa makan bersama, Papi sama Mami sudah kangen sama kamu nak.. (mami menginggat kan)"


"Baik ma, Tapi Zein masih ada keperluan yang harus di selesaikan dan semua perlu di kerjakan sekarang juga, bukan kah seperti itu Tuan Jay"


"Nak Zein, tante dan Jen dulu an ya (Tampak Jen membuang muka setiap melihat Zein)"


"Papi, Mami dan Tante beserta Jen keluar ruang an utama pribadi itu .. dan terjadilah perdebatan antara Zein dan Jay"


"Aduuuhh.. bakal kena sembur gua hari ini, ckck perkara OG itu pasti (Jay bergumam sendiri)"


"Gak perlu mikir Luu Jay, kenapa bisa Ruii masuk ke ruangan ini HEH! bukan nya sudah saya ingat kan dari awal jangan sampai Office Girl Traning itu masuk ke ruangan pribadi saya, dan itu sudah terjadi!! (tampak wajah Zein marah besar)"


"Saya juga gak tau Tuan kalau kejadiannya bisa bakal seperti ini, Nona Jen lah yang menyuruh Office Girl itu secara langsung agar Office Girl itu sendiri yang menghantarkan Juss nya, dan saya juga gak menyangka Tuan Zein bakal balik secepat ini karena kalau dari pembicara an Tuan saat di tell phone bahwa Tuan tidak memberitahu kan saya sebelum nya (Jay menginggatkan)"


"Terdesak Jay, setelah pembicaraan kita di tell phone semalam, tak lama Papi memberi tahu kan saya bahwa besok pagi yaitu pagi hari ini akan datang berkunjung ke Kantor daaan posisi Papi saat menelphone itu, mereka sudah berada di hotel milik Mami, apakah sudah Faham Tuan Jay?


"Maaf Tuan, saya sudah mendesak Tuan Zein untuk menjelaskan" (menundukkan kepala nya)"


"Jadi sekarang apa rencana kamu, setelah dari kejadian tadi.. saya yakin Ruii lambat laun akan menanyakan masalah ini, dan ia akan memasti kan akan kebenaran dari semua ini.."


"Memang apa kaitan nya dengan Anda Tuan? (Jay tampak selalu di buat binggung oleh Tuan Zein)"


"Dia lah orang yang akan saya pilih menjadi pendamping buat hidup saya" (Zein pun pergi me ninggalkan Jay dengan rasa makin binggung)


...***************...


Jangan bosen bosen nungguin kelanjutan cerita nya ya..


terimakasih sudah mampir

__ADS_1


salam kenal semuanya 🤗🤗


__ADS_2