HANYA RINDU

HANYA RINDU
Bab. 32


__ADS_3

"Sekali lagi saya katakan MENIKAHLAH DENGAN KU RUII saya pastikan semua akan menjadi lebih baik lagi dan kita tidak perlu berjauhan untuk saling mengkhawatirkan satu sama lain" (Tuan Muda Zein mendekat ke arah Ruii yang terduduk lemas di sudut ruangan dengan wajah terpuruk nya ada rasa ingin lebih mendekat ke Ruii tapi ia tahu Ruii tidak menyukai sikap seperti itu)"


"Ini mustahil Tuan urungkan niat Tuan sekeras apa pun Tuan mengatakan nya dan sekuat apa pun Tuan berusaha tak akan menjadikan semua ini menjadi lebih baik"


"Yang punya aturan serta kendali besar adalah saya bukan kamu Ruii jadi yang mendapatkan konsekuensi nanti nya itu adalah saya bukannya kamu, jadi cukup terlalu banyak alasan untuk selalu menolak apa lagi menghindari nya"


"Bukankah Tuan akan segera menikah dengan Nona Jennica anak dari rekan bisnis keluarga besar Alvaro dan rumor itu sudah menyebar jauh sebelum di rencanakan dalam waktu dekat ini, dan sekarang Tuan berbicara pernikahan kepada saya apa maksud Tuan bersikap seperti ini?"


"Rumor semua itu benar adanya dan acaranya akan di adakan Lusa (2 hari lagi mulai di hitung hari ini) Tapi Sayang nya saya telah memutuskan untuk tidak menikahi Jennica Gabriella Luis dan saya lebih memilih kamu Ruiinsya Ghania yang hidupnya hanya seorang diri tapi kuat untuk memikirkan masalah banyak orang" (Zein coba meyakinkan Ruii untuk meyakinkan keputusan nya saat ini)


"Lalu apa yang harus saya lakukan saat ini Tuan, saya sudah terlalu pasrah atas semua kejadian beberapa hari ini dan untuk bertahan hidup buat esok pun saya tidak berani berpikir panjang bisa berdiri saat ini pun sudah nikmat syukur buat saya, apa lagi saya harus memutuskan sesuatu yang mustahil buat saya kedepannya"


"Ruii, saya tidak perlu keputusan kamu dan saya tidak mau mendengar alasan apalagi penolakan dari diri kamu yang saya inginkan saat ini ikuti saja alur dari saya tidak akan saya bawa kamu ke arah yang membuat kamu merasa kesulitan"


"Bagaimana keluarga Tuan menyikapinya jika mereka tahu bahwa istri Tuan adalah seorang OFFICE Girl Traning di perusahaan Tuan sendiri, urungkan niatan Tuan jika semua ini cikal bakal masalah yang sangat besar untuk perusahaan Tuan, saya yakin sudah jalan Tuhan untuk Tuan menikahi Nona Jennica Gabriella Luis"


"Apakah hati Kamu sudah siap melihat saya hidup berdampingan dengan wanita lain, coba kamu sekarang bicara gunakan perasaan kamu sendiri tanpa kamu menggunakan topeng ke egoisan mu semakin banyak kamu bicara semakin jelas dalam diri kamu sebenarnya menginginkan kebersama an kita agar menjadi sebuah kenyataan bersikap layak seperti orang lain umumnya"


"Apalah daya saya Tuan untuk membuat cerita itu menjadi kenyataan sedangkan saya hanyalah seorang penonton yang menunggu hasil dicerita itu berharap akan berakhir menjadi indah dan bahagia, ingat Tuan saya hanya penonton bukan penulis apa lagi pemain utama dari cerita yang Tuan buat"


"SAYA TIDAK INGIN MENDENGAR ALASAN APAPUN RUII! JIKA SAYA SUDAH KATAKAN MENIKAHLAH DENGAN SAYA, MAKA KAMU HANYA BISA MENIKAH DENGAN SAYA ZEIN EITO ALVARO. TITIK!"


"Hemmmm.. (Ruii terdiam dengan menarik nafas panjang nya dengan kasar).. lakukan menurut Tuan itu terbaik asalkan Tuan menjamin atas kehidupan keluarga ibu Rina akan baik baik saja, tidak banyak yang saya lakukan buat membalas kebaikan mereka, untuk masalah saya bagai mana akan mendapatkan perlakuan baik atau buruk untuk kedepannya biarlah waktu yang berjalan" (Ruii benar benar pasrahkan semuanya demi kehidupan keluarga ibu Rina)


"Baik lah akan saya ingat semua nya, persiapkan diri kamu untuk malam ini biar asisten Jay yang akan mengatur semuanya harus bagaimana dan seperti apa seharusnya kamu berpenampilan, untuk sekarang lebih baik kamu beristirahat saja di ruangan perawatan agar pemulihan diri kamu optimal karena tadi kamu pergi dari rumah sakit tanpa asupan suplemen tubuh, tolong ikuti perkataan saya kali ini demi kesehatan mu juga"


* Tok


* Tok


* Tok


"Masuuuuk! (Tuan Muda Zein memberikan izin kepada seseorang yang sudah berdiri sedari tadi di depan pintu tidak lain adalah Jay yang datang bersama suster pribadi yang akan membawa Ruii ke ruang perawatan untuk pemulihan tubuh Ruii yang belum pulih betul)"


"Permisi Tuan, apakah Nona Ruii sudah bisa saya bawa ke ruang perawatan (suster meminta izin terlebih dulu ke pada Tuan Muda Zein)"


"Silahkan, ingatkan Nona selalu untuk makan dan beri asupan yang terbaik" (Titah Zein)


"Baik Tuan (sedikit menundukkan kepala).. Mari Nona Ruii ikut saya (memberikan jalan buat Ruii untuk keluar ruangan)"


"Ruii bagaikan sesosok raga tanpa jiwa yang terlihat kosong seperti tidak ada arah untuk melanjutkan hidupnya seperti yang ia pikirkan sebelumnya"


"Zein sebenarnya terpukul melihat keadaan Ruii yang hilang keceriaan dan rasa percaya dirinya terhadap hidup yang ia jalani saat ini, tapi Zein yakin semua ini akan menjadikan semuanya lebih baik lagi dari sebelumnya"


"Tuan tolong tepati janji Anda maka saya akan dengan sangat patuh mengikuti arahan Anda!"


*

__ADS_1


*


*


"Jay.."


"Ya Tuan"


"Tolong kirim asisten kamu untuk membantu Ruii mempersiapkan semua kebutuhannya buat malam ini"


"Baik Tuan, tapi maaf Tuan jika saya boleh tahu dalam hal apa Tuan?"


"Secepatnya saya akan mempertemukan Ruii dengan Papi dan Mami"


"Tuan Muda tidak sedang bercanda kan?"


"Apakah sekarang saya terlihat sedang bercanda atau sedang tertawa?" (Tuan Zein dengan kesal menatap ke arah Jay)


"Maaf Tuan jika saya salah bicara, tapi bukan kah malah menambah masalah besar buat Tuan Muda terhadap Papi dan Mami Tuan jika benar ini terjadi"


"Kamu boleh berpendapat Jay tapi tidak untuk mengatur harus seperti apa dan dengan siapa saya harus berdampingan, kamu cukup ikuti apa yang saya perintahkan" (Tuan Zein meninggal kan ruangan pribadi Jaysen)


"Maaf Tuan (Jay sedikit menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat ke Tuan Muda Zein)"


"Kenapa juga ini mulut bisa bisanya bicara sok paling tahu, buat mood Tuan Muda jadi jelekkan salah salah banget" (Jaysen serba salah karena kecerobohan nya berbicara ke Tuan Muda Zein)


*


*


*


"Baik Tuan, saya segera menuju kesana" (Tak perlu waktu lama Adelia pun telah sampai di pintu ruangan Tuan Jaysen)


Tok


Tok


Tok


"kreeek.. Permisi Tuan (Adelia membuka pintu)"


"Emmm.. duduklah!" (Titah Jay terhadap Adelia dan sekarang sudah di posisi duduk nya)


"Terimakasih Tuan"


"Ada tugas penting dari Tuan Muda Zein untuk kamu"

__ADS_1


"Tugas apa itu Tuan"


"Kamu ingatkan dengan wanita yang di taman saat saya tugaskan kamu untuk cari tahu apa yang sedang ia lakukan di taman saat itu, masih ingat?"


"Emmm.. wanita yang bernama Ruiinsya, benar Tuan?"


"Yups benar! wanita itu akan diajak oleh Tuan Muda Zein tuk menemui Tuan besar dan Nyonya ALVARO"


"Berita yang baik itu Tuan, lalu tugas saya apa Tuan apakah saya harus mengawal Ruiinsya?"


"Heiii.. saya ini belum selesai bicara kenapa kamu yang terus bicara! Disini yang jadi Bossnya saya atau kamu?"


"Maaf Tuan saya lancang, Boss disini Tuan Muda Zein Tuan bukan Tuan Jay apalagi saya" (Adelia tertunduk karna merasa takut)


"aiiihhh.. untung kamu perempuan kalau laki laki sudah saya ajak berantem!.." (Jay tampak kesal)


"Iya Tuan, saya minta maaf dengan tulus"


"Sudah sudah lanjut ke tugas tadi, FOKUS!"


"Baik Tuan"


"Tuan Muda Zein memberi tugas, kamu harus bantuin Ruiinsya untuk mempersiapkan segala perlengkapan yang akan dibutuhkan saat malam nanti untuk persiapan bertemu Tuan dan Nyonya ALVARO!"


"Emmm.. okay Tuan saya mengerti maksudnya, saya ditugaskan untuk meng makeover membuat Ruiinsya menjadi lebih cantik dan luar biasa agar tidak malu malu in Tuan Zein, seperti itu Tuan?"


"Saya tidak mau tahu, itu tugas semuanya harus beres dan tuntas tanpa ada komplain dari Tuan Muda Zein, mengerti! jika ada sedikit kesalahan pun bukan hanya saya yang terkena ultimatum tapi riwayat kerja kamu bakal Tamat di hari itu juga" (Jaysen sedikit mengancam Adelia)


"Jangan buat cerita horor seperti itu Tuan, saya yakin kok Ruiinsya itu orang terbaik untuk Tuan Muda Zein. Saya saja baru sekali bertemu bisa merasakan Aura ke ibuannya apa lagi Tuan Muda yang memang mencari wanita seperti Ruiinsya"


"Tahu apa kamu, nggak perlu banyak komentar sekarang secepatnya kamu kerjakan biar makin cepat selesai "


"Tuan kenapa malah mengalihkan pembicaraan, jangan jangan Tuan tersinggung ya karena lagi jomblo mangkanya sedikit sewot dengar Tuan Muda Zein sudah dapat kan belahan jiwanya"


"ADELIIIAAAA! Besok apakah kamu mau kirim surat Resign ke meja saya?"


"Maaf Maaf Tuan Jaysen terhormat segera saya kerjakan tugas" (Adelia pun berdiri dari tempat duduknya untuk segera pergi dari ruangan Jay)"


"Saat Adelia hendak keluar tiba tiba ia berbalik kembali"


"Ow ya Tuan Jaysen, kalau boleh tahu dimana saya harus menemui Ruiinsya "


"Saya pikir kamu nggak akan menanyakan itu kepada saya karena dari tadi kamu itu sibuk bicara sampai sampai saya malas dengernya"


"Maaf Tuan, jadi saya harus mencari Ruiinsya dimana?" (Adelia Minta pertegas)


"Tadi dia di bawa ke ruang perawatan pribadi milik Tuan Muda Zein, nanti selesai dia di rawat ajaklah dia untuk mempersiapkan dirinya mulai dari sekarang agar Tuan Zein merasa senang! (Titah Tuan Jay terhadap Adelia asistennya)"

__ADS_1


"Baik Tuan saya permisi" (Adelia pun pergi menemui Ruiinsya di ruang perawatan)


...****************...


__ADS_2