HANYA RINDU

HANYA RINDU
Bab. 30


__ADS_3

"Kenapa Anda diam saja Tuan, terus terang saja bukankah semua itu tidak ada pengaruh penting terhadap diri saya jadi Tuan jangan ragu untuk menceritakan sebenarnya" (Ruii ingin menguat kan perasaan nya bahwa semua itu tidak akan membuat nya sedih dan tidak akan berpengaruh banyak buat diri nya)


"Apakah Anda yakin dengan perkataan Anda barusan Apakah Anda yakin tidak mempengaruhi kehidupan Anda untuk kedepannya?" (Jay pun meyakinkan Ruii kembali dengan perkataannya)


"Tuan tidak perlu meragukan perkataan saya, bukan kah ini hanya pertanyaan buat orang yang ingin tahu kebenaran, jadi bagaimana Tuan apakah semua benar mengenai berita itu?"


"Maaf, saya ada panggilan tugas dari Tuan Muda (menghindari pembicaraan serius dengan Ruii dan Jay mencoba mengalihkan pembahasannya) Anda sendiri tahu betul kan jika tugas yang di perintahkan oleh Tuan Muda Zein tidak segera di lakukan maka akan fatal untuk kedepannya (Jay menginggatkan Ruii)"


"Tunggu Tuan, jika memang semua nya bukanlah rekayasa dan ini adalah sudah jalan Tuhan tidak kah dengan kebetulan saya bisa berada di kantor Tuan Zein yang hanya lulusan SMA bukan begitu, Ow ya saya lupa bisa jadi ini adalah jalan rezeki saya tapi sayang nya saya cepat menyadarinya biar tidak menjadi besar kepala buat saya, Tuan besok tolong ACC surat Resign saya yang sudah saya ajukan di meja ibu Nella dan Alhamdulillah nya sudah di setujui oleh Kak Lena, terakhir saya menyampaikan nya ke Tuan Zein tapi saya di tolak untuk Resign tapi masih ada Tuan Jay sebagai Asisten pribadi kepercayaan Tuan Zein, saya mohonkan kepada Anda Tuan Jay terhormat izin kan saya untuk Resign dari kantor ALVARO GROUP" (Ruii tertunduk lemas dan merasa tak percaya diri dengan keputusannya sendiri)


"Sudah selesai bicaranya, Emm.. bukankah Anda seharus nya beristirahat dikamar perawatan jika Tuan Muda Zein tahu masalah ini sudah pasti Anda mendapat peringatan berat" (Jay memberi peringatan tegas kepada Ruii)


"Sebenarnya itu yang saya tunggu Tuan, agar bisa mempercepat urusan saya dengan Tuan Zein jika Tuan tidak keberatan tolong sampaikan ke pada Tuan Muda Anda, Permisi Tuan" (Ruii kini berbalik membuat Jay terdiam dengan apa yang di katakan oleh Ruii)


"Apa yang di takutkan oleh Jay bakal terjadi, ini bisa bisa memancing amarah besar buat Tuan Muda Zein dan nampaknya hanya dengan cara itu Tuan Zein mendapatkan semuanya"


*


*


*


"Ke Esokan pagi nya saat Eito ingin mengajak Ruii untuk sarapan bersama dan Eito bermaksud pergi ke kamar hendak memanggil Ruii langsung tapi nyatanya Ruii tidak ada di tempat terlihat pakaian rumah sakit yang ia kenakan saat itu terletak di atas tempat tidur nya dengan rapi "


"Kreeek.. pintu kamar perawatan Ruii terbuka betapa terkejutnya suster dan Eito setelah melihat tidak ada seorang pun di dalam kamar"


"Tuan nampaknya Nona Ruii sudah meninggalkan ruangan ini sejak pagi pagi sekali, lihat saja semua pakaian yang dari ia kenakan tersusun rapi di atas tempat tidurnya, apakah saya harus menanyakan ke bagian piket pagi Tuan siapa tau ada yang melihat Nona Ruii keluar ruanga"

__ADS_1


"Tidak perlu suster!" (ternyata kamu bisa nekat juga Ruii maaf kan Aku jika bertindak cepat dan sedikit Arogan semuanya kamu memulainya).. sus tolong semua perlengkapan saya di susun sebentar lagi saya ingin kembali ke apartemen coba kamu cek kembali kamar Ruii siapa tahu ada yang ketinggalan" (Tuan Muda menginggatkan suster pribadinya)


"Baiklah Tuan, akan segera saya kerjakan di mulai dari kamar Tuan Muda cukup dalam waktu 10menit semua sudah beres serta rapi, sekarang saya akan beralih ke kamar Nona Ruii (tampak suster merasa kerepotan sendiri menghadapi tugasnya terhadap Tuan Zein)


"Bagaimana sus, apakah semuanya beres?" (Eito hendak buru buru untuk menghadiri pertemuan ny dengan perusahaan milik Papi Eito yaitu Tuan besar ALVARO Grup)


"Untuk kamar dan barang barangnya Tuan, saya sudah siapkan semua dengan rapi menjadi satu tempat (suster mencoba bersikap ramah)"


"Tolong sampaikan ke sopir pribadi saya untuk menunggu saya di depan pintu ruangan (Eito memberikan titah kepada suater pribadinya)


*


*


*


"Assalamu'alaikum.. (Ruii mengetok pintu rumah dan menyapa ibu Rina dengan sopan)"


"Wa'alaikumussalam nak, bagaimana keadaannya apakah kamu sekarang sudah enakan" (ibu Rina memastikan Ruii kondisi tubuhnya membaik)


"Alhamdulillah Ruii tidak kenapa napa kok buk Maaf kan Ruii sebelum nya tidak mengabari ibu terlebih dahul"


"Tidak apa apa nak lagian kemarin malam ada seseorang datang untuk memberitahukan kepada bapak dan ibu bahwa kamu sedang pergi kerumah sakit untuk memeriksa kesehatan tubuh kamu, benar begitu nak?


"Emmm.. iya buk, bahkan merasa lebih baik lagi dari sebelumnya (Tersenyum dengan ramah)"


"Nak, boleh ibu tahu sebenarnya ada urusan apa antara kamu dan keluarga Tuan ALVARO" (ibu mempertegas alur bicara nya terhadap Ruii)

__ADS_1


"Memang nya ada apa buk sama mereka, apa yang mereka katakan kepada ibu cerita saja sama Ruii" (Ruii masih bersikap tenang)


"Nak sebenarnya lokasi rumah yang kita tempati sekarang ini sudah milik Tuan besar ALVARO karena tempat ini secepatnya akan di ratakan untuk memperluas taman milik anak Tuan besar ALVARO GROUP dan kabar nya di tempat kamu bekerja selama ini nak, apa benar seperti itu"


"Hemmm.. saya kenal anak Tuan ALVARO buk, dia adalah Boss utama di perusahaan yang sedang di kelola anak satu satu nya Tuan Besar ALVARO, ada apa buk?" (Ruii memastikan pembicaraan ibu Rina tidak terlalu jauh)


"Mereka segera akan meratakan tempat tinggal semua yang bermukim berdekatan langsung dengan taman salah satunya termasuk rumah yang sedang kita tempati saat ini nak, jika pun semua ini akan terjadi kira kira kita akan tinggal dimana lagi selain disini " (ibu Rina sedih melihat kondisi mereka sedang memprihatinkan)"


"APA? Maksud nya digusur buk?" (Ruii merasa tercengang


"Kurang lebih seperti itu nak, hanya saja kami ini bukan orang berpendidikan jadi kami tidak faham bagaimana cara menjawab, menjelaskan bahwasanya tempat ini adalah benar benar milik kami" (ibu berharap semua akan baik baik saja)


"Tenang ibu, Ruii yakin semua akan baik baik saja seperti harapan ibu dan keluarga, ibu gak usah terlalu banyak yang dipikirkan, percayakan semua sama Ruii, InshaAllah gak akan terjadi hal buruk nantinya.. (Ruii menggenggam erat tangan ibu).. Keinginan yang seperti apa yang kamu harapkan terhadap sikap aku ke kamu, Eito! (Ruii berbisik dengan diri nya sendiri )"


"Terimakasih nak (ibu memeluk tubuh Ruii dengan perasaan tulus).. maafkan ibu sudah melibatkan diri kamu yang tidak mengerti apa apa tentang semua ini"


"sudah lah buk, gak perlu berlarut larut sedihnya masih ada Ruii disini (meyakinkan ibu Rina).. Ruii izin mau mandi terus siap siap untuk pergi kerja ya buk, jadi ibu jangan sedih lagi.. ok"


"Kenapa tidak ambil izin saja nak bukannya kamu kondisinya sedang gak sehat (mengikuti langkah Ruii yang hendak masuk ke kamar)"


"Sudah ibu, biar Ruii siap siap dulu ya.. ibu gak perlu khawatir seperti itu kepada Ruii"


"Baik lah kalau begitu, biar ibu siapin dulu makan sama bekal buat kamu pergi kerja ya Nak biar makin semangat, gak ada kata penolakan!"


"Ibu ibu memang paling mengerti anak nya"


"Sembari menunggu Ruii selesai ibu Rina kini sedang menyiapkan sarapan dan bekal buat Ruii nantinya"

__ADS_1


...****************...


__ADS_2